HARIAN ANALISA
Edisi Kamis, 28 Juni 2007 

20 PRT Indonesia Dibebaskan dari Siksaan Setelah Kirim SMS 

Kuala Lumpur, (Analisa) Tolong, tolong Datuk! Kami dikurung dalam satu kantor. 
Hari-hari tidak dikasih makan..." demikian sms (pesan singkat lewat telepon 
genggam) yang diterima Kepala Imigrasi Malaysia Ishak Mohamed kemudian 
dilakukan penggrebekan ke lokasi di mana 20 PRT Indonesia berhasil dibebaskan 
dari sebuah penyiksaan. 

Beberapa koran Malaysia seperti Harian Metro, Berita Harian, The Star dan The 
New Straits Times, Rabu, memberitakan, operasi Direktorat Imigrasi Malaysia 
yang berhasil membebaskan 20 PRT Indonesia dari siksaan agensi Malaysia di 
sebuah rumah di Jl Gunung Rapat, Ipoh Jaya. 

"Saya menerima SMS mereka Jumat (22/6) kemudian dilakukan pengintaian di lokasi 
setelah itu dilakukan penggrebekan Senin (25/6) malam dengan mengerahkan 11 
petugas imigrasi," kata Ishak. 

Setelah dilakukan interogasi, sebanyak 20 PRT dipekerjakan secara harian dengan 
gaji 13 ringgit per hari sementara majikan menerima 50 ringgit per hari per 
PRT. Mereka mengaku hanya menerima makan satu kali saja sehari dan dikurung 
setelah pulang kerja. 

"Pagi diantar ke majikan harian dan dijemput kembali pada waktu malam," 
katanya. Pola kerja seperti itu sudah berlangsung hingga setahun ini. Beberapa 
PRT sudah lewat izin kerjanya atau izin kerjanya sudah kadaluarsa. 

Oleh karena tidak tahan dilakukan seperti itu maka para PRT kemudian mengirim 
SMS secara langsung ke Kepala Imigrasi Malaysia. "Mereka ingin kembali ke 
Indonesia. Oleh karena itu, kami akan kerja sama dengan kedutaan Indonesia," 
kata Ishak. 

Menurut Ishak, majikan Malaysia sudah ditangkap dan laporan kepada polisi sudah 
dilakukan. Ia juga kesal karena penyiksaan terhadap PRT Indonesia terus terjadi 
di Malaysia. (Ant) 

Kirim email ke