Semua Maskapai Penerbangan RI Masuk "Daftar Hitam" Uni Eropa
Brussels (ANTARA News) - Komite Ahli Uni Eropa (UE)menempatkan semua 51
maskapai penerbangan Indonesia dalam daftar maskapai yang dilarang terbang
di wilayah negara-negara Uni Eropa karena alasan keselamatan, demikian
diumumkan komite tersebut, Kamis.

Komite Ahli UE juga memutuskan untuk memasukkan maskapai penerbangan Ukraina
Volare dan TAAG Angola Airlines dalam "daftar hitam" tersebut, lapor media
transnasional.

Mereka mengatakan bahwa berdasarkan pendapat pakar, daftar tersebut juga
akan diperbarui dalam beberapa hari mendatang.

Sementara itu restriksi bagi perusahaan penerbangan Pakistan International
Airlines yang masuk "daftar hitam" sejak Maret lalu, akan dicabut, khususnya
untuk penerbangan dengan pesawat Boeing 747 dan Airbus 310.

Sebagai tambahan, 10 perusahaan penerbangan Rusia, enam dari Bulgaria dan
delapan dari Moldova akan menghentikan operasinya di Uni Eropa, menyusul
dilakukannya konsultasi antara pejabat penerbangan di negara-negara tersebut
dan Komisi Eropa.

Saat ini tidak ada maskapai Indonesia yang beroperasi ke Eropa. "Namun
keputusan itu juga sebagai imbauan kepada pengguna jasa penerbangan di 27
negara Uni Eropa dan agen-agen perjalanan untuk tidak menggunakan maskapai
penerbangan Indonesia," kata seorang pejabat Uni Eropa.

"Warga Eropa harus menghindari penerbangan dengan maskapai Indonesia, karena
sangat tidak aman," katanya.

Sementara itu Duta Besar Indonesia untuk Uni Eropa Nadjib Riphat Kesoema,
seperti dikutip Reuters mengatakan maskapai penerbangan Indonesia aman, dan
ia berharap Uni Eropa mempertimbangkan kembali keputusan tersebut pada
pertemuan ahli-ahli keselamatan penerbangan Oktober mendatang.

"Adalah komitmen dan tekad kami untuk membangun keselamatan penerbangan
sipil kami," katanya kepada Reuters.

"Kami berharap UE juga dapat memberi kesempatan kepada kami untuk melakukan
perbaikan," katanya.

Nadjib mengatakan, pejabat penerbangan Indonesia telah mengundang pejabat
Uni Eropa untuk menghadiri suatu konferensi mengenai keselamatan udara pada
Juli mendatang.

Kemudian, katanya, para pejabat Indonesia akan ke Brussel pada Oktober 2007
untuk berbicara mengenai kemajuan yang telah dilakukan dalam standar
keselamatan di sektor penerbangan sipil.(*)

*Copyright (c) 2007 ANTARA*
**
Baca aslinya di :
http://www.antara.co.id/arc/2007/6/28/semua-maskapai-penerbangan-ri-masuk-daftar-hitam-uni-eropa/

Kirim email ke