YTH Tuan Sie Kanchil,
Apa yang diungkapkan Eni Hun Faleomavaega, adalah suatu peryataan standar
diplomasi. Pernyataan standar diplomasi seperti itu, biasa dilakukan
orang-orang yang berkecimpung di bidang ini, setiap saat politik berubah,
mengikuti kemana arah gerakan rakyat bermuara.
Apa kata Eni setelah dia bertemu SBY? Perjuangan Papua Merdeka adalah sesuatu
yang biasa dalam negara demokrasi. Kalau Indonesa benar mengklaim diri sebagai
negara demokrasi, maka tentu perjuangan rakyat Papua untuk MEMERDEKAKAN DIRI
DARI PENJAJAHAN INDONESIA, tidaklah harus dipandang dalam kaca mata kuda
"nasionalisme yang anti demokrasi!"
Kami dari Front mengusulkan semua pihak membaca lagi dengan teliti tulisan
sdr. papuan diary mengenai Nasionalisme Indonesia Yang Anti-Demokrasi.
Dan juga anda semua coba membaca tulisan sdr satu ini mengenai "Kepentingal
Modal Asing Dalam Masalah Papua"
Cukup jelas kiranya uraian sdr. papuan diary, perbedaan pendapat, harus bisa
dilihat dengan suasana yang terbuka, tidak main gebuk dan harap potensi kritis
jangan dibungkam!!
=========
CATATAN:
=========
Front Persatuan Perjuangan Rakyat Papua Barat [Front PEPERA PB] tetap akan
mempromosikan perjuangan pembebasan nasional Papua sampai titik darah
penghabisan!
Tidak ada satu manusia didunia ini, yang dapat menghancurkan keyakinan kami,
sekuat batu karang, sekuat itu pula komitmen Front PEPERA PB mempromosikkan dan
memperjuangan PEMBEBASAN NASIONAL PAPUA!
===========
Arti dibalik Pakaian Adat Eni
===========
Apakah pesan yang anda dapat dari pertemuan SBY dan Eni?
Eni memakai simbol adatnya ketika berbicara dengan SBY. Ia menunjukkan jati
dirinya sebagai seorang yang berada di Pasifik, seorang yang memiliki akar
budaya dan atau cara pandang hidup sama atau mirip dengan Bangsa Papua
[Melanesia] yang hari ini dijajah Indonesia.
Secara simbolik, Eni Faleomavaega, dalam kapasitasnya sebagai anggota
Kongres, dan atau sebagai seorang Hawaii, ingin dan tetap akan mendukung upaya
perjuangan pembebasan nasional Papua.
Itu arti simboliknya, itu arti politiknya Bung.
Apa Kata Karno?
MERDEKA BUNG!
MERDEKA!
Salam Pembebasan,
"PERSATUAN TANPA BATAS, PERJUANGAN SAMPAI MENANG!
bung papuan, sori setelah tokoh kongres as ini insyaf masih ada bahaya
"laten" saya rasa kok irian barat slowly but surely could be a protactorate
quasi-state under the direct influence of the big oz brother in canberra, spt
papua nugini, howard didukung para multinasional akan satukan png dengan irian
barat (kalau bisa dilepasin dari ri) jadi satu negara vasal jadi lebih gampang
diperintah jadi sepertinya daerah tambahan untuk northern territory. cermati
dong bung itu nasib timor leste yang telah secara sukses dikibulin oleh the
ozs, jadi jangan kibulin juga rakyat irja!
tapi maaf bung papuan, rencana itu selalu akan mendapat resistensi dari nkri,
karena itu
semua embrio separatisme harus dihadapi cepat, tepat dan tuntas. memang pak
sby bisanya cuma nangis doangan, tapi rakyat ri akan berjuang sampai tetes
darah terakhir untuk wilayah yang dari sabang sampe merauke. sampai akhir
zaman, bung papuan.
usulan neh, bagaimana kalau bung papuan lebih baik mengurusi lestarikan wild
life dan hutan di irian jaya saja karena terlihat difoto di blog berpolitik
anda tampak seperti indo
bushman senang masuk rimba, atau itu battledress? bintang kejora tidak punya
masa depan, bendera itu saja citranya meniru bendera amerika syarikat, jadi
pasti ada main kan? salam sejahtera dan persatuan, sk
Papuan Diary <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Lho, ini kan bahasanya media massa di Indonesia, biasalah, propaganda seperti
ini sudah biasa, tidak ada pers satu pun di Indonesia yang bebas dari kontrol
pemerintah dan kebijakan pemerintah.
Apalagi masalah "maut" seperti Papua Merdeka.
Slowly but Sure, Papua Will Be Free!
Bagaimana uncle holy?