GODAM TERSENYUM RADA SINIS
19 juni 2007,selasa berhikmah

Hmm,dengen si Mang Ucup inih,

daku pernah kontak dalem tunglisan,

langsung atawa engga langsung.

Memang Ucup dikenal bahenol dalem tunglisan,

bahkan ada yang bilang, Ucup inih sarkastis,sinis.

sementara buatku,diahlah satu sosok tukang kibul

yang sayangnyah,membuatku sunglit percayah lagih,

akan curahan atinyah..walaopun sual isi tunglisannyah

yang banyak bunga rampehnyah..yah..daku sukak jugak lah.

Sembari daku memberi komentaran jugak tentang

Milist apa kabar..YANG MULAEN NYUNGSEP, bersamaan

dengen milist PEPEKU INIH DIAH..miliknyah si gago yang gaguh.

HEHEHEH..ITUH disababken terlalu arogannyah,

yang memilikin milist ituh..sakhingga MENGGALI LIANG

KUBURNYAH SENDIRIH..

Sementara MILIST PERDULI MEDIA INIH, mangsih

ada dijalur..KEJUJURAN DAN KETERBUKAAN,

memang daku dikenal tajem..dan mungkin paling kotor

lontaran katanyah..NAMUN..YANG KUSODORKEN ADALAH

KASUNYATAAN YANG ADA DI TENGAH BANGSA INDON, KITA

YANG BENER2 PALSUH DAN SUNGLIT DICARIKEN SOLUSINYAH..

heheheh..jadi buat si Ucup..yang Randy inih..

daku mangsih punyak dongha..biarlah kau jadi berkah

dimana tunglisanmu..bisak merenyahken gado2 di

Restorant Mediacare inih..

salam tempur..buat kejoliman bangsa Indon.



--- In [email protected], "mangucup88" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Pengalaman Mang Ucup bermilis ria sudah lebih dari sepuluh tahun 
dan 
> pada saat ini bergabung di lebih dari 60 macam milis, oleh sebab 
> itulah telah cukup banyak makan asam garam maupun jam terbang saya 
> dalam bermilis ria.
> 
> Saya jadi tertarik untuk menulis tentang milis Mediacare, bukannya 
> karena sang owner dari milis ini sdr Radityo Djadjoeri, kenal baik 
> dengan mantan mertuanya mang Ucup, bekas Bupati Bantul, melainkan 
> karena milis ini benar2 unik jadi lain dari yang lain.
> 
> Milis yang paling ngetop ketika saya mulai bermilis ria adalah 
milis 
> Apakabar, tetapi sekarang sudah jauh terlangkahi oleh Mediacare 
> dimana antara lain jumlah members saja sudah hampir mencapai 
delapan 
> ribu members dan ini bukanlah jumlah yang bisa dibilang kecil. 
> 
> Besar kecilnya satu milis pada umumnya dinilai dari jumlah members 
> yang ada maupun dari jumlah arus berita yang masuk. Milis dengan 
> jumlah members dibawah 1.000 termasuk milis kelas teri alias milis 
> mini. Dibawah 2.000 kelas Medium; setelah diatas 2.000 baru dapat 
> disebut milis ukuran Large - Besar. Sedangkan milis dengan jumlah 
> diatas 5.000 members baru bisa dikategorikan sebagai milis Mega 
dan 
> ini termasuk milis Mediacare, dimana setiap harinya bertambah 
> sekitar 40 s/d 50 members baru.
> 
> Setiap orang dengan mudah bisa jadi anggota milis Mediacare, 
tetapi 
> tidak setiap tulisan dapat ditayangkan. Oleh sebab itulah 
merupakan 
> satu kebanggaan tersendiri apabila tulisannya dapat ditayangkan 
> disitu. Betapa tidak tulisannya akan dibaca oleh ribuan orang 
media, 
> sehingga besar harapan bahwa tulisannya dapat dimuat di salah satu 
> media lainnya.
> 
> Di milis Mediacare orang boleh mejeng sambil jualan apa saja mulai 
> dari yang jualan politik, budaya s/d agama. Jadi milis yang 
bersifat 
> gado-gado tulen. Setiap member bisa mejeng disitu dengan hasil 
> karyanya, entah itu sastra sekaliber Shakespeare atau sastra 
> picisan. Mulai dari pujangga besar sampai pujangga kagetan ataupun 
> pujangga mabok sekalipun, semuanya ada disitu
> 
> Masing-masing penjual (penulis) saling mempromosikan, bahwa kecap 
> mereknya adalah yang terbaik dan yang nomor satu disamping halal 
> dijamin tidak mengandung racun. Para penjual produk politik pun 
> tidak beda jauh dengan para penjual agama, bedanya yang satu 
> berusaha untuk menjual atau mempromosikan illahnya sedangkan dalam 
> dunia politik mereka untuk mendewakan tokoh idola atau ideologinya.
> 
> Seperti layaknya dipasar para penjual yang paling keras nada 
> teriakannya, merekalah yang paling banyak mendapatkan perhatian, 
> walaupun tidak dijamin bahwa produknya itu baik.
> 
> Hal ini dilakukan oleh para salesman; apabila produknya buruk dan 
> kurang laku, maka wajarlah apabila ini harus ditunjang dengan 
> teriakan-teriakan promosi yang berlebihan ataupun yang bersifat 
> provokatif. Dan lucunya lagi, banyak orang percaya, entah 
kosumennya 
> yang dunguk atau si penjualnya yang pinter, walaupun terkadang 
tidak 
> masuk diakal sekalipun juga, tetapi tetap saja di Amin kan dan 
minum 
> secara glek begitu saja.
> 
> Lihat saja iklan rokok, sudah jelas bahwa merokok itu tidak sehat 
> dan juga tidak baik bagi kehidupan kita, tetapi toh banyak orang 
> terpengaruhi dan percaya akan iklannya :"Dapat membuat hidup jadi 
> lebih hidup"
> 
> Persaingan tidak sehat bukan hanya berlaku dan ada di dalam pasar 
> nyata saja, bahkan di pasar maya pun demikian. Para penjual yang 
iri 
> berusaha untuk mengeluarkan gosip-gosip kotor maupun tuduhan-
tuduhan 
> palsu untuk menyudutkan penjual saingannya. Dengan demikian 
> diharapkan dapat membuat dirinya menjadi semakin terpandang dan 
> semakin dipuji orang.
> 
> Semakin bebas peraturan yang berlaku di pasar itu, semakin banyak 
> pula premannya disitu. Disanalah kata-kata kotor dan kata-kata 
yang 
> keras dapat berkembang biak dengan cepatnya. Budaya sopan santun 
> disana sudah tidak ada lagi, sehingga akhirnya sering terjadi 
saling 
> gontok-gontokan satu dengan yang lain.  Oleh sebab itulah saya 
> setuju apabila ada peraturan yang jelas.
> 
> Makanan yang dijual disanapun macam-macam rasanya, ada yang manis, 
> asin, pedas, asem, pahit bahkan yang beracun sekalipun ada. Lucu 
bin 
> nyata, sudah tahu bahwa masakan Padang itu pedas, tetapi tetap 
saja 
> makanan itu yang dipilih, walaupun kenyataannya ia tidak suka 
> makanan pedas. Maka janganlah sewot atau uring-uringan apabila 
> makanannya kepedasan.
> 
> Oleh sebab itulah apabila anda ingin cepat jadi selebritis dan 
cepat 
> dikenal orang; sering-seringlah mejeng di Mediacare atau milis 
> tempat dimana orang mejeng ! Dimana setiap penulis kagetan pun 
bisa 
> dikarbit menjadi pujangga besar ! Anda tidak bisa dinilai sebagai 
> seorang pujangga apabila tulisan anda belum pernah ditayangkan di 
> Mediacare.
> 
> Mang Ucup – Pujangga Mabok
> Email: [EMAIL PROTECTED]
> Homepage: www.mangucup.net
>


Kirim email ke