--- In [email protected], "hadingrh" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Ok, tapi tahun kapan tahun pertemuannya, bulan apa ? Ini penting > dan tolong dijawab. Dan perlu diketahui bahwa IPTN sudah mempunyai > flight simulator sejak lama (tidak seperti yang sudah dituduhkan > Mus)
Enggak ada yang penting, semua yang dikatakan ketiga orang itu persis sama seperti yang ditulis dalam website yang telah saya cantumkan itu. Jadi enggak ada hubungannya dengan flight simulator, karena flight simulator itu cuma softwarenya saja. Kalo memang sudah ada alat2 untuk test-nya, ngapain lagi kerja sama dengan Amerika, bahkan memproduksinya juga di Amerika. Aaaaha..... itu semua akal2an Habibie. Yang pasti, tidak seharusnya pembangunan pabrik pesawat menggunakan dana IMF, dan kemudian juga dipaksa semua perusahaan penerbangan untuk ikut membiayainya, mereka dipaksa juga membeli produksi yang tak lulus test ini dengan harga yang lebih mahal daripada harga pesawat Jet Boeing. Silahkan untuk itu anda tanyakan kepada perusahaan2 penerbangan Nasional yang ikut kebagian getahnya jadi bangkrut. Bahkan Angkatan Bersenjata juga dipaksa ikut beli pesawat ini, dan kita semua sudah membacanya dalam berita di Indonesia, bahwa semua pesawat2 itu berjatuhan sehingga wakil gubernur IrJa mati akibat kecelakaan pesawat buatan Habibie ini. Kalo keluarga anda ada yang mati akibat naik pesawat Boeing yang jatuh, maka perusahaan Boeing akan ikut serta kasih pesangon disamping perusahaan2 asuransi yang menyertai tiket pesawat itu. Sebaliknya kalo anda naik pesawat Habibie yang tidak bersertifikat terbang itu, kemudian jatuh sehingga keluarga anda mati, maka tidak akan ada asuransinya, dan pabriknya Habibie tak mungkin memberi pesangon karena pabriknya sendiri juga berhutang yang tak mungkin bisa dilunasinya. Jelasnya, pesawat yang tidak bersertifikat terbang, tidak mungkin ada perusahaan asuransi yang mau menanggungnya. Ny. Muslim binti Muskitawati. > > --- In [email protected], muskita wati <muskitawati@> wrote: > > > > --- "M. Irwan Hrp" <mirwanhrp@> wrote: > > > Bisa minta nama 3 alumni ITB tersebut biar langsung > > > saya forward ke milist > > > > > > > > Saya tidak ingat namanya, dan juga mereka bukan orang > > penting bagi saya tapi orang penting bagi Habibie. > > Andaikata pun saya ingat nama mereka, tak mungkin saya > > sebarkan di milis karena etika tak boleh melakukan > > hal itu. > > > > Buat apa saya takut menyebarkan nama ketiga orang ITB > > ini yang jadi orang suruhan Habibie??? >
