Dear All,
   
  Aku dpt email ini dari milis sebelah.Mungkin menjadi bacaan penting buat 
kita-kita.Sekalian dibawah ini aku tanggapi tulisan yg di posting oleh mbak 
Lia.Komentarku seperti dibawah ini:
   
  Sayang pengamatan yang membandingkan 2 Airport di 2 negara ini tidak 
memasukkan pengamatan terhadap fasilitas bagi kaum difable (penyandang 
cacat),pengguna kursi roda,ibu hamil,manula,org sakit,dsb,pokoknya kelompok 
rentan lah.Knp aku nilai itu begitu penting soalnya berdasarkan pengalamanku di 
Bandara Soekarno Hatta sangat buruk.Ketika dulu aku masih menggunakan kursi 
roda.Pengalaman tersebut adalah:Amat sedikit kursi roda yang tersedia sehingga 
aku harus memakai kursi roda untuk ukuran anak yang akhirnya ketika pulang aku 
bawa kursi roda sendiri karena takut naik kursi roda untuk anak kecil 
lagi.Habis sempit banget boooo....
   
  Kemudian jalan untuk mengambil bagasi dari pesawat tiba jauuuuuuhhhhh banget 
jaraknya jalannya panjang banget.Udah gitu fasilitas liftnya hanya bisa diakses 
oleh org-org tertentu saja.Sehingga aku harus menunggu sekitar 15 menit di dpn 
lift gara2 petugas yang menjaga lift tersebut tidak ada ditempat.
   
  Dan apakah di KL ada fasilitas khusus ruangan untuk menyusui bayi?Aku tahunya 
kalo di SH tidak ada tuh...
   
  Aku nggak tahu kalo bandara di KL begitu susah juga nggak?
   
  Mohon tanggapannya.
   
  Itu sedikit masukanku....Thanks...
   
  Salam hangat,
   
  Dinda
  08151609391
   
  =============
  [sharing] Ada apa dengan Soekarno-Hatta? (Bacaan diwaktu santai) 
  Posted by: "Lia Andewi" [EMAIL PROTECTED]   la_kusuma 
   
   
  1. Pendahuluan
   
  Ini bukan judul film, atau ada yang sesuatu yang salah dengan tokoh
  proklamator kita. Tapi sayang sekali, nama tokoh yang sangat besar dipakai 
untuk sebuah lapangan terbang internasional yang tidak sebesar namanya.Kenapa 
kami bisa berpikir seperti itu ? Ya karena beberapa saat yang lalu,kami pergi 
ke Malaysia untuk sebuah urusan dan baru tersadar setelah sekian kali dalam 8 
tahun belakangan ini bolak balik ke luar negri harus membayar uang fiskal 
sejumlah Rp.1000.000. Jumlah itu tentunya tidak sedikit. Coba kamu bayangkan, 
dalam 1 hari ada 250 orang Indonesia yang keluar negri dan harus membayar uang 
fiskal itu, maka dalam 1 hari didapat Rp.250.000.000,dan dalam 1 bulan akan 
didapat Rp.7.500.000.000 alias 7.5 M!! Nah uang yang sebanyak itu sebenarnya 
larinya kemana sih ??
   
  Kok kalo diliat-liat gak pernah ada perkembangan yang berarti dari lapangan 
terbang internasional Soekarno Hatta ini ? Malah sangat kalah dengan negara 
tetangga Malaysia yang memperoleh predikat The Best Airport In The 
World...gile...padahal sama-sama muke melayu, sama-sama makan nasi dari tanah 
yang geologisnya juga sama, ngomongnya juga bahasa mirip-mirip, tapi kenapa 
kita kalah banget sih ?? Kenapa ??
   
  Dalam artikel ini MBDC membandingan ariport Cengkareng dengan Kuala Lumpur 
International Airport (KLIA). Yang kami bandingkan adalah terminal kedatangan 
internasional. Kenapa tempat itu saja ? Ya karena airport adalah kesan pertama 
bagi suatu bangsa. Apabila orang hanya transit dan tidak sempat masuk ke dalam 
kota untuk menilai lebih lanjut tentang negara itu,maka kesan yang didapat dan 
diingat orang itu adalah airportnya.
   
  2. Lorong Airport
   
  Ini adalah yang kita tangkap setelah sesaat keluar dari pesawat. Lorong untuk 
mencari tempat pengambilan bagasi dan imigrasi.
   
  Lorong di KLIA
   
  Airport Kuala Lumpur memiliki lorong yang sangat nyaman dengan desain yang 
didominasi oleh kaca dan elemen aluminium yang mengesankan futuristik dan 
modern. Lantainya juga sangat bersih dan mengkilap, udaranya juga sangat nyaman 
setelah beberapa jam berapa di dalam pesawat dengan udaranya yang kering.
   
  Lorong di Cengkareng
   
  Airport Cengkareng berkesan suram dan kumel karena didominasi oleh tembok 
semen yang tidak dilapisi cat lagi dan kiri kanan terdapat kaca yang banyak 
terdapat sisa-sisa kotoran/baret yang tidak bersih. Lantai motiv bata dan kiri 
kanan terdapat hiasan dari kayu ukir-ukiran yang sangat tradisional.
  Berkesan negara kita penuh dengan keanekaragaman budaya
  tradisional....bangsa yang masih sangat tradisional kah kita ???
   
  3. WC
   
  "*Untuk menilai seseorang, lihatlah WC di rumahnya*" Pernah mendengar
  ungkapan seperti itu ? Kalau belum, jangan bohong deh...barusan kamu baca kan 
? Ungkapan itu adalah benar, karena WC menunjukan sifat orangnya, apabila WCnya 
jorok dan kotor maka begitu juga orang itu.
   
  WC di KLIA
   
  Airport Kuala Lumpur WCnya sangat bersih dan tidak bau pesing. Tata lampu 
yang diatur sedemikian rupa juga membuat kesan bersihnya dan nyamannya sangat 
terasa. Di pissoir/tempat pipis cowok, setelah selesai buang air kita tidak 
perlu pencet tombol apa-apa karena semuanya otomatis dengan infra merah, 
standar hotel lah. Juga terdapat tempat tissue dan buang sampah yang banyak. 
Tempat cuci tangannya juga kita tidak perlu menyentuh apa-apa, air keluar 
dengan sendirinya. Semuanya didesain sedemikian rupa sehingga selalu terlihat 
bersih dan mengutamakan higienis.
   
  WC di terminal bis...eh salah..airport Cengkareng
   
  Airport Cengkareng, WCnya seperti WC terminal/pom bensin. Pissoir terlihat 
seperti setengah jadi, karena pipa bawahnya masih terlihat. Entah emang gayanya 
seperti itu atau gimana kurang tahu. Setelah buang air kecil, kita harus 
memencet tombol untuk flushnya. Ribuan tangan orang yang telah memegang 
"burung"nya mendarat di tombol itu dan menjadi tempat gathering kuman-kuman dan 
bakteri dari ribuan burung itu...iiii...jiji banget. Dari segi tata lampu hanya 
diterangi oleh 2 lampu neon biasa dan 2 lukisan tanpa selera yang terdapat 
didepan pissoir itu. Untuk cuci tangannya kita harus memutar keran air itu yang 
juga ribuan tangan yang belum tercuci tadi mendarat di keran air itu. Sabun 
untuk cuci tangannya juga murahan sekali,tidak terdapat tissue untuk mengelap, 
hanya ada 1 handdryer yang tidak
  berfungsi.
   
  4. Tempat Duduk
   
  Airport adalah tempat orang mendarat setelah berpergian jauh dan yang
  pastinya capek. Maka tempat istirahat yang praktis sangat dibutuhkan disini.
   
  Tempat duduk di KLIA
   
  Airport Kuala Lumpur mempunyai jawabannya untuk itu. Terdapat banyak sekali 
bangku yang berjejer di sepanjang lorong airport. Bangku itu selalu terlihat 
bersih dan nyaman untuk ditiduri. Seperti gambar yang paling atas, tidak 
terdapat batas antara bangku, sehingga memungkinkan orang yang sangat lelah 
untuk tidur diatas bangku itu. Juga terdapat jam diatasnya, jadi kita tidak 
mungkin ketinggalan pesawat ketika sedang nyaman diatas bangku. Juga terdapat 
jejeran bangku santai yang didepannya terdapat televisi. Jadi waktu menunggu di 
airport itu bisa digunakan untuk santai juga.
   
  Tempat duduk di Cengkareng
   
  Sepanjang lorong airpot Cengkareng, hanya ada beberapa bangku 4set seperti 
gambar diatas ini. Lumayan terlihat nyaman tapi juga selalu penuh terisi orang. 
Apabila ada orang yang mau tidur langsung habis itu susunan 4 bangku.MBDC coba 
untuk tiduran dijejeran bangku itu, rasanya kurang nyaman, karena ada celah 
diantara bangku-bangku tersebut yang enggak enak
  dipunggung/pinggang.
   
  5. Telepon Umum
   
  Memang jaman sekarang orang sudah jarang menggunakan telepon umum. Tapi apa 
jadinya apabila provider HP kita tidak bisa menjangkau negara yang kita 
kunjungi? telepon umum adalah jawabannya.
   
  Telepon umum credit card di KLIA
   
  Airport Kuala Lumpur memiliki telepon umum yang lumayan banyak jumlahnya.Yang 
tersedia juga telepon umum credit card, dimana kamu tidak perlu menggunakan 
uang untuk membuat panggilan.
   
  Telepon umum vintage di Cengkareng
   
  MBDC tidak menemukan satu telepon umum pun di lorong terminal kedatangan 
sampai hingga harus menembus bagian imigrasi dan tempat pengambilan bagasi baru 
ketemu 1 set telepon umum. Bayangkan kalau orang yang tidak bisa keluar sampai 
menembus imigrasi karena harus transit pesawat atau sejenisnya,bagaimana 
caranya dia membuat panggilan ?? Pinjam HP mas-mas yang jaga ??
  Hmmm...
  Lucunya, airport Cengkareng ini masih memajang telepon umum yang sangat 
vintage, yang menggunakan koin. Gila...jaman kapan tuh ? Udah gitu logikanya 
kan orang yang baru datang terutama orang asing, mereka mana punya koin rupiah. 
Kalau ada juga uang kertas, masa mereka musti beli permen dulu supaya ada 
kembalian koin terus baru bisa buat panggilan ?? Udah gitu satu lagi teleponnya 
gak jelas juga. telepon credit card sepertinya, tapi MBDC coba masukkan credit 
card tapi tidak berfungsi. Hmm aneh...ato jangan-jangan itu telepon kartu yang 
jaman dulu juga ? Kita ini di Jakarta atau terjebak di mesin waktu sih ??
   
  6. Trolley
   
  Orang sangat butuh yang satu ini, apalagi kalau bagasi kita jumlahnya banyak 
dan besar serta berat-berat.
   
  Trolley di KLIA
   
  Trolley di Airport Kuala Lumpur tersusun rapi dan terdapat di setiap ban 
berjalan pengambilan bagasi. Samgat nyaman digunakan untuk membawa
  barang-barang yang besar dan berat.
   
  Trolley dengan penunggunya di Cengkareng
   
  Trolley di Airport Cengkareng juga tersusun rapi dan terdapat di setiap ban 
berjalan pengambilan bagasi. Bedanya cuman banyak orang yang jagain. Entah 
maksudnya apa. Begitu kita mau ambil, mereka sudah langsung mengambilkan satu 
buat kita dan memberi trolley itu untuk kita. Baik sih...tapi takutnya 
disalahgunakan untuk turis-turis yang tidak ngerti, mereka pikir bangsa kita 
bangsa yang ramah, bantuin ambil bagasi segala dan nganter sampai ke tempat 
parkir. Eh taunya malah minta duit akhirnya...dan kadang-kadang jumlah yang
  diminta pun tidak masuk akal. Jadi berhati-hatilah sama orang yang 
baik,karena orang baik pun kadang perlu makan.
   
  7. Ban berjalan bagasi
   
  Ini adalah tujuan terakhir dari setiap perjalanan di airport. Setelah
  mengambil koper, langsung deh menuju pintu keluar.
   
  Ban berjalan di KLIA
   
  Ban berjalan di Airport Kuala Lumpur bentuknya bunder, jadi bagasi yang sudah 
keluar muter-muter aja terus disitu sampe yang punyanya ngambil.
   
  Ban berjalan ala uler di Cengkareng
   
  Ban berjalan di Airport Cengkareng bentuknya meliuk-liuk kaya uler. 
Jadibagasi yang udah keluar, terus orangnya belum sempet ngambil dia melakukan 
perjalanan yang jauh sekali, masuk lagi ke belakang tembok, dimana kita tidak 
bisa melihat apa yang terjadi dibelakang itu. Mungkin sering kejadian bagasi 
yang terbongkar atau isinya dicuri terjadi dibelakang tembok itu.
  Karena orangnya mungkin tersangkut dibagian imigrasi atau apa, bagasi yang 
belum diambil itu mencuri perhatian orang iseng, dan dia punya tempat untuk 
melakukan aksinya dibelakang tembok yang tidak terlihat itu, dan begitu bagasi 
keluar lagi kedepan, isinya sudah hilang.
   
  So..inilah perbandingan 2 airport yang MBDC singgahi kemarin ini. Kenapa bisa 
seperti itu, kemana larinya uang 7.5M itu ?? Kenapa WC kita terlihat sangat 
jorok, apakah ini juga menandakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang 
jorok ?? Apakah bangsa ini tidak mementingkan kenyamanan tamu yang singgah di 
negara ini ? Kami juga tidak mengerti....
   
  Tapi mungkin ada satu teori yang bisa kita pertimbangkan kebenarannya,
  kenapa Malaysia lebih maju daripada Indonesia (kecuali dalam bisnis hiburan)
  :
   
  1. Malaysia "dijajah" oleh Inggris yang berkonsep commonwealth alias
  kesejahteraan bersama. Sedangkan Indonesia dijajah Belanda yang berkonsep 
mengeruk sebanyak mungkin untuk membuat ladang ganja di Amsterdam...taeah.
  2. Sekarang bahasa Inggris jadi bahasa pertama bersama-sama bahasa
  melayu, yang merupakan bahasa internasional jadi mereka lebih gampang go 
global. Indonesia jangankan Inggris, bahasa Belanda aja ga ada
  kesisa-sisanya sama sekali, bahkan bahasa Indonesia sendiri setiap tahun 
mengalami perubahan ? Iya kan Bo..?? Cape deh.....
  3. Infrastruktur Inggris jelas, tata kota dsbnya sangat jelas juga.
  Sedangkan Belanda hanya meninggalkan teknologi kanal alias got, dimana orang 
kita gak ngerti malah jadi tempat pembuangan sampah yang menyebabkan banjir 
tiap tahunnya yang merendem kota Jakarta.
   
  -- 
  Lia Andewi
  Bali - Indonesia
  62 818 777 851
   
  -- 
  Kunjungi blogku di: 
  http://titiana-adinda.blogspot.com
  

Kunjungi blog aku di:
http://titiana-adinda.blogspot.com/
              
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

Kirim email ke