Standar ganda ( atau mungkin lebih tepatnya : bersikap munafik ! ). Boleh
khan saya bilang begitu untuk mengomentari maraknya iklan2 di media massa,
khususnya televisi. Dalam beberapa program berita, kerap disinggung soal cagub
X dianggap tidak etis melakukan pencurian start kampanye yang baru akan mulai
sekitar 2 minggu. Tentunya klaim ini dilengkapi dengan penayangan gambar
atribut dukungan yang begitu “nyampah” diseantero pelosok Jakarta.
Dan jreng jreng jreng…. Iklan2 jutaan rupiah pak cagub bisa nongol di layar
kaca. Padahal semestinya kalau media tv itu mau konsisten dengan apa yang
diomonginnya, para pengelola tv kudunya kompak donk menolak iklan2 terselubung
seperti itu. Jangan main kucing-kucingan kayak iklan rokok yang bisa
bersliweran di jam prime-time dengan tameng menjadi sponsor acara musik atau
olahraga.
Ngapain juga Megawati ikutan muncul di iklan pilkada ? Suruh aja Taufik
Kiemas yang kasih orasi, bukankah dia yang “sebenarnya” jadi ketua PDI-P,
sementara mbak Mega hanya “boneka” partai banteng doang ? Liat dech, karikatur
Panji Koming minggu ini.
PS : siapakah agen "resmi" periklanan yang ditunjuk masing2 kubu cagub gini ?
---------------------------------
Sekarang dengan penyimpanan 1GB
http://id.mail.yahoo.com/