Sebenarnya, kita perlu membedakan antara politisi dan teknisi. Yang membuat N250 adalah teknisi. Yang menggadaikan N250 dengan beras adalah politisi
Teknisi2 N250 adalah orang2 pintar yang dimiliki indonesia. Sementara politisi2 Indonesia adalah orang2 bodoh yang dimiliki Indonesia. Kalo dicampur adukkan, nanti jadi "gara2 nila setitik rusak susu sebelanga". Akibatnya akar permasalahannya tidak bisa dilihat lebih jernih. Btw, kalo anda katakan " Di Indonesia enggak ada yang membanggakan project Habibie ini selain Suharto.". Anda salah! Paling tidak ada 2 orang yang membanggakan proyek Habibie yang anda sebut, yaitu saya dan Suharto. On 6/15/07, muskita wati <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > --- "M. Irwan Hrp" <[EMAIL PROTECTED] <mirwanhrp%40gmail.com>> wrote: > > Bisa minta nama 3 alumni ITB tersebut biar langsung > > saya forward ke milist > > Saya tidak ingat namanya, dan juga mereka bukan orang > penting bagi saya tapi orang penting bagi Habibie. > Andaikata pun saya ingat nama mereka, tak mungkin saya > sebarkan di milis karena etika tak boleh melakukan > hal itu. > > Buat apa saya takut menyebarkan nama ketiga orang ITB > ini yang jadi orang suruhan Habibie??? Bahkan Habibie > yang jadi boss-nya saja tidak kuatir saya bongkar tipu > busuknya disini, apalagi cuma ketiga orang ITB itu??? > Ketiga orang ITB itu enggak bisa disalahkan, mereka > itu khan cuma dibawah perintah Habibie, dan tanggung > jawabnya berada justru ditangan Habibie sendiri. > > Akal2an memproduksi pesawat tsb di Amerika juga bisa > anda baca dari laporan di web dibawah ini: > > http://doc.utwente.nl/51022/1/High_technology_in_developing_countries.pdf
