Bus Tras Pakuan Akan Diuji Coba Gunakan Jelantah
  Bus Trans Pakuan sebagai salah satu moda transportasi yang dikelola oleh 
Perusahaan Daerah Kota Bogor akan diujicoba menggunakan minyak goreng bekas 
pakai (minyak jelantah) sebagai bahan bakar aditif.  Uji coba penggunaan minyak 
jelantah yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kota Bogor ini dalam upaya 
mengurangi emisi gas buang yang dapat mendorong pemanasan global dan efek emisi 
gas rumah kaca (GRK), “kata Walikota Bogor Diani Budiarto kepada wartawan 
sela-sela acara workshop bertajuk "Kebijakan Lokal untuk Mengurangi Emisi Gas 
Rumah Kaca dalam Mengendalikan Perubahan Iklim Akibat Pemanasan Global", di 
Hotel Salak, Kota Bogor, Senin (2/7).
  Dalam uji coba tersebut, kata Diani minyak jelantah digunakan sebagai zat 
aditif (tambahan) sampai 20 persen dari bahan bakar solar.
  Ditempat yang sama Asisten Sosial Ekonomi (Sosek) Indra M.  Rusli mengatakan, 
dengan dilakukannya uji coba minyak jelantah ini, Pemerintah Kota Bogor 
melakukan dua langkah antisipasi sekaligus.
  Pertama, selama ini minyak jelantah dari restoran cepat saji dan restoran 
besar lainnya dijual kepada pedagang kaki lima dan dipakai lagi untuk 
menggoreng. Padahal, minyak jelantah yang masih digunakan untuk menggoreng bisa 
menimbulkan penyakit. Kedua, kendaraan bermotor, termasuk bus Trans Pakuan yang 
menggunakan bahan bakar minyak, menimbulkan emisi gas buang. Sedangkan minyak 
goreng jelantah yang dibuat dari bahan baku nabati lebih ramah lingkungan.
  Langkah yang akan dilakukan Pemkot Bogor, membeli minyak goreng jelantah dari 
restoran-rentoran besar dan menukarnya dengan minyak goreng baru dengan 
perbandingan 1 banding 8. Minyak goreng jelantah dikumpulkan dan digunakan 
sebagai bahan bakar alternatif.
  Dengan dilakukannya ujicoba minyak jelantah pada bis Trans Pakuan, maka bisa 
mengurangi efek penyakit pada masyarakat sekaligus mengurangi emisi gas buang 
dari kendaraan bermotor, kata Diani bersama dengan Menteri Negara Lingkungan 
Hidup Rahmat Wotoelar, dan Rektor IPB Ahmad Ansori Mattjik.
  Diakuinya, rencana uji coba itu sampai saat ini baru sebatas wacana, tapi 
sudah sering didiskusikan dengan para pakar terutama pakar biodiesel dan 
biofuel.
  Dasar pertimbangannya tambah Indra. biodiesel dan biofuel yang ramah 
lingkungan dibuat dari bahan baku CPO (crude palm oil) dan minyak jarak. 
Padahal, CPO adalah bahan baku minyak goreng.  Karena itu, minyak goreng juga 
bisa menjadi bahan bakar alternatif kendaraan bermotor, imbuhnya.
   

       
---------------------------------
Luggage? GPS? Comic books? 
Check out fitting  gifts for grads at Yahoo! Search.

Kirim email ke