Kalau PKS sampai bisa menang mah di daerah apalagi pusat semua etik dan aturan 
demokrasi akan dilumat tuntas, monokulturalisme digelar jadi padang tandus 
kurus kering, yang pura-pura bergaris lunak akan buka topeng jadi garis 
ekstra-keras, super hudud bisa melenggang ke yurisprudensi sistem hukum kita, 
terus kemana kita mau larii kabur nih? 
   
  Karena itu liat Chavez dong, Katolik progresip anti AS yang negaranya 
Sekuler, berjuang untuk bangsa apalagi terutama wong cilik. Kemunafikan tidak 
dikenal di Chavezland! Viva Indonesia! Viva Chavez! 
   
  TCh
  

wirajhana eka <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
              Kalau misal iklan dukungan tokoh masyarakat untuk Abu Adang-Dani, 
pasti pas bener buat mas wido dan partainya ya....
  pokoke right or wrong is partai PKS....
   
  ------------------------------------------<<<
  From: Wido Q Supraha [EMAIL PROTECTED]

         
  03/07/2007 11:14 WIB 
  Iklan Parpol Dukung Foke Langgar Etika Komunikasi Politik
  Umi Kalsum - detikcom
   
  Jakarta - Sejumlah iklan dukungan terhadap Fauzi Bowo (Foke) mulai 
bermunculan di stasiun televisi. Tidak hanya mewakili kelompok, parpol seperti 
PDIP dan Partai Damai Sejahtera (PDS) juga unjuk gigi. Iklan-iklan ini dinilai 
telah melanggar etika komunikasi politik.
   
  Pelanggaran itu ditegaskan pakar komunikasi politik UI Effendy Gazali kepada 
detikcom, Selasa (3/7/2007).
   
  "Telah terjadi pelanggaran etika komunikasi politik, khususnya dalam konteks 
iklan Foke," cetus Effendy.
   
  Pertama, beber dia, iklan yang menggunakan latar mantan Presiden RI Soekarno 
selaku proklamator. Iklan ini juga menampilkan putri sulung Bung Karno, 
Megawati Soekarnoputri, yang mengajak warga Jakarta memilih Foke.
   
  "Iklan itu memperdengarkan suara Bung Karno, Kami bangsa Indonesia... . Ini 
jelas blunder besar. Iklan itu seakan-akan mengatakan Soekarno hanya milik 
orang yang akan memilih Fauzi," tegasnya.
   
  "Iklan itu juga seakan-akan mengatakan, kalau Anda cinta Soekarno, pilihkan 
Fauzi. Apakah Soekarno sebagai pendiri bangsa bukan milik Adang-Dani atau orang 
yang tidak mau memilih Fauzi?" imbuh Effendy.
   
  Padahal Soekarno sebagai Bapak Bangsa, kata dia, bukan milik siapa-siapa. 
"Nggak boleh itu, itu pelanggaran politik besar," tandasnya.
   
  Effendy juga menyoroti iklan Partai Damai Sejahtera (PDS) yang ujung-ujungnya 
mengatakan Jakarta Milik Semua, slogan yang jelas-jelas milik Foke.
   
  "Iklan itu seakan-akan mengatakan kalau Anda (umat) Kristen, pilihlah Foke. 
Iklan-iklan ini bahaya! Jauh lebih bagus iklan yang menunjukkan fakta. 
Misalnya, Anda tidak beres mengurusi banjir.... Lebih bagus begini, asal ada 
fakta dan data," bebernya. 
   
  Namun iklan PDS seolah-olah menggiring orang-orang yang akan ke gereja untuk 
memilih Foke dan yang tidak silakan pilih calon yang lain.
   
  "Ini harus dijadikan diskusi. Karena melanggar etika, menyangkut seberapa 
besar moral publik. Iklan ini harus harus direvisi. Etika politik saya sebagai 
warga negara terganggu," cetus pengasuh acara newsdotcom di MetroTV ini.
  (umi/nrl)
   
  Source : http://www.detiknew s.com/index. php/detik. read/tahun/ 2007/bulan/ 
07/tgl/03/ time/111440/ idnews/800475/ idkanal/10
   
   
   
  03/07/2007 10:46 WIB 
  Iklan Rano Dukung Foke Terkesan Benarkan Rumor Si Doel Disuap
  Umi Kalsum - detikcom
   
  Jakarta - Munculnya iklan keluarga Si Doel yang mendukung Fauzi Bowo (Foke) 
di televisi dinilai bisa menguatkan rumor yang selama ini berkembang, bahwa 
Rano Karno mundur dari kancah Pilkada DKI setelah menerima uang miliaran rupiah 
dari Foke.
   
  "Ini jadi memperkuat rumor tersebut, benar tidaknya wallahua'lam. Saya tidak 
tahu," cetus pakar komunikasi politik UI Effendy Gazali kepada detikcom, Selasa 
(3/7/2007).
   
  Di satu sisi, kata Effendy, dukungan Rano terhadap Foke merupakan haknya 
sebagai warga Jakarta. 
   
  Tapi di sisi lain iklan yang dibintanginya menunjukkan pembenaran terhadap 
rumor yang selama ini berkembang, bahwa Rano mundur karena dibayar Rp 3 miliar 
oleh Foke.
   
  Sejak beberapa hari terakhir iklan dukungan keluarga Si Doel terus 
ditayangkan televisi-televisi swasta. Dalam iklan itu, keluarga Si Doel 
mengajak masyarakat Jakarta memilih Foke yang merupakan putera Betawi. 
   
  Rano Karno berulang kali menyangkal 'disuap' Foke Rp 3 miliar agar mundur 
sebagai peserta Pilkada DKI Jakarta. Dia juga tidak mempermasalahkan bila eks 
sekretaris tim suksesnya membeberkan deal antara dirinya dengan Foke. 
  (umi/nrl)
   
  Source : http://www.detiknew s.com/index. php/detik. read/tahun/ 2007/bulan/ 
07/tgl/03/ time/104611/ idnews/800459/ idkanal/10
   
   
   
  03/07/2007 11:09 WIB 
  Pengamat: Figur Rano Karno Hancur Mejeng di Iklan Foke
  Hestiana Dharmastuti - detikcom
   
  Jakarta - Figur idola yang melekat pada Rano Karno akan hancur seiring 
munculnya Si Doel di iklan mendukung Cagub DKI Jakarta Fauzi Bowo. Konsistensi 
Rano pun dipertanyakan.
   
  "Terlepas benar atau tidak menerima uang, munculnya Rano sebagai bintang 
iklan mendukung salah satu cagub itu menghancurkan sosok Rano yang diidolakan 
dan dianggap ideal oleh masyarakat," analisis pengamat politik dan kebijakan 
publik UI Andrinov Chaniago kepada detikcom, Selasa (3/7/2007).
   
  Menurut dia, tindakan Rano dinilai tidak patut secara etika politik.
  "Kalau hidup dari politik ke politik itu wajar. Tetapi untuk Rano tindakannya 
tidak patut dan tidak konsisten. Ini sangat disayangkan," ujarnya.
   
  Andrinov menilai Rano saat mencalonkan menjadi cawagub dikenal sebagai sosok 
alternatif yang menonjol dan idealis dibandingkan cawagub lain.
   
  "Ternyata dia masuk ke proses tidak sehat dan membela salah satu cagub 
konservatif. Kalau sejak awal konsisten bergabung dengan salah satu calon kan 
tidak masalah. Tetapi mengherankan Rano mengambil sikap lebih dari sekadar 
pendukung, bahkan bisa dikatakan pembela kubu Foke," terang dia.
   
  Tidak hanya popularitas yang bakal hancur, lanjut Andrinov, karir Rano untuk 
menjadi politisi tamat.
   
  "Dia seharusnya dalam 5 tahun ke depan bisa melakukan persiapan yang lebih 
matang. Kalau begini caranya ya selesai sudah," cetus Andrinov.
   
  Dijelaskan dia, etika politik tidak tertulis dan diserahkan ke masyarakat 
untuk menilainya. 
   
  "Serahkan ke masyarakat menilai popularitas Rano. Dia akan dapat sanksi dari 
masyarakat sebab apa yang dilakukan tidak sesuai dengan etika. Jadi etika itu 
diukur masyarakat dan ada proses waktu apakah nanti Rano masih top atau tidak," 
beber Andrinov.
   
  Eks Sekretaris Rano Karno, Gugus Joko menyatakan ada deal antara Rano Karno 
dan Foke sehingga Rano mundur dari bursa Pilkada DKI Jakarta. Tudingan itu 
diperkuat dengan munculnya Rano sebagai bintang iklan yang mendukung pencalonan 
Foke.
   
  Namun Rano justru mengaku bingung atas tudingan itu. Dia juga tidak 
mempermasalahkan apabila Gugus buka-bukaan tentang deal-nya dengan Foke. 
(aan/nrl)
   
  Source : http://www.detiknew s.com/index. php/detik. read/tahun/ 2007/bulan/ 
07/tgl/03/ time/110959/ idnews/800472/ idkanal/10
   
   



  



  
---------------------------------
  Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, 
news, photos more.   

         



       
---------------------------------
Get the free Yahoo! toolbar and rest assured with the added security of spyware 
protection. 

Kirim email ke