Lho saya itu mengomentari tulisan anda, kok bawa2 si Mus. Anda 
menekankan kata mencela Indonesia seolah sesuatu perbuatan yang 
buruk. Padahal cela, kritik, ejek, itu bisa juga bermanfaat. Benar 
tidaknya suatu celaan bisa didiskusikan. Itu yang anda tidak 
lakukan. Dan sayangnya bangsa ini adalah bangsa yang tercela, 
menjadikan celaan terhadap RI adalah pil pahit yang kita orang 
Indonesia harus menelannya setiap saat. Kalo anda tidak mau dicela, 
ya perbaiki dong.

Jadi jelas tuduhan anda terhadap Mus sebagai tukang cela hanyalah 
manifestasi kejijikan anda terhadap Mus. Buka niat luhur untuk 
berdiskusi.

Terbukti dengan tulisan yg sangat subyektif untuk mem-ban Mus. Apa 
anda sedang tinggal di surga, bisa main depak orang yang ga sejalan? 
Jika di komplek rumah saya ada orang yg sangat menyebalkan, apa 
boleh saya ban dari komplek? Dasar ORBA.

You have the right untuk tidak suka, tapi bukan berarti boleh 
mencabut hak orang.

Soal orang Batak yg kampungnya miskin, menjadikan para bataks hrs 
bergabung dengan NKRI sungguh sangat menyedihkan. Apa sih yg 
dipunyai orang Jepang, SIngapura, dan Israel? APa mereka hrs 
bergabung dengan Cina, Malaysia, dan Mesir supaya bisa survive?

Bangsa RI itu masih jauh sangat muda dibanding bangsa2 batak, 
minangkabau, jawa, dayak, bahkan papua. Makanya ga heran system RI 
itu masih dalam perjalanan, jauh dari sempurna. Tapi coba anda 
perhatikan system2 bangsa2 daerah yang sudah ratusan tahun. Begitu 
stabil dan mapan baik dari segi sosial, politik, dan budaya. 

Dalihan Na tolu contohnya yg mengatur system sosial orang Batak. 
Perfect kan? System yg baik adalah fondasi yg kuat untuk menghadapi 
perubahan jaman. Jadi meskipun the bataks tidak gabung dengan NKRI, 
pasti siap dalam menerima nilai2 baru dari dunia luar seperti 
ekonomi, politik, iptek, hankam. Karena mekanismenya sudah ada.

Nah RI itu systemnya masih tambal sulam, pinjem sana sini, wong anak 
kelahiran 45. Makanya ga heran ketika masuk nilai2 baru malah jadi 
tambah ruwet. Wong system yg lama aja belon punya. 

Coba jawab ini: Definisikan apa itu bangsa Indonesia!

Saya sebagai orang Batak, bangga menjadi menjadi bangsa Batak. Saya 
bukan bangsa Indonesia, tapi saya WN RI. RI adalah bentuk 
kesepakatan bersama beberapa bangsa dalam membentuk satu negara. 
Jadi RI lahir karena adanya Batak. RI lahir karena adanya Jawa. dst. 

Bukan sebaliknya.

Horas! (Dan jangan jijik lagi ;)



--- In [email protected], Dipo Siahaan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> sebelum mengomentari satu tulisan, baca dulu yang benar ya 
mas 'serikat indonesia'. sepertinya anda nggak tahu atau nggak 
ngerti apa yang dicela mustikawati dan bagaimana dia mencelanya. 
nah, kalau boleh saya kritik: salah satu sifat buruk orang indonesia 
adalah seringkali tidak membaca dengan benar. 
> 
> kemudian juga untuk bung papuan, saya tidak memuja-muja NKRI. 
Kalau ada orang yang ngumpulin cap jempol darah untuk kampanye 'NKRI 
harga Mati!', saya jelas tidak akan mau ngasih. darah di jempol saya 
terlalu berharga untuk hal-hal seperti itu. 
> 
> yang saya katakan hanya bahwa orang batak sudah terintegrasi betul 
ke dalam sebuah jaringan yang bernama Indonesia. mencabut orang 
batak dari situ hanya akan menyakiti kedua belah pihak, baik 
indonesia maupun orang batak sendiri. Saya pikir kebanyakan orang 
batak akan mengakui: orang batak menjadi berhasil ketika mereka 
telah merantau keluar dari kampung halamannya. merantau kemana? 
kemanapun di Indonesia, dari Sabang sampai ke Merauke. faktanya 
adalah tanah batak tidak sekaya tanah papua, kalimantan, bahkan jauh 
di bawah tanah riau dan tanah aceh yang notabene berada dalam satu 
pulau dengan tanah batak. apa lagi yang mau diandalkan orang batak, 
kalau dia tidak merantau keluar dari kampungnya sendiri?  
> 
> saya tidak pernah menyukai tulisan-tulisan mustikawati. seharusnya 
orang seperti ini di-ban saja oleh moderator! semua kata-katanya 
memiliki tujuan mengadu domba dan memutar balikkan fakta. itulah 
sebabnya saya tidak suka dia mengucapkan 'hidup batak!' karena 
tujuannya adalah untuk mengadu domba. 
> 
> saya nggak begitu mengerti kenapa moderator milis ini berkeras 
untuk mempertahankan orang seperti dia. 
> 
> salam damai
> Dipo Siahaan
> 


Kirim email ke