Kalau dari artikel ini disinyalir Jengis Khan juga punya semangat 
relijius dalam menyebarkan kekuasaannya:

Jenghiz Khan was quite possibly not only a political innovator 
(Khazanov 1984:237$) but to some extent a religious innovator as well. 
During his reign and the reign of his immediate successors, the concept 
of the Heavenly Divinity so characteristic of the religions of the 
Altaic-speaking nomads and of the Altaic peoples in general was 
elaborated as a result of their political achievements and the 
encounter with different religions of the sedentary peoples, both the 
monotheistic religions, such as Christianity and Islam, and the 
religions of China (see also Earthy 1955:228-32).

Heaven began to be conceived not only as the supreme sky deity, but 
also as the omnipotent God who had an absolute power over human beings 
and who entrusted Jenghiz Khan and his successors with the Divine 
Mission to rule over all the countries and the peoples (on this, among 
others, see Plano Caprini in Dawson 1955:25,38,43). "By the power of 
Eternal Heaven" was a standard introductory formula of the Mongol 
chancelleries in the thirteenth and even in the fourteenth centuries 
(Pelliot 1922-23:24; Voegelin 1941; Kotwicz 1950; Dawson 1955:85,202-4; 
Sagaster 1973; see also Mostaert and Cleaves 1952).

Source: 
Khazanov, M. A. (1993). Muhammad and Jenghiz Khan compared: the 
religious factor in world empire building. Comparative studies in 
Society and History, 35(3), 461-479. Cambridge University Press.

http://links.jstor.org/sici?sici=0010-4175%28199307%2935%3A3%3C461%
3AMAJKCT%3E2.0.CO%3B2-M





----------------------------
Wirajhana Eka wrote:
Re: Ralat untuk Refunny - Re: Dua teroris cilik dilepas dari tahanan 


Dear all,

tambahan ralat:
Tembok besar bukan monumen perangnya Jengis khan tapi sudah ada pada 
jaman
perang antar negara di cina(7 negara) pada masa sebelum masehi, orang 
menganggap
bahwa didirikan oleh Qin Shi Huang jaman tahun 221-210 SM.

Jengis khan, berasal dari mongolia dari suku kiyan, ia menguasai 
tiongkok utara,
cucunya kublai khan baru berhasil menguasai seluruh cina. Alasan 
Perang bukan
karena Agama, tetapi karena dendam terhadap Suku Tartar dan disnati 
Chin(Jin).

Meremehkan perekonomian Cina dan India?
anda tahu:
India punya 1 M penduduk yang perlu dikasih makan boss (baca: hampir 
3x US dan
hampir 5 x Indonesia)
China punya 1.4 M penduduknya (baca: hampir 4.5 x US dan hampir 7 x 
Indonesia)
Bisa bayangkan mengelola negara dan memberi makan orang sebanyak itu?

Kasta?
Dalam agama hindu, kasta(Catur Warna). Status seseorang karena
pekerjaannya(bidang rohani, pekerja kasar, perdagangan, tentara) bukan 
karena
Turunan. Apakah berpengaruh pada Perekonomian secara positif di India? 
Ya.

Hitler tidak benci orang Yahudi:
Ia membangkitkan rasa nasionalisme yang terlalu tinggi sebagai ras 
bangsa
arya..dan yahudi pun kebetulan menggaungkan diri mereka sebagai ras 
unggul, jadi
klop.

Perang dan Invansi karena alasan agama apakah ada?
Ya, dan hanya dilakukan oleh Islam dan Kristen
Islam dan kristen menjadi muasal peperangan dan invansi, Kristen 
dengan
Missionarisnya(Gold, Glory and Gospel), islam dengan penyebaran 
agamnya yang
memicu perang salib...tentunya terjadi bukan pada Negara Islam jaman 
sekarang,
karena negara islam jaman sekarang...maaf ya, tidak mampu(Baca: Tidak 
Berani!)
untuk menyerang lagi....

Israel?
Mungkin karena agama dan lebih disebabkan karena kebencian negara 
Islam terhadap
yahudi.

salam

MOD:
Perlu ditambahkan juga, keturunan Jenghis Khan yang kawin sama 
perempuan Islam,
akhirnya masuk Islam. Pasukan mereka berhasil menguasai wilayah yang 
luas,
termasuk Turki.

Kirim email ke