-------Original Message------- From: bani zega Date: 6/26/2007 10:05:08 PM Subject: Re: Robohnya Kesalehan Sosial Cerita pendek ini sangat menarik untuk kita telaah dengan baik,dan suatu saat dapat berguna bagi semua orang yang membacanya.( Kompas,Yonky karman ) Alkisah, Tuhan di Akhirat sedang memeriksa antrean panjang orang-orang yang sudah meninggal. Giliran SALEH diperiksa. Ia tersenyum merasa yakin masuk surga dengan keyakinan yang diyakininya. Ketika ia ditanyai apa saja yang sudah dilakukannya selama beliau hidup, ia menjawab dengan lantang dan lancarnya, katanya : Menyembah Tuhan dan menyebut namaNYA,membaca kitab sucinya, memiliki pengetahuan tentang Iman, menjalankan RUKUN AGAMA dan tidak berbuat dosa. Ketika ditanya lagi apa saja yang sudah dilakukannya selain itu, Saleh merasa ada sesuatu yang tidak beres, namun tak ada lagi yang bisa dikatakannya. Jatuhlah vonis untuk dirinya. DINERAKAKAN. dan, ia terheran-heran. lebih mengherankan lagi, ketika orang lain yang lebih soleh dari dirinya ternyata bernasib sama dengan dirinya. tak pelak terjadi kasak-kusuk di antara orang-orang yang dinerakakan itu. Mereka tidak puas dengan vonis itu. Standar penghakiman Tuhan dianggap tidak jelas bagi dirinya.lalu mereke memberanikan diri menghadap Tuhan untuk minta penjelasan. kata Tuhannya : "Dimana kalian Tinggal ?" SALEH : " Di Indonesia Tuhan " "TUHAN" :"Negeri yang tanahnya subur,sampai tanaman tumbuh tanpa ditanam ya?negeri yang tambangnya kaya raya itu ya? SALEH : "Benar Tuhan " "TUHAN" : Tetapi penduduknya banyak yang melarat ya?Negeri yang selalu kacau balau karena kalian suka berkelahi,senang "diadu domba" dan merasa yakin dengan keyakinan kalian akan masuk SURGA ya?Sementara kekayaan alam kalian dikeruk orang lain?" SALEH : "Benar Tuhan"Kami tidak peduli dengan kekayaan alam kami,Yang penting kami menyembah dan memuliakan-MU. "TUHAN" :Engkau rela tetap melarat?Juga anak cucumu ikut melarat?" SALEH: " Tidak apa-apa Tuhan,asal mereka taat beragama dan rajin sembahyang lima waktu dan mejalankan Rukun-MU. "TUHAN": Meski ajaran agama kalian itu tidak masuk dihati?" SALEH: Masuk di hati Tuhan." "TUHAN":Kalau masuk dihati,mengapa kalian membiarkan diri tetap melarat sehingga anak cucu kalian dan umat-umat yang lain ikut melarat dan teraniaya kekayaan alam kalian diambil orang lain,warga tenaga kerja luar(TKI/TKW) negri kalian dianiaya dan dibunuh dinegara yang katanya tempat paling suci itu. Megapa kalian lebih suka menyombongkan AGAMA kalian sendiri sementara AGAMA orang lain kalian aniaya,apalagi ketika bulan suci kalian akan tiba seenaknya kal.......Mengapa kalian lebih suka saling menipu,korupsi dan memeras?Aku beri kalian negeri yang kaya,namun kalian malas dan tidak suka bekerja keras,banyak teori-teori yang kalian ungkapkan tetapi tidak pernah kalian laksanakan,lebih banyak komentator dan buruk pelaksanaannya.kalian lebih suka beribadat,ngoceh sana - ngoceh sini,Kalian kira AKU MABUK PUJIAN ATAU SUKA DISEMBAH DAN HATI KALIAN ITU BUSUK BAGAIKAN BANGKAI."kata "TUHAN" Semua terdiam dan tahulah mereka kini apa yang diridai Allah. masih penasaran SALEH bertanya: Apakah salah bila kami Menyembah-MU,Tuhan?" Kata "TUHAN": Tidak salah,tetapi kesalahan terbesar kalian adalah terlalu mementingkan diri sendiri tanpa toleransi umat, kalian menjadi "Polisi bagi Umat lain"Kalian taat sembahyang karena takut masuk neraka,kalian melupakan kehidupan anak-istrimu,umat lain dan kaummu sehingga mereka teraniaya dan melarat. Wassalam Bani
Moch Slamet S Slamet <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Kehidupan adalah menjalani satu peristiwa ke peristiwa lain, kadang kita tidak pernah mengerti atau mungkin memang tidak pernah mencoba mencari tahu apa yang sedang terjadi dalam kehidupan kita. Boleh jadi hidup kita jalani seperti air .. orang Islam bicara tawakkal dech..ups tapi tawakkal tidak bisa diartikan sesempit itu. Ya satu peristiwa bisa berbagai makna yang terkandung didalamnya.. Cobalah Anda diam dan merenung sesaat !! ya ketika peristiwa tersebut lebih cenderung membawa kita ke suatu emosi bahagia, senang, bangga, suka pokoknya yang positive menurut ukuran akal maka kitapun terkadang lupa untuk bisa memaknainya.Terkadang kita larut didalamnya dan lupa akan makna yang terkandung didalamnya. Namun jika peristiwa itu membawa kita lebih kearah yang menyedihkan, sengsara, dapat tekanan, ataupun perasaan emosi yang lain, kita cenderung langsung instropeksi diri,langsung memberikan berpuluh puluh pertanyaan ke dalam diri sendiri. Aku dapat ujian Nich, Cobaankah, atau aku teledor ya ??atau mungkin juga ini nikmat Allah?? Dan seabrek pertanyaan yang lain.. yach memang antara teledor dan cobaan sangat tipis bedanya.. hati hati lho menafsirkannya. Nggak ada yang salah sebenarnya dalam persepsi kita, apapun justifikasinya terhadap diri sendiri, yang jelas Anda lebih tahu untuk apa kejadian/peristiwa ini terjadi?? Jangan pusing dengan pikiran orang tentang Anda!!. Terkadang kita termakan oleh apa kata orang tentang kejadian yang menimpa kita...So yakinlah bahwa apa yang sedang kita alami merupakan satu fase perubahan dalam hidup. Nah tergantung sekarang persepsi Anda ??? silahkan pilih yang terbaik dan ter positif buat menaikkan kreedibilitas Anda..?? Wassalam.. GO SUCCES Sebaik baik manusia adalah yang paling bermanfaat buat saudaranya...... Meds, Jombang 26 Juni 2007 .
<<imstp_chubbi_by_im_en.gif>>
