---------- Forwarded message ----------
From: Pembebasan Papua <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Jun 28, 2007 11:17 AM
Subject: [PEMBEBASAN PAPUA] Anggota Kongres AS Akan Kunjungi Papua
To: Pembebasan Papua <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: Front PEPERA <[EMAIL PROTECTED]>

 --------------------------------------------
http://www.cenderawasihpos.com/detail.php?id=827&ses=
--------------------------------------------

28 Juni 2007 04:48:43


Anggota Kongres AS Akan Kunjungi Papua

Terkenal Cukup Vokal Mengkritisi Soal Papua

JAKARTA- Anggota Kongres AS dari Partai Demokrat Eni Faleomavega bakal
berkunjung ke Indonesia. Dalam rangkaian kunjungannya, dia akan menyempatkan
diri pergi ke Papua untuk melihat situasi di provinsi yang berbatasan dengan
Papua New Guniea itu.

Eni Faleomavega adalah ketua sub komisi mengenai wilayah Asia Pasifik. Dia
juga anggota kaukus Papua di kongres AS yang terkenal cukup vokal
mengkritisi kebijakan Indonesia di provinsi tersebut. Tentang berita
kedatangannya ke Indonesia, Menlu Nur Hassan Wirajuda mengaku belum
mendapatkan kepastian. "Mungkin dalam satu dua hari kita akan dapat
menyampaikan ke publik apakah rencana itu tetap jalan," ujarnya di Kantor
Deplu kemarin.

Namun, menurutnya, pada dasarnya Indonesia bersifat terbuka terhadap
kunjungan anggota kongres AS itu. "Kalau agenda acara dan jadwal waktunya
cocok bisa jadi kunjungan ke Papua itu akan dilaksanakan," bebernya.
Indonesia, lanjutnya, selama ini telah melakukan kontak dengan Eni untuk
memberikan informasi mengenai hal-hal yang menjadi perhatiannya.

Bagaimana tentang isu Papua di Amerika Serikat? Menlu menegaskan pada
tataran pemerintah, isu Papua tidak menjadi masalah. "Karena itu
berulang-ulang ada dukungan pemerintah AS bagi keutuhan wilayah dan
kedaulatan nasional Indonesia termasuk atas Papua," katanya berargumen.

Menurutnya, kunjungan yang bakal dilakukan oleh Eni sah-sah saja. "Kalau ada
pihak-pihak yang punya pertanyaan tentang Papua itu soal yang biasa karena
itu juga sah-sah saja kalau kita menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut,"
kata Hassan lebih jauh. Justru dengan kedatangan Eni ke Papua, tambahnya,
akan meminimalisasi komentar-komentar miring tentang kebijakan pemerintah
Indonesia.

"Mereka tidak hanya bisa berkomentar, tapi juga bisa membuktikan diri
kondisi riil yang ada di Indonesia,"kata alumnus fakultas hukum UI ini.
Paling tidak, sambungnya, pihak-pihak yang mengomentari Papua tidak lagi
mendapatkan informasi yang simpang siur tentang kebijakan pemerintah
terhadap provinsi ke-26 Indonesia itu.(nue)

------------------------------
Boardwalk for $500? In 2007? Ha!
Play Monopoly Here and
Now<http://us.rd.yahoo.com/evt=48223/*http://get.games.yahoo.com/proddesc?gamekey=monopolyherenow>(it's
updated for today's economy) at Yahoo! Games.


Kirim email ke