--- In [EMAIL PROTECTED], "gideon_momongan" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Ya, SUJIWO TEJO bersama Bintang Indrianto dkk, hari ini berada di 
Sllo untuk melakukan konser di besok (eh besok itu workshop ya) dan 
lusa, 10-11 Juli 2007 di STSI Solo...maka pengembaraan "bebas 
merdeka" dari Sujiwo Tejo pun dimulai, ditemani shabat musiknya 
Bintang Indrianto.
Kalau yang ada di Solo, dan dekat2 Solo, coba aja liat, nikmati dan 
silahkan seneng2 dengan musiknya Tejo + Bintang ini.
Oh ya, perjalanan ini juga menandai mulai beredar terbatasnya album 
rekaman YAIYO-SujiwoTejo. Inga, inga...CD ini dijual sangat terbatas 
dan tidak ada di toko-toko musik (kaset/CD umumnya), hnya dijual kali 
ini di setiap pentas mereka saja. Tapi nanti juga rencannya di 12-13 
Juli Sujiwo Tejo akan singgah di Surabaya, bila ada teman2 di 
Surabaya mau mendapatkan CD-nya bisa menemui Sujwio Tejo langung di 
Surabaya. Jadi Tejo mampir Suraby, untuk selanjutnya ke Malang untuk 
melkukan Konser lagi di 15 Juli.
Bagi yang tinggal di Solo, Surabya, Malang, silahkan kontak nomer2 
berikut ini untuk janjian dapetin CD tersebut, oh ya harga @ 
30.000,00 :
081807006600 - Angel (hanya untuk di Solo dan Malang) dan 
085217119793 (Kiki, untuk di Solo-Surabaya-Malang).
Direncanakan nantinya, untuk teman2 di luar Jawa, bisa mendapatkannya 
melalui WARTAJAZZ....

Ini seperti sebuah "extraordinary-fusion", yang boleh dianggap 
pengembaraan selanjutnya dari seorang yang senantiasa bersyukur, 
bahwasanya begitu banyak talenta tumbuh dan berkembang dengan sehat 
dalam hidupnya. Mantan wartawan, kini dikenal sebagai 
dalang "kontemporer", penyanyi, pencipta lagu, penulis lirik, aktor, 
sutradara, pemain musik lantas pelukis….Lalu apa lagi?
Yang jelas, kini ia bersekutu dengan seorang anak muda yang juga 
cukupan tebal bab perjalanan hidup bermusiknya. Bassis, dengan banyak 
band-band bernama besar lalu session player yang terhitung laris. 
Kini menjadi produser dengan berbagai proyek musik yang telah 
dihasilkannya.
Dan seolah dua kutub beradu, maksudnya lebih tepat adalah bersanding. 
Dari dua muka yang extraordinary, maka tak perlu kaget kalau hasilnya 
adalah racikan-racikan lagu-lirik-musik "lengkap". Jazz, Rock, 
Progressive, Blues jadinya saling pengaruh-mempengaruhi satu sama 
lain. Diramaikan aksentuasi warna elemen musik-musik kedaerahan. 
Sebuah persandingan yang bernas?
Harapan masih ada….Masih akan ada
Pastikan datang saat kita sanggup tersenyum lahir dan batin
Hambatan tak terbilang….Aralpun melintang
Pastikan hilang hingga nanti semua orang riang lahir dan batin
…….
…….
Harapan jangan sirna…Sisakan sedikit
dikit sedikit makin lama
`kin membukit bukit tinggi, tinggi harapan
Sanggup tahan seminggu
Tanpa makan minum
Tapi tak sanggup kita hidup walau Cuma sedetik
…tanpa harapan

Adalah Sujiwo Tejo. Dan hasilnya kali ini, Yaiyo. Album rekaman 
keempatnya. Dan adalah Bintang Indrianto, yang menjadi teman 
bersekutu Sujiwo Tejo kali ini. Dengan Imam Garmansyah Bandung, Kiki 
Dunung Tulungagung, Taufan Irianto Makassar. Dan berbahasa Indonesia 
pula.
Apakah ini akan dapat dibuktikan, benar sebagai persandingan yang 
bernas. Namun lebih dari itu, memang sejatinya pertemuan Sujiwo Tejo 
dengan Bintang Indrianto menghasilkan ramuan musik yang lebih 
berbeda, lebih lebar, lebih luas lagi. Ini titik singgah dari sekian 
waktu, yang tentu saja masih tersisa begitu panjang di depan kelak, 
dari baik Sujiwo Tejo maupun Bintang Indrianto. Berikut para musisi 
muda yang ikut mendukung secara aktif. Singgah untuk "mengembara di 
dalam pengembaraan"….

Pesta poralah di gunung kesabaran kami
Dansa dansilah di gunung kesabaran kami
Injak-injakkan kakimu di gunung kesabaran kami
Buang botol-botol minummu di gunung kesabaran kami

Hati-hati jangan kau terlena di laut tangis kami
Hati-hati jangan kau haha hihi di laut keringat kami
Awas awas awas di gunung kesabaran kami
Mawas mawas dirilah di gunung kesabaran kami

Kata Bintang Indrianto,"Ini menunjukkan sisi berbeda lagi dari 
seorang Sujiwo Tejo yang telah begitu popular. Perhatikan seksama 
lagu-lagunya dan terutama liriknya. Sujiwo Tejo berhasil melihat 
pelbagai masalah dalam kehidupan, dari sudut yang berbeda dari orang-
orang lain. Tapi tidak membuat orang-orang seperti terbakar, malah 
menjadi tertawa lebar. Tejo mengajak semua tetap bisa tersenyum…."
Sementara menurut Sujiwo Tejo,"Lagu dan lirik menjadi lebih berbunyi 
nyaring, dan memancing kegairahan saya lebih berlipat-lipat karena 
menemukan musik yang sesuai dan cocok. Musiknyapun di sini sangat 
berarti. Baik untuk dihayati ataupun untuk dinikmati. Maka buat saya, 
pesan dalam syair lagu-lagu saya kali ini, terasa lebih membahana. 
Nyanyi saya menjadi lebih pasti dan yakin…Yaiyo…!"
Tapi bagaimana pula mempertemukan berbagai-bagai unsur musik, 
kemudian menyatukannya? Semua didapatkan sambil jalan, sepanjang 
proses. Maka tak perlu heran jazz nya menjadi lebih lebar sehingga 
rasanya sulit dibilang bahwa ini "tetap jazz". Mau dibilang blues, 
juga terlalu lebar. Mau disebut bahwa ini bentuk progressive rock, 
terasa terlalu lebar juga. Lalu?

Yaiyaiyo, orang nusa antara
Yaiyaiyo, mestinya tak sengsara
Yaiyaiyo, orang-orang nusantara
Meski sekarang sengsara tapi
Yaiyo Iyayo

Yaiyaiyo, binatang beruang kok mendaftar partai
Yaiyaiyo ayo berjuang tapi tetap santai
Damai yuk damai, tersenyum ramai ramai
Berjuang tapi tetap santai dan
Yaiyo Iyayo…

Dan bergerilyalah mereka, mulai pada Juli ini. Bergerilya, merambati 
jalan-jalan, menapaki hati-hati tapi tetap….santai. Dari pintu ke 
pintu, rumah ke rumah, teman ke teman, mulut orang ke mulut orang. 
Yaiyo akhirnya adalah menjadi album berbeda, dapat ditelusuri dalam 
isi album ini dan dapat ditemukan banyak hal perbedaan dari yang 
biasa ada. Tak sekedar bahwa Sujiwo Tejo kali ini merasa lebih "yakin 
dan leluasa" menyampaikan maksud dan pemikirannya dalam bahasa 
Indonesia di musiknya. 
Serangkaian pengembaraan akan dijalani Sujiwo Tejo bersama Bintang 
Indrianto, menelusuri ranah Jawa. Menyinggahi antara lain Solo di 10-
11 Juli mendatang. Berlanjut ke Malang pada 15 Juli. Sebelum Malang, 
mereka akan menyinggahi Surabaya sesaat. Dan di akhir Juli pada 27-28 
Juli 2007, direncanakan mereka juga akan hadir mendukung Hitam Putih 
World Music Festival di kota Pekanbaru, Riau.
Kami berniat betul untuk menyapa publik, mendatangi dan mengajak 
semua tersenyum dan tetap semangat….Ini sebuah perjuangan gerilya 
yang independent yang kami lakoni dengan sadar, dengan tetap 
tersenyum walau kami tahu kami bakalan berkeringat deras….Itu ungkap 
Sujiwo Tejo.
Yaiyo dapat dirampungkan atas kerja ekstra penuh vitalitas dari 
SemarMesem. Yang lantas mengundang Indiejazz mendukung sepenuhnya. 
Alhasil, publik akan dapat mendengarkannya sendiri secara langsung, 
karena di awal Juli rekaman dalam bentuk compact-disc akan segera 
beredar. Beredar terbatas, mulut ke mulut, teman ke teman saja. 
Bandrol ditempelkan, Rp. 30.000,00 per – cd.
Yaiyo, Undian Harapan, Jodoh, Jikalouw, Ke Cuali, Fabel, Sehoha, 
Taman `nak-Kanak, Ole Olang Wanita, Lautan Tangis.
Ok, tunggu saja kehadirannya secara resmi. Dan tunggulah, bagaimana 
cara teman-teman semua untuk dapat memiliki "koleksi penting" ini. 
Silahkanlah nanti membuktikan sendiri, betulkah ini memang sah 
sebagai sebuah "koleksi penting"?

www.indiejazz.info
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]


Kirim email ke