Baca kabar ini sambil dengar lagu Cindai....Siti Nurhaliza Eh...Katanya Malaysia negaranya Agamis ya....huahuahua Koq sering banget berita penyiksaan Majikan terhadap PRT ya.....
----- Original Message ---- From: yuri aladdin <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Monday, June 18, 2007 11:58:30 AM Subject: Re: [mediacare] Disiksa, TKW Nekat Melorot dari Lantai 15 Nama aslinya itu Ceriyati, mas. Ini ada berita lanjutannya dari ANTARA. MAJIKAN PRT CERIYATI DATANGI KBRI KUALA LUMPUR Kuala Lumpur, 18/6 (ANTARA) - Majikan Ceriyati, Ivone Siew, didampingi agen pemasok PRT Malaysia, hari Senin (18/6) mendatangi KBRI Kuala Lumpur dan diterima oleh Kepala Satgas Perlindungan dan Pelayanan WNI Tatang B Razak dan Atase Tenaga Kerja Teguh H Cahyono dan Kepala Imigrasi Bambang Widodo. Ivone Siew mengenakan baju cokelat dan berkaca mata tampak menunduk terus untuk menghindari pengambilan foto. Ia kelihatan pucat dan lebih memilih diam seribu bahasa ketika dihadapkan oleh para pejabat KBRI. Suaminya Michael Tsen tidak tampak mendampingi. "Kabarnya dia merupakan istri kedua dan umur majikan laki-laki sudah tua sekitar 50-an sedangkan usia Ivone sendiri sekitar 30-an," kata Teguh. Ivone adalah majikan dari Ceriyati binti Dapin, PRT asal Brebes, yang membuat geger masyarakat Malaysia karena PRT itu nekat kabur dari apartemen Tamarind Lt 15, Sentul, Kuala Lumpur, Sabtu siang (16/6) melalui jendela dengan hanya menggunakan potongan kain yang diikat. Media massa Malaysia seperti Utusan Malaysia, Harian Metro, dan New Strait Times membuat foto-foto drama penyelamatan Ceriyati pada halaman satu dan juga foto-foto Ceriyati dengan muka dan leher bengkak-bengkak karena dipukuli majikan, Sabtu paginya. Ia nekat kabur karena tidak tahan dipukuli oleh majikan perempuan selama empat setengah bulan bekerja. Ketika turun dengan memanjat apartemen itu, para penghuni lainnya melihat kemudian menelepon Tim Bomba, tim pemadam kebakaran dan penyelamat Malaysia. Tim Bomba dan masyarakat akhirnya menyelamatkan Ceriyati yang masih tergantung di Lt 12. Menurut Tatang B Razak, Sekretaris Jenderal Kementerian Hal Ehwal Dalam Negeri Malaysia Tan Sri Aseh akan datang ke KBRI guna menengok Ceriyati. Sudah Di KBRI. Ceriyati binti Dapin, 34 tahun , pembantu rumah tangga (PRT) Indonesia yang nekat kabur lewat jendela dan turun dengan memanjat tali kain dari lantai 15 kondomonium Tamarind Sentul Kuala Lumpur kini sudah berada dalam penampungan KBRI Kuala Lumpur. Luka-luka yang diderita yakni bengkak-bengkak di jidat, leher sebelah kanan, dan luka-luka di tangan sudah agak membaik setelah pada Minggu (17/6) dibawa ke RS Kuala Lumpur . Wakil Dubes RI untuk Malaysia AM Fachir, Atase Tenaga Kerja Teguh H Cahyono, dan Kepala Satgas Perlindungan dan Pelayanan WNI Tatang B Razak sudah menemui dan berdialog dengan Ceriyati. Semula media massa Malaysia memberitakan nama PRT Shamelin asal Palembang sebenarnya ialah Ceriyati asal Brebes Jawa Tengah. Ketika lari, majikannya sedang tidak ada di rumah. Ceriyati kemudian dibawa ke KBRI Kuala Lumpur, Sabtu sore. Ia langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan. Setelah itu ia dibawa ke kantor polisi Sentul untuk dimintai keterangan. Saat dimintai keterangan di Kantor Polisi Sentul, majikan laki-laki Michael Tsen sudah berada di kantor polisi. "Saya bekerja dari jam 06 pagi hingga jam 02 pagi lagi. Saya hanya dikasih makan sekali sehari. Disuruh bekerja di rumah dan juga pekerjaan majikan perempuan sebagai broker real estate. Pekerjaan rumah tangga sih selalu beres, tapi pekerjaan di perusahaan nya yang sering membuat majikan perempuan selalu memukul saya," ungkap Ceriyati. "Saya dilarang beribadah. Dilarang keluar apartemen. Disuruh tidur di ubin dan selalu dikunci dalam kamar jika majikan laki-laki dan perempuan pergi karena sering dipukul dan disakiti makanya saya nekat kabur," katanya. Ceriyati bekerja dengan majikan bernama Michael Tsen dan Ivone Siew di sebuah kondomonium Tamarind Sentul sejak empat bulan setengah lalu. Selama empat bulan bekerja, ia juga belum menerima gaji. Ini merupakan pengalaman pertama Ceriyati bekerja sebagai PRT di Malaysia dan di luar negeri. Ia memiliki seorang suami bernama Ridwan dan dua anak yang kini masih tinggal di Brebes. Namun dengan kejadian ini, Ceriyati enggan kembali ke tanah air sebelum membawa uang. Ia dikirim ke Malaysia melalui agen Indonesia PT Sumber Kencana Sejahtera dan agen Malaysia yang menampung ialah Kemas Cerah Bhd. Sementara itu, Wakil Dubes RI AM Fachir mengatakan, akan melakukan konsultasi dengan pengacara kedutaan kemudian memberikan opsi kepada korban. "Opsi apa yang akan diambil karena dia yang akan menjalani sendiri. Ceriyati untuk sementara akan tinggal di penampungan kedutaan," kata Fachir. T/A029/B/A011 Pada tanggal 17/06/07, Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED] com> menulis: Kasus ini, hari minggu kemarin sempat menjadi perbincangan seru di Taman Titiwangsa, ketika acara pembukaan rangkaian kegiatan peringatan 17-an oleh KBRI-Kualalumpur. Bagaimanapun juga Malaysia memiliki andil khusus dalam berbagai kasus seperti ini. termasuk didalamnya kasus "illegal worker". Mereka yang menjadi "illegal employer" (toke-toke di Malaysia) tidak pernah ditindak tegas oleh Malaysia, karena Malaysia memiliki vested interest terutama dalam soal pembayaran gaji yang murah bagi illegal worker. Illegal employer ini terutama pemiliki kebun sawit di Sabah dsk. Tentusaja tidak bisa ditangani dari satu sisi saja, kedua harus saling menjaga. Indonesia harus melindungi warganya, dan Malaysiapun harus lebih melindungi tamu-tamu pekerja ini. Memprihatinkan RDP Senin, 18 Juni 2007, Disiksa, TKW Nekat Melorot dari Lantai 15 KUALA LUMPUR - Kisah tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia kabur akibat disiksa majikan kembali terulang. Kali ini TKW nahas itu adalah Shamelin asal Sumatera. Dia nekat kabur dengan untaian kain dari jendela rumah majikannya di lantai 15 Kondominium Tamarind, Sentul Timur, Kuala Lumpur, Malaysia. Tak kuat menahan siksaan majikan selama lima bulan, wanita berusia 33 tahun tersebut merancang aksi melarikan diri. Karena selalu dikunci di dalam apartemen, Shamelin terpikir kabur lewat jendela dengan membuat untaian tali dari seprai, gorden, tampar, dan pakaiannya. Saat majikannya pergi, dia menjulurkan tali buatannya dan meniti sedikit demi sedikit. Lantai 14 dan 13 berhasil dia lalui. Ketika sampai di lantai 12, dia berhenti. Sambil memegangi tali buatannya, Shamelin berdiri di salah satu bagian dinding apartemen yang menonjol. "Saya berhenti di lantai 12 karena ketika melihat ke bawah, saya baru sadar berada di tempat yang sangat tinggi," tutur Shamelin. Kehebohan segera terjadi ketika sebagian penghuni apartemen menyaksikan peristiwa dramatis itu. Mereka segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Sementara penghuni lain menumpuk beberapa kasur di bagian bawah untuk mengantisipasi jika Shamelin terjatuh. Petugas yang datang segera menyelamatkan Shamelin tanpa kesulitan. Dengan tubuh gemetar ketakutan, dia dibawa turun. "Majikan saya seorang perempuan berumur sekitar 30 tahun. Dia sangat kejam. Jika saya salah, dia akan memukul dan tidak memberi saya makan. Dia selalu mengunci saya dalam apartemen ketika dia pergi," cerita Shamelin kepada petugas sambil menangis. Dia pun menunjukkan memar bekas pukulan di bagian wajah dan badan, serta bekas cekikan yang dilakukan juragannya. "Saya tidak tahan lagi. Saya hanya ingin pulang," ujarnya memelas. Kepala Polisi Sektor Sentul ACP K. Kumaran menyatakan, pihaknya sudah memintai keterangan Shamelin untuk penyelidikan kasus tersebut. Dia tidak menjelaskan identitas majikan Shamelin, termasuk apakah majikan kejam itu ditangkap. Saat dikonfirmasi tentang kaburnya TKW di Kuala Lumpur, pejabat Konsuler KBRI di Kuala Lumpur Slamet Noegroho membenarkan adanya kejadian tersebut. "Tapi, saya masih sebatas membaca berita dari koran," katanya saat dihubungi kemarin. Dia pun lantas mengatakan, kasus tersebut telah ditangani Atase Tenaga Kerja KBRI Kuala Lumpur Teguh Hendro Cahyono. Menurut Slamet, Teguh telah menjenguk Shamelin di sebuah rumah sakit kemarin. Atase ketenagakerjaan tersebut, beber dia, sudah meminta Kepolisian Kuala Lumpur mengusut tuntas kasus TKW malang itu. Namun, ketika dihubungi untuk konfirmasi, ponsel Teguh tidak aktif. Slamet mengatakan, hingga kemarin pihak KBRI Kuala Lumpur belum memiliki data detail tentang TKW tersebut. Setali tiga uang, Jubir Deplu Kristiarto Legowo juga tidak bisa dihubungi untuk dikonfirmasi tentang kasus tersebut. Rupanya, kasus melarikan diri dari rumah majikan itu bukan hanya terjadi pada Shamelin. Berdasar data Departemen Tenaga Kerja Malaysia, ada 1.200 pembantu rumah tangga yang lari setiap bulan. Umumnya, mereka kabur dengan alasan gaji yang tidak seimbang dengan jumlah jam kerja dan tanggung jawab pekerjaan yang lebih besar. (New Strait Times/any/nue) -- http://rovicky. wordpress. com/ ____________________________________________________________________________________ Finding fabulous fares is fun. Let Yahoo! FareChase search your favorite travel sites to find flight and hotel bargains. http://farechase.yahoo.com/promo-generic-14795097
