PEMUDA SULUT DI JAKARTA MENDUKUNG WOC 2009 Jakarta: Pemerintah diminta untuk tetap mengawal penyelenggaran World Ocean Conference (WOC) pada tahun 2009 mendatang, karena event internasional tersebut diperkirakan menjadi momentum, untuk meningkatkan roda perenomian nasional, termasuk Sulawesi Utara. Sebelumnya di berbagai media massa menyebutkan, penyelenggaraan WOC 2009 di Manado, masih mengundang pro-kontra di antara kalangan akademisi.
Jurubicara Komunitas Lentera, Ricky Mawengkang mengatakan, gagasan pelaksanaan WOC 2009 ditujukan untuk membuktikan, bahwa Sulawesi Utara terbukti sebagai salah satu daerah teraman, untuk kunjungan warga negara sahabat. Selama penyelenggaraan forum internasional di Manado dan sekitarnya, aparat keamanan dan didukung masyarakat, berhasil menjaga citra Nyiur Melambai di mata dunia. Untuk itu ia menegaskan, semua pihak yang menentang atau pesimis terhadap penyelenggaraan WOC 2009, agar segera menghentikan isu yang kurang menguntungkan posisi Sulawesi Utara. "Justru melalui forum WOC inilah, akan banyak kebijakan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat dan daerah," katanya di Jakarta (8/7). Ricky menjelaskan, selama proses penyelenggaran WOC, diperlukan program persiapan yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Kegiatan tersebut di antaranya sosialisasi, legitimasi ilmiah dan akademis, design potensi investasi dan pembangunan ekonomi, serta menyiapkan sarana infrastruktur pendukung. "Implikasinya adalah, pemerintah harus melakukan banyak kebijakan dan program atas nama WOC," ungkap Ativis DPP Pemuda Panca Marga itu. Potensi sumber daya alam yang berlimpah dengan pluralitas masyarakatnya serta jumlah penduduk yang besar, membuat Indonesia berpotensi menjadi kekuatan besar dalam percaturan ekonomi, baik di asia pasifik maupun dunia.. Karena itu potensi ini dinilai dibangkitkan, meski ada pihak-pihak yang terus melakukan pelemahan dengan berbagai cara. Untuk itu, kekuatan keuangan daerah, termasuk kota dan kabupaten di Sulawesi Utara, perlu didorong untuk mendukung program-program warming up, dengan design kepentingan penyelenggaraan WOC. Bahkan sudah saatnya diperlukan opini publik, untuk meyakinkan publik bahwa WOC ini penting, khususnya bagi masyarakat Sulawesi Utara. "Sekolah- sekolah, acara keagamaan atau olahraga, perlu menjadi operasi sosialisasi WOC," ungkapnya. Terkait dengan hal itu, pihaknya melalui Komunitas Lentera sebagai forum lintas batas aktifis muda Sulawesi Utara, mengambil perhatian dan inisiatif, untuk menyelenggarakan Simposium Nasional, dengan fokus pada analisis kritis penyelenggaran WOC 2009 dan kepentingan kebangsaan. Ia merasa optimis, kontribusi dan inisiasi pemikiran ini, dapat menjadi perhatian sekaligus early warning, bagi Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Di kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pelaksana Simposium Nasional Pra-WOC 2009, Donny Lumingas mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan proses Simposium Nasional di Hotel Grand Cempaka Jakarta, pada 12 Juni mendatang. Sejumlah pembicara Mendagri ad interim Widodo AS, Menteri Kelautan dan Perikanan Fredy Numberi dan Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witular, dipastikan akan memberikan pemikiran positif untuk persiapan WOC 2009. Selain itu, juga akan dihadiri oleh tokoh nasional, seperti Ketua Komisi I DPR Theo Sambuaga, Wakil Ketua DPD RI Sarwono Kusumaatmadja, dan Mantan Ketua DPR RI Akbar Tandjung. "Acara ini akan dibuka oleh Gubernur Sulawesi Utara SH Sarundajang," ujarnya. Sejumlah peserta dari kalangan LSM dan organisasi kemasyarakatan, juga sudah menyatakan kesediaannya untuk hadir, di antaranya Duta Besar Negara Peserta WOC 2009, Anggota DPRD Propinsi Sulawesi Utara, kalangan akademisi, GMIM, KGPM, Keuskupan, MUI, NU dan Muhammadiyah. Pelaksana Simposiun Nasional ini adalah para aktivis muda asal Sulawesi Utara yang berada di Jakarta, dan tergabung dalam Komunitas Lentera bekerjasama dengan Ikatan Mahasiwa Manado (IMAMA). ### Contact person: Ricky Mawengkang 08111885570 Donny Lumingas 085218111108
