Presiden Jenderal Baru Menangis
Ini Baru Jenderal!
Kasian sekali ya, apa akan kita pilih lagi 2009 karena belum
pernah kan Indonesia punya Presiden yang sampai berkucur
airmata melihat bencana lumpur hasil seorang Menkonya.
Alangkah iba dan halus perasaan beliau, penuh belas kasihan
sehingga karena empatinya yang besar kepada nasib rakyat
beliau tidak sempat bekerja samasekali untuk kemaslahatan
rakyat, karena terus menerus risau, galau dan bahkan
meneteskan air mata sebagai ungkapan keberpihakannya
pada yang sengsara dan tertindas oleh misalnya kebijakan BBM
pemerintahnya. Lho kok .. ??!??? Weeh, salah kaprah sama
salah kiprah lagi nih, sori ya ...........
TSL
Deddy Sitorus <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Weleh, koq presiden kalah sama pemulung dan pengemis di
perempatan jalan.
Mereka tidak pernah menangisi kesulitan hidup.
Kita butuh presiden yang bisa bekerja dan ”deliver” bukan yang cuma bisa
nangis, nyanyi dan konferensi pers.
Semakin jelas saja betapa berjaraknya kang SBY ini dengan realitas kesumpekan
hidup di negeri para kampret ini.
deddy
---------------------------------
From: Putra Pandu [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, June 25, 2007 1:01 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: RE: [nasional-list] Presiden Menangis Dengar Derita Korban
Sudah pernah dengar air mata buaya ...?
Masalah ini sudah setahun lebih, kalau memang benar-benar tersentuh
hatinya, seharusnya sudah dulu-dulu.
Janji "turun gunung" itu kan sekedar janji, seperti janji-janjinya yang
lain. Nasib janji ini kan (mungkin) akan seperti janji-janjinya yang dulu.
Dia itu digunung mana sekarang, mungkin gunung jugrug, sehingga dia
terpaksa harus turun kalau tidak mau duturunkan/dilengserkan oleh rakyat.
Sunny <[EMAIL PROTECTED]> schrieb: