Dear Mbak Cahyaning,
Bukan maksud hati untuk memperdebatkan tema. Saya sekadar bertanya,
syukur-syukur pertanyaan saya dibaca oleh salah seorang panitia yang mengikuti
milis ini. Selanjutnya? Terserah mereka. Soal tema acara yang kurang mengena,
menurutku justru lebih pas diomongin sebelum Hari-H. Apalagi sebagian
pembicaranya juga ikut milis ini, semisal Mas Budiman Sudjatmiko. Kebetulan,
tadi siang saya sempat beremail-emailan dengan mas Ulin Yusron yang juga
panitia acara ini, tetapi ngomongin soal lain (Ok, saya c/c ke beliau). Kalau
acaranya berlangsung besok, sudah pasti panitia sudah memesan backdrop dan
lainnya dengan tema yang dipajang segede gajah. Dan kalau kita besok nonton TV,
pasti di berita akan disorot tema itu terus-menerus.
Umumnya, perusahaan atau panitia saat membuat sebuah tema/topik/brand dan
lainnya selalu didiskusikan dengan panjang, jauh hari sebelumnya. Berbagai
usulan ditampung, kemudian disaring, lalu terpilihlah satu tema yang mantap dan
tidak malah menciptakan citra miring atau negatif.
Buatku, istilah "berkuasa" dikaitkan dengan pemimpin muda adalah sesuatu yang
memiliki makna negatif. Saya hanya menggunakan feeling saja sih, maklum bukan
pakar bahasa, juga bukan politisi. Tema dengan tone yang "lebih pas" menurutku
adalah: "Saatnya kaum muda memimpin bangsa"...
Bagaimana Mas BS dan Mas Ulin?
cahyaning buana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Bapak Ibu yang baik...
Gini deh... gimana kalo kita datang aja sekalian dalam acara diskusi publik
itu, daripada hanya temanya aja yang diperdebatkan di sini. So, kita bisa
sekalian perdebatkan dan kritisi materi dari diskusi publik itu. Bukankah
ketidaksepakatan-ketidaksepakatan hanya akan menjadi bisul nurani dan hanya
sekedar jadi bisik2 lorong kalau gak di utarakan secara jantan kepada yang
bersangkutan???
So, yuuukkk... Rame2 kita liat acaranya...
Warm Regards,
Asri
----- Original Message ----
From: Ignas Iryanto <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, June 18, 2007 11:51:53 AM
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Undangan Diskusi Publik: "Saatnya Pemimpin
Muda Berkuasa", Selasa, 19 Juni 2007
Setuju bung Radityo,
Orang yang menggunakan judul ini kemungkinan besar: Power Oriented.
Regenerasi kepemimpin memang diperlukan agar elemen elemen Orba tidak lagi
berada di ring satu kepemimpinan negara. Munculnya orang orang muda patut
disambut baik.
Namun merekapun perlu menunjukkan bahwa mereka berbeda dengan generasi
sebelumnya dalam melihat kekuasaan. Judul diskusi yang sangat Power Oriented
semoga tidak menjadi cermin dari suatu paradigma yang melihat Kekuasaan sebagai
Tujuan.
Dengan pemahaman Kekuasaan Sebagai Tujuan: apapun akan dilakukan untuk mencapai
tujuan tersebut dan apappun akan dilakukan untuk mempertahankannya, jika
kekuasaan itu sudah ditangan. Menempatkan citra sebagai prioritas adalah eviden
dari paradigma ini.
Sebaliknya pemahaman bahwa Kekuasaan sebagai instrumen dari suatu tujuan lain
yang lebih luhur, akan menyebabkan adanya batasan-batasan moral, etika dan
bahkan hukum dari berbagai upaya untuk mencapainya. Pling tidak segalah jalan
dan upaya yang kontraproduktif terhadap tujuan mulia itu akan dihindari. Dan
setelah memilikinya, yang terpenting adalah kerja keras untuk merealisasikan
tujuan dan bukan untuk mempertahankan kekuasaannya.
Sukarno pernah mengatakan harus dibedakan atas dua: machtformig dan
machtanwendig, pembentukan kekuasaan dan penggunaan (aplikasi) kekuasaan. Kita
rasanya cukup canggih dengan yang pertama sebagai yang juga ditunjukan secara
positip dengan suksesnya Pemilu kemarin dan secara negatip dengan berbagai
praktek kotor di Pilkada namun pasti masih amburadul dengan yang kedua.
Quo Vadis, orang orang muda ? Semoga tidak Power Oriented namun People Oriented
dan Power ist just intrument for it.
Salam, Irry.
---------------------------------
Now that's room service! Choose from over 150,000 hotels
in 45,000 destinations on Yahoo! Travel to find your fit.