Izinkanlah beberapa ralat historis ya mas? 1) Jenghis Khan bukan pahlawan bangsa Tiongkok, beliau bukan termasuk etnis Tionghoa (Han). Beliau TAK pernah ekspedisi militer bermotivisasi agama. Never. Motivasi beliau adalah murni pertimbangan militer dan politis.
2) Jepang TAK pernah menyulut perang agama, artinya memerangi negara beragama lain. Mohon baca lagi file file anda. Demikian juga Hitler, tak pernah menyerang negara Yahudi, yang BELUM exist kala itu. Umat Yahudi berbagai bangsa dia anggap musuh ras Germania, tetapi tidak dalam pengertian agama, karena beliau ini, sang Hitler, tak pernah mengurusi agama apapun. By the way saya warga sebuah negara berbahasa Jerman yang terkait sejarah ini, puluhan tahun sudah, sampai kini. 3) Bahwa manusia tanpa motivasi agama JUGA berperang, itu jelas, dan terbukti. Misalnya Indonesia mau mengganyang Malaysia tahun 60an, penyerangan Indonesia atas Timor Leste, dll. Tetapi THAT IS NOT THE point! Pointnya adalah, mengapa umat manusia yang telah ribuan tahun beragama, TAK mendapatkan kesejukan dan kedamaian dari praktek beragama. Ini yang BELUM Anda tanggapi... India belum menunjukkan kekuatan ekonomis yang signifikan? Anda tak tahu apa apa mengenai ekonomi ya? Tahukah anda siapa yang membutuhkan energi minyak bumi selain AS dan Jepang terbesar? India! Juga Bajaj. Siapakah yang kini ikut memimpin dalam perkembangan software? India! Bukan Hadramaut, bukan Saudi, bukan Arab Emirates... dan yang jelas bukan Indonesia.. How about learning history carefully? --- In [email protected], "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Sesungguhnya perlu dikaji lagi sejauh mana keterlibatan agama sebagai > sumber peperangan dan pertikaian antar umat beragama. Kalau kita lihat > lebih jujur, bangsa Tiongkok juga tak lepas dari peperangan besar di > bumi ini dengan tokoh-tokoh seperti Jenghis Khan dan dengan monumen > perang yg masih eksis sampai saat ini, yaitu Tembok Besar Cina. Jangan > lupa, Jepang juga pernah menjadi sumber malapetaka Perang Dunia II > karena aksi fasisme-nya. Setahu saya, India juga belum pernah > menunjukan kekuatan ekonomi yang signifikan sebagai suatu negara. > > Kita juga tentunya ingat, bahwa kebencian akan orang-orang yang > beragama telah menjadi cikal bakal terjadinya perang dunia. Kebencian > Hitler akan kaum Yahudi membawa kenangan pahit bagi seluruh dunia > hingga saat ini. Oleh karenanya, jangan pula kita menyebarkan kebencian > terhadap para pemeluk agama. Rasanya kurang adil kalau kita > menghendaki kebebasan sebagai orang yang tidak beragama, dengan > menuntut orang2 beragama untuk keluar dari agama yang dianutnya. > > Kejayaan dan kemunduran bangsa-bangsa di dunia ini hanya bersifat > sementara dan dipergilirkan dari satu wilayah ke wilayah lain, dari > satu suku ke suku yang lain. Bahkan, kejayaan dan kemunduran juga > dipergilirkan dari satu agama ke agama yang lain. > > Kalau saya pribadi, lebih percaya bahwa semua perang dan pertikaian > yang terjadi akhir-akhir ini pada dasarnya dimotivasi oleh kebutuhan > akan kekuasaan dan ekonomi. Keterkaitan perang dengan agama merupakan > bentuk pemanfaatan agama oleh kalangan tertentu untuk memobilisasi > massa agar dengan rela terjun ke medan peperangan. Kalaupun semua > manusia di bumi ini tidak beragama, belum tentu tidak terjadi > pertikaian. Mungkin, keadaan akan bertambah parah karena orang tidak > merasa terikat dengan adanya norma-norma tertentu. > > > > > --------------------------------- > 17a. Re: Dua teroris cilik dilepas dari tahanan > Posted by: "RM Danardono HADINOTO" [EMAIL PROTECTED] > rm_danardono > Date: Thu Jun 28, 2007 12:02 am ((PDT)) > > Ya mas, menyedihkan. > > 2000an tahun setelah lahirnya agama agama Ibrahim (Yehuda, Kristen > dan Islam), agama agama ini lebih menyumbangkan pertumpahan darah, > daripada pencerahan humanistis. Tidak saja antara dua agama berbeda, > namun dari agama yang sama. Kita ingat Perang 30 tahun di Eropa > antara Katholik dan Protestant (1618-1648). Antara Kristen dan Islam: > Perang Salib. Pertumpahan darah antara kelompok Syiah dan Sunni, > penggempuran kerajaan Buddha oleh kekuasaan sultan sultan dynasti > Moghul yang Muslim. Dst dst. > > Negara negara yang menganut Islam dari awalnya Islam timbul sampai > kini, TAK ada yang mampu bangkit menjadi negara negara makmur, > rational dan tertata rapi, taat hukum, maju pendidikan. Dari Afrika, > Timur Tengah sampai Asia selatan dan tenggara! > > Negara negara Katholik di Amerika Latin tetap saja merangkak dalam > kemiskinan dan chaos. > > Hanya ada DUA bangsa didunia, yang dari awalnya, 4000an tahun silam > menimbulkan peradaban tinggi, sampai hari INI: India dengan Hindusime- > Buddhisme yang lebih tua dari agama agama Ibrahim, dan Tiongkok yang > bertumpu pada Konfusianisme, yang lagi lagi lebih tua dari agama > agama Ibrahim. > > Dua bangsa ini, tak pernah mengadopsi agama lain, selain agama asli > mereka, kini, keduanya muncul sebagai dua raksasa ekonomi politis > yang sangat ditakuti oleh AS dan Europa. Juga Jepang dan Korea tak > pernah mengadopsi agam adan budaya lain. > > Saudara kandung India, seetnis satu ras, yang keluar dari budaya > asal, Pakistan dan Bangla Desh, kini masih sempoyongan, dan tak > pernah berdiri dijajaran negara negara terdepan. > > Aneh bukan? Tetapi nyata > > Salam > > Danardono >
