Kok kenapa jadi ke syariat ?

Saya yakin masalah Papua ini muncul bukan baru kemarin sore. Masalahnya
adalah pelanggaran HAM oleh aparat Negara Indonesia terhadap warga asli
Papua yang dari dulu sampai sekarang masih terus terjadi dan tidak pernah
berhenti.
Tindakan-tindakan represif dan brutal ( silahkan didefinisikan istilah
brutal menurut anda, termasuk pembunuhan sadis, kekerasan fisik tanpa
perikemanusiaan, dan lain lain ) oleh aparat terhadap warga asli. Hal itulah
yang membuat mereka merasa dijajah oleh bangsa sendiri. Belum lagi bicara
soal kekayaan alam mereka yang hasilnya tidak pernah mereka nikmati. Dimata
mereka tidak ada bedanya Indonesia dengan penjajah yang pernah menjajah
Nusantara selama berabad-abad ?
Mereka tidak dianggap saudara, bahkan sering tidak dianggap manusia.
Tidak perlu kita bermanis kata dan berbujuk rayu, pikirkan dan bayangkan
saja kalau dikampung halaman kita, aparat memperlakukan saudara-saudara kita
dengan sewenang-wenang tanpa perikemanusiaan selama bergenerasi-generasi
lamanya. Bila anda menyaksikan adik, teman dan bahkan ayah anda dipukuli,
hingga dibunuh dengan brutal. Apakah kalian tidak akan bangkit dan melawan
walau nyawa taruhannya ?
Tak peduli apakah kita bisa mempercayai apakah itu terjadi atau tidak, tapi
kenyataan dilapangan yang berbicara. Bagi yang belum bisa percaya,
pertanyaannya adalah, apakah kalian masih mau tahu kebenaran tentang apa
yang sesungguhnya terjadi di tanah papua sana ?


Regards,
Paulus T.

On 7/9/07, I Nengah Karma [Lekom] <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Maaf, mungkin karena merasa di Indonesia sudah terlalu berbau Syariat
Islam maka Papua sama Maluku, NTT, Poso dan lainnya mau membentuk negara
sendiri.

Biarin saja kan sudah otonomi khusus.




Kirim email ke