Saya pernah sebentar mampir di daerah ini, sungguh indah dan tertib.
Jika semua daerah tingkat dua di Indonesia memprioritaskan anggaran
daerahnya untuk pendidikan (daripada gaji pegawai ataupun biaya
perjalanan atau hehehe bikin patung), saya kira tak lama lagi
Indonesia bisa menyusul negara-negara lain. Sungguh arif pemimpin
daerah yang memberikan insentif fiskalnya secara lebih tertib seperti
Musi Banyuasin ini.

Salut!
Indra Razak 
(aseli bukan Wong Kito, tapi bangga lihat orang Indonesia cerdas!)


Musi Banyuasin Berlakukan Wajib Belajar 15 Tahun Gratis
Jum'at, 06 Juli 2007 | 16:52 WIB

TEMPO Interaktif, Palembang:Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin,
Sumatera Selatan, segera memberlakukan wajib belajar 15 tahun, setelah
sebelumnya sukses menerapkan wajib belajar 12 tahun dengan
menggratiskan biaya pendidikan dari tingkat sekolah dasar (SD) sampai
sekolah menengah atas (SMA).

"Mulai Agustus 2007 Pemkab Musi Banyuasin akan mencanangkan wajib
belajar 15 tahun. Selama ini di Musi Banyuasin telah menerapkan wajib
belajar 12 tahun, sehingga nantinya pendidikan sejak dari SD, SMP
sampai SMA tidak dipungut biaya," kata Bupati Musi Banyuasin, Alex
Noerdin, Jumat (6/7).

Pada tahun ini, kata Alex, pemerintah daerah juga membuka pendidikan
diploma tiga (D3) bekerja sama dengan Universitas Sriwijaya,
Politeknik Negeri Bandung, dan Nanyang University Singapura.

Progam D3 dengan program studi akuntansi, manajemen informatika dan
teknik informatika tersebut akan menerima 100 mahasiswa dan
diperuntukan bagi masyarakat yang kurang mampu tetapi memiliki
kecerdasan tinggi. "Mereka yang diterima wajib tinggal di asrama.
Semua biaya pendidikan, makan dan kebutuhan pendidikannya ditanggung
Pemkab Musi Banyuasin," ujarnya.

Adapun alokasi siswanya, 80 persen untuk warga Musi Banyuasin dan 20
persen dari siswa luar. Salah satu syaratnya, siswa harus memiliki
kemampuan bahasa Inggris atau nilai TOEFL sekitar 400.

Selain itu, lulusan politeknik diwajibkan bekerja di Sumatera Selatan
selama dua tahun. Dengan pola pendidikan tersebut diharapkan kualitas
lulusannya dapat dipertanggungjawabkan. "Pendidikan adalah investasi
masa depan yang harus ditingkatkan," ujarnya.

Kirim email ke