Bila Abu Dujana benar teroris, patutlah ia dihukum seberat-beratnya.
Termasuk lingkarannya. Tak boleh kita lupakan penderitaan para keluarga
korban. Tapi kok, kita tetap seolah membenarkan seseorang yang telah
menyerah tetap ditembak dari belakang. Siapa pun, SIAPA PUN yang telah
menyerah -apa pun perbuatannya- tak pantas ditembak dari belakang.

Bila kita membenarkan perbuatan tersebut, katakan padaku, apa yang
membedakan kita dengan mereka yang melakukan kekerasan atas nama agama?

Persoalannya bukanlah Abu Dujana, atau tersangka teroris, melainkan siapa
pun yang telah menyerah tak pantas ditembak dari belakang.

Kirim email ke