Deklarasi Bogor Untuk Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca
Pertemuan para pembuat kebijakan daerah yang membahas upaya pengurangan emisi
gas rumah kaca menghasilkan Deklarasi Bogor. Deklarasi Bogor tersebut
ditandatangani dua walikota yang hadir, yaitu Walikota Bogor dan Aceh serta 21
kepala badan pengelola lingkungan hidup daerah (Bappedalda) provinsi, kabupaten
dan kota
Walikota Bogor, Diani Budiarto, usai penandatanganan deklarasi di Hotel Salak
Bogor Selasa (3/7) mengatakan, Pemkot Bogor yang sudah melangkah untuk
mengurangi emisi gas rumah kaca ingin mengajak kota-kota lain agar memiliki
pemahaman dan persepsi yang sama terhadap emisi gas rumah kaca yang berdampak
terhadap perubahan iklim akibat pemanasan global.
Agenda tindak lanjut yang tertuang dalam deklarasi itu adalah memandang perlu
menyusun komitmen bersama untuk mengatasi dampak negatif pemanasan global.
Dalam hal ini mengajak seluruh masyarakat perkotaan di Indonesia untuk
melakukan inventarisasi dan prediksi gas rumah kaca, menetapkan target
pengurangan emisi gas rumah kaca, serta membuat rencana dan melaksanakan
pengurangan emisi gas rumah kaca.
Melalui Deklarasi Bogor, lanjut Diani, Pemerintah Kota Bogor berusaha
membangun kesadaran, pemahaman, dan persepsi yang sama terhadap emisi gas rumah
kaca dan mengajak untuk sama-sama melakukan langkah-langkah menguranginya.
"Dalam hal ini kami membangun kesadaran, bukan memaksa. Dilaksanakan atau tidak
itu adalah persoalan pemerintah kota masing-masing, katanya
Dari pemahaman dan persepsi yang sama, diharapkan para pemimpin daerah juga
memiliki sikap yang sama untuk mengurangi efek rumah kaca, Workshop yang
diselenggarakan mulai 2-3 Juli 2007 tersebut juga dihadiri oleh perwakilan
ICLEI (Commission on Sustainable, International Climate Environmental
Initiative) dari Australia dan dibuka oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup,
Rachmat Witoelar.
Pemerintah Kota Bogor mengundang 30 walikota dan 30 kepala badan/dinas
lingkungan hidup daerah, tapi yang memberikan konfirmasi hadir hanya 5
walikota, yakni Banda Aceh, Depok, Yogyakarta, Surabaya, dan Balikpapan.
Tuan rumah KPI
Sementara itu Indonesia akan menjadi tuan rumah Konferensi Perubahan Iklim
(KPI) dunia yang diselenggarakan di Badung, Bali, pada 3-14 Desember 2007.
Konferensi Perubahan Iklim tersebut akan dihadiri sekitar 10 ribu peserta dari
189 negara, diantaranya 150 menteri ekonomi dan lingkungan hidup, serta diliput
sekitar 2.500 wartawan internasional baik televisi, radio, kantor berita, dan
media cetak. Negara-negara yang akan hadir dalam Konferensi Perubahan Iklim di
Bali diantaranya Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Denmark, Norwegia, Rusia,
Australia, China, Jepang, Korsel, Argentina, Mexico, Kenya, Namibia, Papua
Nugini, Iran, Malaysia, Filipina, Maladewa, Pakistan, dan Indonesia.
---------------------------------
Building a website is a piece of cake.
Yahoo! Small Business gives you all the tools to get online.