KELAS MENULIS RUMAH DUNIA
  Oleh Gola Gong
   
  Kadang muncul rasa lelah di dalam diri saya atau bosan mendera. Atau 
terganggu pertanyaan, ”Bermanfaatkan kelas menulis Rumah Dunia ini?” Biasanya 
itu saya obati dengan menerima undangan sebagai pembicara di tempat lain. 
Dengan cara begitu, selalu ada suasana baru.Atau semangat itu muncul lagi 
ketika datang peserta musiman dari luar Banten; Jakarta, Bandung, Depok, 
Subang. Mereka membaca informasi ini dari koran atau majalah yang memuat 
kegiatan Rumah Dunia.
   
  Sepertyi ditahun 2005. Sebuah keluarga dari Palembang datang ke Rumah Dunia. 
Mereka menitipkan putrinya; Wanja Al-Munawar, untuk ikut di kelas menulis 
angkatan kelima. Wanja cuti kuliah dari Universitas Sriwijaya selama satu 
semester.  
   
  Juga ketika seorang penjual roti bernama Shodik (sekarang memakai nama pena 
’Reinhad Renn’) datang ke Rumah Dunia dari Tangerang dengan mengayuh sepeda di 
akhir pekan. ”Saya ingin belajar menulis,” katanya bermandikan keringat. Atau 
di hari lain, ada seorang perempuan anak pengusaha di Banten, yang ingin 
menumpahkan ketertekananbatinnya dengan bwlajar menulis. Juga para guru yang 
minta diajari menulis. Tapi jauh melebihi itu semua, ketika tiba-tiba saja 
putri pertamaku; Nabila Nurkhalishah Harris menyelesaikan novel pertamanya; 
Beautiful Days, serta diterbitkan oleh Dar! Mizan pada Februari 2007 lalu. 
Jikas sudah begini, saya tidak akan menghentikan kelas menulis Rumah Dunia. 
Jika saya sakit atau Allah memanggil saya untuk pulang, saya yakin, generasi 
Firman Venayaksa serta para alumni kelas menulis akan mneruskannya, karena 
”sebaik-baiknya manusia adalah yang berguna bagi orang lain”.

  baca selengkapnya di www.rumahdunia.net dan 
www.keluargapengarang.wordpress.com
   

       
---------------------------------
Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel. 

Kirim email ke