Gus Dur emang menggelikan. Mau aja dia diperalat oleh Yahudi Zionis
untuk kepentingan propaganda mereka. Tapi orang penganut Zionisme itu
juga bego. Mereka pikir Gus Dur masih ditanggapi serius di Indonesia.
Jadi siapa ngadalin siapa gak jelas.
Mempertanyakan skala holocaust itu suatu hal yang legitimate,
sebagaimana orang mempertanyakan kebenaran g30s/pki. Dan ahmadinejad
benar waktu dia bilang: kenapa rakyat palestina yang harus menanggung
penderitaan, padahal yang berdosa adalah kaum Nazi jerman? Kenapa
nggak diciptakan negara yahudi di jerman untuk menebus dosa Nazi?

On 6/18/07, Muhammad Bagir <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>           Menanggapi Seminar Toleransi Gus Dur di Bali
> Monday, 18 June 2007       Oleh: Muhammad M Marhaban
>   Sebagai seorang mantan Presiden, Gus Dur seharusnya bisa melihat persoalan
> ini secara proporsional dengan tidak melakukan tirani-intelektual, serta
> memaksakan pendapatnya bahwa bangsa Indonesia harus percaya kepada peristiwa
> Holocoust. Sebab, bagi orang-orang yang cermat di dalam mengamati
> perkembangan Yudaisme di dunia, maka mereka jelas akan menertawakan seminar
> non-akademis yang dilakukan Gus Dur di Bali bersama pemimpin spiritual
> Hindu, Sri Sri Ravi Shankar, dan Direktur the Pardes Institute of Jewish
> studies, Rabbi Daniel Lande.
>   Menanggapi Seminar Toleransi Gus Dur di Bali : "Ketika Yang Mewancarai
> Tidak Tahu Persoalan, Sama Seperti Yang Diwawancarai"
>   Inilah sikap mengecewakan yang mana ketika sebagian pemimpin bangsa kita
> bisanya hanya "manutan" dengan tawaran bangsa asing. Sikap Gus Dur untuk
> melakukan konferensi Toleransi Agama di Bali yang diselenggarakan pada
> Selasa (12 Juni 2007) sungguh sangat disesalkan.
>   Di sini persoalannya bukan pada masalah toleransi, tetapi pernyataan
> keliru Gus Dur yang mengatakan bahwa Presiden Iran, Ahmedinejad telah
> menolak keberadaan peristiwa Holocaust. Inilah Gus Dur, seorang mantan
> Presiden Indonesia yang terlalu tergesa-gesa untuk menerima masukan dari
> seorang warga AS, Colin Tail yang juga menjadi penyelenggara seminar di Bali
> untuk membela peristiwa Holocaust.
>   Pertama-tama, persoalan kebenaran peristiwa Holocaust bukanlah
> perselisihan pendapat yang terjadi antara Presiden Ahmedinejad dan kaum
> Yahudi, karena penolakan atau denial atas peristiwa Holocaust untuk pertama

Kirim email ke