Sama mas Radit, saya juga jarang nonton TV. Apalagi TV indonesia yang isinya hanya Sinetron melulu, apakah sudah sebegitu putusasanya industri TV indonesia? Sehingga banyak sekali bergantung pada Sinetron yg konon memiliki rating cukup bagus. Buat temen2 di industri TV, kami masih menunggu inovasi apa yang akan kalian hadirkan buat bangsa ini...gak bosen apa hanya menjual impian utopia, tangisan, dan teriakan di sinetron. Apa gak malu juga terus2an meniru atau mungkin mensadur karya orang lain...atau bahkan mengutip ajaran2 agama yg didramatisir. Kalau salah satu stasiun TV sudah berhasil dengan EmpatMata...mbok ya yang lain mecoba berinovasi dan jangan hanya berusaha membuat acara sejenis. Mudah2an kedepannya penikmat TV di Indonesia bisa punya banyak pilihan acara bagus, menghibur dan juga mendidik.
ibnu On 6/20/07, radityo djadjoeri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mas Adi, terimakasih untuk masukannya. Surat Pembaca yang dimuat di PR ini menarik, namun sayangnya tidak ada penjelasan di stasiun TV mana sinetron Candy ditayangkan. Saya yang jarang menonton TV mohon diberi penjelasan. *"Adi D. Jayanto" <[EMAIL PROTECTED]>* wrote: Saya tahu, disini banyak orang media, termasuk diantaranya PH. Tentu saya ingin sekali mendengarkan penjelasan "yang berwenang" soal surat pembaca ini... Pikiran Rakyat, 19 Juni 2007 http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/062007/19/99suratpembaca.htm *Inikah Sinetron Model Baru? * SETELAH kasus penjiplakan drama Jepang dan Korea oleh dunia sinetron Indonesia, kini ada modus baru lagi yang dilakukan oleh para pelaku industri sinetron (yang katanya harus kita banggakan sebagai produk dalam negeri) untuk menutupi kekurangan mereka (yang sangat parah) dalam hal mencari ide cerita yang bermutu. Belum lama ini, saya tidak sengaja melihat iklan sinetron baru yang berjudul "Candy", dari iklannya saja saya melihat ada sesuatu yang aneh, tapi saya kira hanya perasaan saja. Tetapi saya lalu memutuskan untuk mencoba melihatnya langsung, dan ternyata kecurigaan saya terbukti. Sinetron tersebut menjiplak dari komik Jepang berjudul "Candy Candy". Semuanya sama persis dengan komik tersebut. "Candy Candy" juga sudah dibuat animenya (film Animasi) yang pernah ditayangkan RCTI pada masa awal mereka baru berdiri. Belum selesai keterkejutan saya, ada sinetron lagi berjudul "Mini" yang dari iklannya saja saya yakin dijiplak dari komik Jepang lain berjudul "MinMin". Ternyata lagi-lagi kecurigaan saya terbukti setelah saya melihat sinetronnya. Masalah Nayla yang menjiplak "I litre of tears" saja belum ada yang memberi penjelasan, sudah muncul penjiplakan model baru ini. Memang kedua komik adalah komik yang lama, terbit di Indonesia belasan tahun lalu. Tetapi keduanya adalah komik yang bagus dan memiliki penggemar sendiri pada masanya. Apa para pelaku ini mengira bahwa tidak akan ada yang tahu perbuatan mereka? Kalau memang sudah tidak ada ide, lebih baik berhenti saja dan jangan merusak karya orang lain dan membuatnya menjadi sinetron bermutu rendah seperti itu. Bahkan mereka menggunakan "bintang-bintang" yang diklaim sebagai bintang besar. Para aktor dan aktris ini juga salah karena mereka tidak meneliti skenario yang mereka terima. Atau mereka tahu, tapi pura-pura tidak tahu karena bayarannya cukup? Saya yakin tidak akan ada penjelasan dari pihak rumah produksi atau manapun tentang penjiplakan ini, karena mereka takut. Pasti ceritanya akan segera diubah (seperti kasus "Siapa Takut Jatuh Cinta" dulu yang langsung diubah ceritanya setelah ada yang tahu bahwa itu jiplakan dari "Meteor Garden"), lalu bilang bahwa semua hanya kemiripan semata. Tapi tindakan kita bila ada sesuatu yang dibajak sangat berbeda, misalnya lagu Peterpan atau sesuatu dari Indonesia yang dipatenkan oleh negeri lain, kita marah, membesar-besarkannya di berita dan infotainment. Giliran kita yang melakukannya semua tutup mulut, bahkan bangga akan perbuatan ini. Apalagi yang akan dilakukan oleh para pemilik "ide kreatif" ini? Drama sudah dijiplak, komik sudah dijiplak, mungkin sudah tidak terhitung jumlah lagu yang sudah dijiplak (tetapi belum ketahuan). Saya dan teman-teman sebagai penggemar drama dan komik Jepang pada khususnya, dan Asia pada umumnya, akan menanti "gebrakan" kalian (para plagiat) selanjutnya. Atau mungkin mau berdiskusi dengan kami tentang judul-judul drama dan komik yang sekarang sedang "in" di sana? Bukankah itu akan mendatangkan keuntungan besar? Bramantyo Ardhiwardhana Riung Asih, Cisaranten Kidul Bandung -- adj bandung.indonesia ------------------------------ We won't tell. Get more on shows you hate to love<http://us.rd.yahoo.com/evt=49980/*http://tv.yahoo.com/collections/265%0A> (and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list.<http://us.rd.yahoo.com/evt=49980/*http://tv.yahoo.com/collections/265%0A>
