saya sih sederhana saja, mungkin saja kesempatan polisi menangkap si abu memang 
pada saat itu. kalo harus menunggu si abu sendiri tanpa ada anak-istri ya 
repot. 
   
  bayangkan kalo ada jambret atau copet, yang tidak ditangkap gara-gara si 
pelaku lagi bersama ank-istrinya...
   
  ato bayangkan ketika si koruptor tidak ditangkap, hanya karena si koruptor 
sedang asyik bersama ank dan istrinya...
   
  lucu sekali, ketika mereka mereka itu ditangkap di depan hidup anak istrinya 
(bahkan sebagian pelaku kriminal ditangkap juga dengan tembakan), tidak ada tuh 
yang teriak melanggar HAM. Padahal, kalau mau jujur mereka itu sebagian besar 
juga beragama islam.
   
  a yo dong, bersikaplah fair dan adil, jangan berteriak menangkap abu 
melanggar HAM karena 'nilai berita' abu lebih besar dari mereka para kriminal 
kelas teri itu. ah paling-paling yang teriak melanggar HAM cuma mau numpang 
nge-top doank...
   
  jelasnya ini bukan soal HAM atau bukan HAM, ini soal kesempatan polisi 
menangkap tersangka...sedetik saja kesempatan itu lewat, maka bisa jadi polisi 
tidak akan pernah bisa menangkap si abu lagi untuk selamanya...
   
  dan jelasnya lagi, ada yang numpang nge-top lantaran 'nilai berita' abu yang 
tinggi...
   
  ok bro
  

Wira Ooy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
            BUNG Edi!!!!
  Edi santoso:
  kejahatan yg kita lakukan, tidak pantas jika keluarga anak istri kita yg 
menanggung, tindakan tim pemburu itu zolim dan kejam.  karena bukan anda yg 
jadi korban, maka anda bisa beropini bebas lepas tanpa beban.

  Saya:
  Bapak nonton persidangan amrozi, imam samudra CS tidak?
Mereka telah melakukan pemboman yang menyebabkan tubuh manusia hancur lebur 
tidak karuan pangkal.....hancur lumat...dan itu terdiri dari kaum kafir dan non 
kafir...
Apakah anda lihat mereka merasa bersalah?

TIDAK!!!!

mereka bukan orang goblok, mereka mengerti apa yang mereka lakukan dan percaya 
balasannya SURGA karena sudah berJihad.

Jangan katakan mereka bukan islam, mereka sholat, mereka bersaksi atas allah 
dan nabi muhammad, mereka berpuasa, mereka dapat membaca Al Qur'an... dan 
bagian yang tidak kalah pentingnya adalah mereka selalu meneriakan kata 
ALLAHUAKBAR! ALLAHUAKBAR! ALLAHUAKBAR! saat dipersidang dan setelah mendapatkan 
amar putusan majlis hakim...

Koq ada orang-orang yang buta MATA TELINGA dan HATI NURANI melakukan tindakan 
pemboman BIADAB disuatu tempat yang tidak ada hubungan sakit hati dan 
peperangan dengan mereka serta golongan mereka dan justru dilandasai pemahaman 
AGAMA..
  Korban-korban itu Sudah jelas BUKAN orang KAFIR amerika..itu adalah juga 
Orang indonesia seperti anda dan bagian yang paling menyedihkan bahwa korban 
juga banyak yang beragama ISLAM!
  Begini saja :
  Bayangkan putri anda seusai pulang sekolah minta ijin anda untuk ke mall,  
membeli buku pelajaran Agama....namun..ia tidak kunjung pulang....dan yang anda 
tahu hanya berita di TV....bahwa banyak tubuhnya hancur lebur tidak karuan 
pangkal.....hancur lumat...di mall tempat putri anda pergi.
  kemudian Bayangkan:
  ABU DUJANA bersama kawan-kawannya, 
  Minum KOPI sambil makan pisang goreng menonton TV...tertawa lepas.... 
mentertawai bung Edi yang terguling2  menangis kehilangan anggauta keluarga dan 
tidak mengerti apa salah anda sekeluarga terhadap ABU DUJANA..sehingga sampai 
putri anda tidak lagi dikenali jasadnya
  Jadi Satu butir Peluru dikaki itu ZOLIM?
  ....bayangkan wajah anak anda/istri/keluarga anda berdarah2...hancur lumat!!!!
  Mudah2an pada saat ada pemboman berikutnya anda bisa merasakan derita ratusan 
orang yang KEHILANGAN handai taulandnya karena perbuatan BIADAB orang-orang 
seperti ABU DUJANA
  Saya Berharap ANDA Mengalami...
  
--- In [email protected], Dery K <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Hari gini masih ada orang yang mikirin HAM buat orang yang ngga pernah 
> mikirin HAM orang laen untuk hidup, apa aja yang kita lakuin pasti punya efek 
> buat anak, istri dan keluarga kita sendiri, harusnya itu udah jadi itungan 
> resiko buat orang seperti ABU DURJANA, betul kata mas EDI .. kita bisa ber 
> opini bebas lepas tanpa beban ..... karena mas Edi juga pasti tidak bisa 
> merasakan gimana rasanya jadi keluarga akibat keganasan orag-orang DURJANA 
> kaya si ABU ini, orang-orang yang menghalalkan segala bentuk tindak kekerasan 
> sampi membunuh banyak orang dengan dalih AGAMA, Apa bener TUHAN itu 
> menciptakan orang berbeda agama untuk saling membunuh ??? 
> sekali lagi ... menmang benar ....kita emang bisa beropini bebas lepas tapa 
> beban. 
> 
> 
> Jabat Erat 
> 
> edi santoso [EMAIL PROTECTED] wrote:
> kejahatan yg kita lakukan, tidak pantas jika keluarga anak istri kita yg 
> menanggung, tindakan tim pemburu itu zolim dan kejam.
> karena bukan anda yg jadi korban, maka anda bisa beropini bebas lepas tanpa 
> beban.

Kirim email ke