Terlalu membanggakan orang bule jelas keliru, terlalu membanggakan orang Indo jelas keliru. Kita tengah-tengah aja dong, yang obyektif.
Yang jelas keliru, persepsi bahwa orang bule itu pasti lebih jago dari orang Indo. Bahwa kebanyakan mereka lebih disiplin emang iya, tapi tidak berarti orang Indo lebih tidak becus kerja. Terlalu banyak contoh orang Indo/lulusan Indo yang sukses di LN. Sari tampaknya ingin memberikan disinformasi kepada rekan-rekan bahwa banyak alumni IPTN yang tidak becus bekerja di Jerman kemudian ditendang. Sebenarnya alumni IPTN yang berprestasi di Jerman jauh lebih banyak daripada yang tidak becus. Saat ini masih ada beberapa alumni IPTN, yang masih bekerja di Airbus, Eurocopter, dan juga perusahaan subkontraktor mereka. Di Inggris dan Perancis, ada beberapa alumni IPTN, meski tidak sebanyak yang kerja di Jerman. Sebagian dari mereka malah sudah punya ijin tinggal tak terbatas. Sempat memang ada layoff besar-besaran sekitar tahun 2002-2003, tapi itu bukan karena ketidakbecusan, tetapi karena beberapa perusahaan penerbangan di Jerman pada bangkrut, salah satunya karena efek domino 9/11. Misalnya Dornier, dimana disana pernah ada lebih dari 50 insinyur alumni IPTN. Dari 50 orang itu, emang ada 1 orang yang di PHK karena tidak becus. Sekarang Dornier sudah tamat, Jerman sudah gak punya lagi industri penerbangan sendiri. Yang dilayoff bukan hanya orang Indo, tapi juga orang Jerman, mereka sama-sama jadi Arbeitlos selama berbulan-bulan. Meskipun Dornier kolaps, tapi pemerintah mewajibkan Dornier supaya tetap mempertahankan beberapa karyawan untuk support produk yang sudah ada. Dari sekitar 20 orang inti, kebanyakan orang Jerman semua, salah satunya alumni IPTN. Kita semua tahu kalau Sari tinggal di Jerman, dan kebanyakan kita emang tinggal di Indo. Tapi kita juga tidak buta informasi terhadap Jerman. Cheers, --- In [email protected], kuncaraning sari <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Tidak semua yang Anda omongin adalah benar, dalam > hal ini aku tidak membela ibu Mustikawati. Ada juga > pekerja asing di negara kita itu handal. Aku dulu > bekerja di salah satu mal terkenal di Jakarta, grup > besar. Kami menggunakan tenaga asing untuk membangun > mal, aku sangat salut pada kinerja bule yang di tempat > kerjaku. > > Setelah selesai proyek, bule tersebut kembali > ke negaranya terus apa jadinya??? setelah alih > teknologi, ternyata para insinyur kita itu > kebanyakan hanya duduk di belakang meja dan > berkoar-koar, tidak memperhatikan pemeliharan > cheeleer, dll, akibatnya jebol > > Kebetulan aku tinggal di Jerman, banyak juga insinyur > IPTN yang kerjanya nggak becus, thn 2004 mereka > dipulangkan sebelum proyek selesai. > > Banyak juga bule yang kerjanya nggak becus dan kepala batu, jadi jangan di pukul rata.. > > > anda kesannya sombong sekali. > > Salam, > > Sari
