Dulu Berwibawa, Aman, dan Damai
Oleh Asnawin
---------------------
email:
[EMAIL PROTECTED]
MANTAN Raja Negeri Angin, Suka Batuk, sedang nonton
tivi sambil tidur-tiduran. Di usianya yang sudah lebih
80 tahun, ia banyak menghabiskan waktu dengan membaca
koran, nonton tivi, dan beribadah. Sesekali ia
bercanda dengan cucu-cucu dan cicitnya.
Ketika asyik nonton tivi, tiba-tiba ada berita sekilas
info bahwa sejumlah penari 'liar' tampil di luar
agenda acara peringatan Hari Keluarga Kerajaan Negeri
Angin.
Mereka bukan hanya tampil menari, melainkan juga
mengibarkan bendera Republik Negeri Angin Selatan
(RNAS) di depan Raja Negeri Angin, Pangeran Suka Baca,
sejumlah pejabat kerajaan, dan sejumlah Duta Besar
kerajaan-kerajaan sahabat.
Mantan Raja Negeri Angin, Suka Batuk, langsung
terbatuk-batuk dan mencak-mencak melihat berita
sekilas info itu.
''Seharusnya ini tidak terjadi,'' katanya.
Pada malam hari, Suka Batuk kemudian melihat berita
selengkapnya tentang kejadian pengibaran bendera RNAS
di hadapan Raja Negeri Angin.
Kehadiran lebih 20 orang penari 'liar' itu mengagetkan
semua orang, terutama karena tiba-tiba mereka
mengibarkan bendera RNAS.
Raja Negeri Angin, Pangeran Suka Baca, yang jarang
bicara, jarang menanggapi berbagai kritikan terhadap
dirinya, dan juga jarang marah, kali ini langsung
murka.
Pangeran Suka Baca sangat murka. Mukanya merah.
Matanya merah. Tangannya gemetar. Tetapi meskipun
murka, Pangeran Suka Baca ternyata masih mampu
mengendalikan diri.
Setelah aparat keamanan menggiring para penari 'liar'
itu keluar dari lapangan upacara, Raja Suka Baca
kemudian tampil ke podium memberikan sambutan.
Semua orang tegang dan menunggu apa yang akan
dititahkan Raja, namun Raja Suka Baca hanya mengatakan
bisa memahami kejadian tersebut dan memerintahkan agar
insiden itu diusut tuntas.
"Kasus ini harus diinvestigasi. Jangan sampai orang
lain yang bikin, semua kena getahnya," tandasnya
sebelum membacakan naskah sambutannya.
Bungkam, Tangkap, Tembak
Setelah melihat tayangan berita tersebut, Suka Batuk
yang nonton tivi bersama beberapa anak, menantu, dan
cucu-cicitnya, hanya batuk-batuk kecil. Di bibirnya
tersungging senyuman, tetapi dadanya berdebar menahan
amarah.
Ketika masih menjabat sebagai Raja, tidak ada orang
atau pihak yang berani melakukan hal-hal yang bisa
membuat dirinya malu apalagi marah.
Kalau ada yang berani, mereka pasti 'dihabisi'. Ada
yang ditembak, ada yang diculik, dan ada yang hilang
entah kemana.
Kalau Raja batuk sambil menutup mulut, maka itu
berarti perintah untuk 'bungkam orang itu'. Kalau Raja
batuk tanpa menutup mulut, maka itu berarti 'tangkap
orang itu'. Kalau Raja batuk sambil memegang dada,
maka itu berarti 'tembak orang itu.'
Jangankan rakyat biasa, anggota parlemen pun
'dihabisi' kalau mencoba melawan atau mengeritik
dirinya. Seorang anggota parlemen yang agak vokal,
pernah merasakan akibatnya dengan di-'recall' dari
kursi parlemen ketika mengeritik Sang Raja.
Suka Batuk yang mantan Panglima Keamanan Kerajaan
Negeri Angin, memang bertangan besi, tetapi wibawa
kerajaan dan wibawa Raja menjadi terjaga. Kerajaan
lain pun hormat kepada Suka Batuk.
Rakyat memang banyak yang tidak puas atas
kepemimpinannya yang bertangan besi, tetapi di sisi
lain rakyat bisa menghirup udara bebas dan aman di
Negeri Angin.
Tidak ada aksi unjuk rasa yang memacetkan jalanan.
Tidak ada isu terorisme. Tidak ada perang antaretnis
atau antarkelompok. Tidak ada pembantaian
besar-besaran. Tidak ada bom yang meledak di tengah
keramaian dan menewaskan orang banyak. Tidak ada orang
atau pihak yang berani mengibarkan bendera selain
bendera kerajaan di depan Raja.
Rakyat memang banyak yang tidak puas atas kepemimpinan
Raja Suka Batuk yang konon korup dan menganakemaskan
militer, tetapi di sisi lain rakyat bisa bernafas lega
karena harga barang-barang kebutuhan sehari-hari tetap
terjangkau, biaya sekolah tidak terlalu mahal, dan
biaya pengobatan pun masih normal.
''Saya memang melakukan banyak kesalahan selama kurang
lebih 30 tahun menjadi raja, tetapi semua orang kini
mengenang masa-masa damai dan aman ketika saya menjadi
raja,'' kata Suka Batuk dalam hatinya.
Makassar, 1 Juli 2007
(Dimuat di Harian Pedoman Rakyat
Makassar, 2 Juli 2007)
____________________________________________________________________________________
Get the free Yahoo! toolbar and rest assured with the added security of spyware
protection.
http://new.toolbar.yahoo.com/toolbar/features/norton/index.php