Dear Mas Radityo,
Mohon juga di re-posting ke pak M.Mahendra, Terima kasih.
Tidak ada yang salah dengan hak dari semua orang yang mendapatkan pembelaan,
postingan anda bagian terakhir sangat mengusik:
"Oh iya Amrozy dihujat sebagai Teroris karena ngebom
sekali dalam satu hari, kalau Israel yang ngebom
setiap hari selama 60 hari apa namanya ya?"
Ada Bedanya!!!
Israel tidak melakukan di Bali.
Apa harus 60 hari lamanya Amrozy membom dan boleh dihujat menjadi teroris?
untung cuma sekali, dan yang paling untung adalah bukan keluarga Pak M
Mahendradatta yang terkena...hehehe mungkin nanti jawabannya lain lagi
"Pernah dengar gak kami terus menerus memperjuangkan
penuntutan hukum bagi pelaku-pelaku Pembantaian RIBUAN
Ummat Islam di Poso dan Ambon, dimana menyangkut juga
ratusan Wanita & Anak-anak dengan cara dibelah
perutnya, dicacah,diperkosa, diinjak dadanya beramai2
sampai pecah, dan maaf bagian vital wanita setelah
diperkosa dirobek dengan ditusuk tombak. Kemudian
antara lain seorang Pria yang menarik uang dari BRI
kemudian terbaca KTP nya beragama Islam sesampai
diluar dipukuli sampai kepalanya mengelupas dan
akhirnya pecah didepan serombongan patroli Polisi yang
diam saja..... kalau mau lihat videonya silahkan saja
hubungi kami.Sampai hari ini tidak ada satupun dari 17
nama Pimpinan Pelaku Pembantaian tersebut (padahal
saksi yang kami bawa ke Polda Sulteng sudah lebih dari
10 orang) yang diperiksa Polisi."
Maksud anda apakah kepolisian sudah melakukan keberpihakan dalam menangani
kasus sehingga kalau orang islam pasti di hajar, kalo non islam dia bebas
berlenggang kangkung?
Lihat Tibo!!, Lihat Amrozy!
mana yang mati dan mana yang lenggang kangkung!!!!!!
"Kalau kasus yang kami tangani tidak saja terorisme
banyak yang lain termasuk membela Pemilik Pabrik
Tekstil yang keturunan tionghoa beragama Budha dari
serangan Ormas-Ormas Islam di Pekalongan Jawa Tengah
akibat rekayasa seorang buruh pabrik yang mengada-ada
menyebar isyu pemilik pabrik tersebut melarang
buruhnya sholat Jumat padahal tidak ada faktanya. Tapi
kasus-kasus kami yang lain tidak diekspose media jadi
tidak banyak yang tahu."
Kenapa disini bapak tidak menyebutkan anda adalah TPM yang menangani kasus?
bukankah postingan anda mengatakan:
"Kami semua memang Pengacara (sekarang advokat) dan
beragama Islam (Muslim) apa tidak boleh kelompok kami
mengatakan kami ini Pengacara Muslim? Nadhatul Ulama
juga boleh walaupun tidak semua Ulama ikut, Majelis
Ulama Indonesia juga boleh walau tidak semua Ulama
menjadi anggotanya."
apa karena yang menyerang adalah ormas2 islam?
----------------------------------------------------------------------------<<<<<
----- Original Message ----
From: radityo djadjoeri <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [mediacare] Jawaban M. Mahendradatta dari TPM tentang "teroris
berkedok Islam"
Apakah anda yakin mereka teroris? Kami yang siang
malam mempelajari kasus dengan berbagai bukti yang ada
di persidangan kok tidak menemukan itu ya? Mohon maaf
atas ketololan kami, semoga nanti segera kami diganti
oleh yang pintar-pintar.
Kami semua memang Pengacara (sekarang advokat) dan
beragama Islam (Muslim) apa tidak boleh kelompok kami
mengatakan kami ini Pengacara Muslim? Nadhatul Ulama
juga boleh walaupun tidak semua Ulama ikut, Majelis
Ulama Indonesia juga boleh walau tidak semua Ulama
menjadi anggotanya.
Kalau kasus yang kami tangani tidak saja terorisme
banyak yang lain termasuk membela Pemilik Pabrik
Tekstil yang keturunan tionghoa beragama Budha dari
serangan Ormas-Ormas Islam di Pekalongan Jawa Tengah
akibat rekayasa seorang buruh pabrik yang mengada-ada
menyebar isyu pemilik pabrik tersebut melarang
buruhnya sholat Jumat padahal tidak ada faktanya. Tapi
kasus-kasus kami yang lain tidak diekspose media jadi
tidak banyak yang tahu.
Pernah dengar gak kami terus menerus memperjuangkan
penuntutan hukum bagi pelaku-pelaku Pembantaian RIBUAN
Ummat Islam di Poso dan Ambon, dimana menyangkut juga
ratusan Wanita & Anak-anak dengan cara dibelah
perutnya, dicacah,diperkosa, diinjak dadanya beramai2
sampai pecah, dan maaf bagian vital wanita setelah
diperkosa dirobek dengan ditusuk tombak. Kemudian
antara lain seorang Pria yang menarik uang dari BRI
kemudian terbaca KTP nya beragama Islam sesampai
diluar dipukuli sampai kepalanya mengelupas dan
akhirnya pecah didepan serombongan patroli Polisi yang
diam saja..... kalau mau lihat videonya silahkan saja
hubungi kami.Sampai hari ini tidak ada satupun dari 17
nama Pimpinan Pelaku Pembantaian tersebut (padahal
saksi yang kami bawa ke Polda Sulteng sudah lebih dari
10 orang) yang diperiksa Polisi.
Pro dan Kontra tentang kami itu biasa... Insya Alloh
sampai hari ini tidak sepeserpun uang kami nikmati
dari klien-klien TPM. Suka dan tidak suka, Mohon
doanya, semoga Alloh SWT menghentikan kami segera bila
kami tersesat dan melancarkan jalan kami bila itu
benar.
Oh iya Amrozy dihujat sebagai Teroris karena ngebom
sekali dalam satu hari, kalau Israel yang ngebom
setiap hari selama 60 hari apa namanya ya?
Salam,
M. Mahendradatta
Mahendra Law Firm
Get the Yahoo! toolbar and be alerted to new email wherever you're surfing.
____________________________________________________________________________________
Pinpoint customers who are looking for what you sell.
http://searchmarketing.yahoo.com/