08/06/2007 12:15 WIB Fahmi ke Cendana 2 Kali/ Tahun Nograhany Widhi K - detikcom Jakarta - Tiap tahun, sedikitnya dua kali Menteri Perindustrian (Menperin) Fahmi Idris bertamu ke rumah Pak Harto. Momen pertama, saat Idul Fitri. Momen kedua, saat Pak Harto ulang tahun, seperti hari ini, Jumat (8/6/2007). "Itu belum termasuk pas Jumatan di sini," kata petinggi Golkar ini pada 20-an wartawan begitu dia keluar dari Cendana 8, Jakarta Pusat. Hubungan keluarga Cendana dengan keluarga Fahmi Idris cukup dekat. "Beliau kan pengagum mertua saya," cetus pria yang mengenakan kemeja batik lengan panjang ini. Mertua Fahmi Idris adalah Hasan Basri, mantan pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di era pemerintahan Soeharto. Hasan Basri tutup usia pada akhir 1998, tak lama setelah Pak Harto lengser. "Ketika mertua saya meninggal dan disemayamkan di rumah saya, beliau (Pak Harto) datang," kata pria yang pernah menjadi menteri tenaga kerja di masa Soeharto ini. Fahmi mengimbau agar semua masyarakat menghormati siapa saja yang sudah membangun bangsa dan negara ini, termasuk Pak Harto, lepas dari apa pun kesalahannya. "Kalau ada dosa, ya dia manusia. Yang murni bebas dari dosa itu malaikat. Dan beliau itu ada jasanya," tuturnya. Pria kelahiran 1943 ini juga menceritakan, ketika Soeharto berkuasa, dia juga pernah ditahan 1 tahun 3 bulan tahun 1974 dalam kasus Malari. Mikirnya Lambat Lalu bagaimana keadaan Pak Harto saat ini? "Bicaranya lambat, mikirnya juga lambat," sahut Fahmi. Dibanding tahun lalu bagaimana? "Statis sih. Makanya saya ajak bercanda saja tadi," ujar pria berkacamata ini. Ketika bertamu, Fahmi Idris diberi foto dan ditandatangani oleh Pak Harto. Foto itu berukuran 5R. Foto menggambarkan Fahmi Idris tengah bersalaman dengan Pak Harto di ruang tamu Cendana 8. Saat itu Fahmi berbaju safari abu-abu lengan panjang. Sedang Pak Harto mengenakan baju koko dan sarung kotak-kotak. Foto itu diambil 7 bulan lalu. "Coba Pak Harto lihat foto ini. Beda kita cuma 5 tahun ini Pak," canda Fahmi pada Pak Harto. Pak Harto tertawa mendengar canda itu. "Bisa saja kamu," komentar Pak Harto. Selain Fahmi, tamu yang bertandang ke Cendana hari ini adalah Prajogo Pangestu dan pengacara OC Kaligis. (nwk/nrl) Source : http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/06/tgl/08/tim e/121528/idnews/791253/idkanal/10 08/06/2007 10:33 WIB Dalam Setahun Harta Menperin Fahmi Idris Melonjak Rp 19 M Arfi Bambani Amri - detikcom Jakarta - Setahun menjabat menteri perindustrian (Menperin), harta Fahmi Idris, meroket Rp 19 miliar. Kenaikan itu terhitung sejak tahun 2005 sampai 2006. "Menteri perindustrian Fahmi Idris di tahun 2005 memiliki harta Rp 44.660.795.047 dan US$ 3.139.069, sedangkan di tahun 2006 menjadi Rp 63.741.771.047 dan dolar turun menjadi US$ 2.341.069," ujar Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bidang Pencegahan Sjahruddin Rasul dalam jumpa pers di gedung KPK, Jl Veteran III, Jakarta Pusat, Jumat (8/6/2007). Sjahruddin menjelaskan peningkatan harta Fahmi terletak pada harta tak bergerak dan harta bergerak. Untuk harta tak bergerak naik dari Rp 18.816.640.000 menjadi Rp 36.734.616.000, sedangkan pada harta bergerak (transportasi) naik dari Rp 2.285.000.000 menjadi Rp 3.448.000.000. Sementara itu, penurunan harta Fahmi dalam bentuk mata uang dolar terjadi pada item giro dan tabungan atau kas lainnya. 6 Macam harta yang dilaporkan adalah harta tidak bergerak, harta bergerak, harta bergerak lainnya, surat berharga, giro tabungan dan kas lainnya serta piutang. Fahmi dilantik menjadi Menteri Perindustrian pada 7 Dedember 2005. Ia menggantikan Andung A. Nitimihardja yang dicopot pada reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu, 5 Desember 2005. Sebelum reshuffle, Fahmi menjabat sebagai menteri tenaga kerja dan transmigrasi. (gah/nrl) Source : http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/06/tgl/08/tim e/103337/idnews/791197/idkanal/10 08/06/2007 11:07 WIB Harta Sri Mulyani Membumbung Jadi Rp 4,395 M Arfi Bambani Amri - detikcom Jakarta - Dalam rentang waktu 22 bulan, kocek Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bertambah tebal lebih dari dua kali lipat. Pada November 2004, total harta Sri Mulyani Rp 2.119.306.000 dan US$ 234.844. Sedangkan pada 28 September 2006, harta Sri Mulyani menjadi Rp 4.395.527.861 dan US$ 324.023. Selisihnya Rp 2.276.221.861 dan US$ 89.179. Kenaikan ini diketahui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diedarkan ke sejumlah pejabat negara. Sri Mulyani merupakan salah satu dari 14 anggota kabinet yang melapor. "Sedangkan menteri atau pejabat setingkat menteri yang masih baru mengumumkan perubahan kekayaan sebanyak 21 orang," ujar Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan Sjahruddin Rasul dalam jumpa pers di KPK, Jl Veteran III, Jakarta Pusat, Jumat (8/6/2007). Menurut Syahrudin peningkatan harta Sri Mulyani ditunjang oleh peningkatan harta tidak bergerak. Angka itu dari Rp 1.271.082.000 naik menjadi Rp 2.826.936.000. Yang lebih signifikan, peningkatan mencolok terlihat dari kepemilikan surat berharga. Dari hanya Rp 50 juta melambung menjadi Rp 688.083.432. Sementara untuk duit asing tidak ada peningkatan. Sebelum menjabat sebagai Menkeu, Sri Mulyani sempat memegang posisi Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas selama setahun. Namun akhir 2005, ia menggantikan Jusuf Anwar sebagai Menteri Keuangan dalam perombakan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB). (Ari/sss) Source : http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/06/tgl/08/tim e/110715/idnews/791213/idkanal/10 08/06/2007 11:31 WIB Harta Sri Mulyani Tambah Karena Rumah Mertua dan Tabungan Suami Arfi Bambani Amri - detikcom Jakarta - Pundi-pundi Menteri Keuangan Sri Mulyani bertambah Rp 2 miliar lebih, sejak November 2004 hingga September 2006. Sri menjelaskan kenaikan tersebut karena tambahan rumah mertua dan tabungan suaminya. "Pada tahun 2004, kami melaporkan pada KPK ada rumah mertua. Waktu itu sertifikatnya atas nama suami dan lain, tidak dianggap sebagai harta saya oleh KPK. Dan sekarang dimasukkan oleh KPK senilai hampir Rp 600 juta," ujar Sri Mulyani dalam jumpa pers di Kantor KPK, Jl Veteran III, Jakarta Pusat, Jumat (8/6/2007). Sementara itu, jumlah tabungan suami yang kini dimasukkan dalam daftar harta kekayaan Sri Mulyani sebesar US$ 50.000. "Sekarang masuk, saya rasa itu," tambah Sri yang didampingi Menteri Perindustrian Fahmi Idris dan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bidang Pencegahan Sjahruddin Rasul. Sri Mulyani menambahkan, kenaikan harta kekayaannya juga disebabkan perubahan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) pada harta tak bergerak. Pada November 2004, total harta Sri Mulyani Rp 2.119.306.000 dan US$ 234.844. Sedangkan pada 28 September 2006, harta Sri Mulyani menjadi Rp 4.395.527.861 dan US$ 324.023. Selisihnya Rp 2.276.221.861 dan US$ 89.179. (gah/nrl) Source : http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/06/tgl/08/tim e/113143/idnews/791221/idkanal/10 08/06/2007 12:25 WIB Belum Laporkan Kekayaan, Yusril & Hamid Disurati KPK Arfi Bambani Amri - detikcom Jakarta - Meski sudah berhenti menjadi menteri, Yusril Ihza Mahendra dan Hamid Awaludin masih memiliki kewajiban melaporkan harta kekayaan. KPK pun sudah mengirim surat, 2 bulan sesudah berhenti harus sudah melaporkan kekayaannya. "Saya pokoknya sudah menyurati menteri-menteri itu, yang sudah diganti juga," ujar Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan Sjahruddin Rasul di Kantor KPK, Jl Veteran III, Jakarta, Jumat (8/6/2007). Menurut Sjahrudin, mantan-mantan menteri itu diwajibkan selambat-lambatnya dalam 2 bulan harus melaporkan harta kekayaannya. Sampai saat ini, belum satu pun dari 5 mantan menteri yang dicopot dalam reshuffle bulan Mei lalu itu melapor ke KPK. Lima orang itu yakni mantan Mensesneg Yusril Ihza Mahendra, mantan Menkum HAM Hamid Awaludin, mantan Menneg PPDT Syaifullah Yusuf, mantan Menneg BUMN Sugiharto dan mantan Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh. "Peraturan undang-undangnya begitu, yang baru menduduki dan telah selesai harus (melapor)," tegas Sjahruddin. Jika dalam 2 bulan mereka belum melapor? "Tidak ada sanksi sih. Hanya moral saja," kata Sjahruddin. (aba/nrl) Source : http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/06/tgl/08/tim e/122552/idnews/791260/idkanal/10
