Yth. anggota Praktisi Pendidikan, Pemerhati Pendidikan, Komite Sekolah, dll
Program KITAB GURU bulan Juli 2007 adalah untuk kelompok
"Kelembagaan dan Program Untuk Keberdayaan Perempuan" dan tema yang
dipilih adalah "Perempuan dan Warga Berdaya, Prasyarat Indonesia
Egaliter". Telah diagendakan 7 kelembagaan sebagai subyek anjangsana
(2 lembaga masih membutuhkan konfirmasi akhir) masing-masing:
Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan, Komisi Nasional
Perempuan, Unit Ruang Pelayanan Khusus (RPK) Polda Metro Jaya,
Yayasan Jurnal Perempuan, Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil,
Subdit Pendidikan Perempuan Ditjen Pendidikan Luar Sekolah
Depdiknas, serta Migran Care Indonesia. Alasan dan relevansi dari
masing-masing kelembagaan tersebut adalah seperti yang tersebutkan
dalam TOR KITAB GURU bulan Juli 2007.
Berikut kami sampaikan pula informasi yang terkait dengannya:
1. JADWAL PELAKSANAAN. Anjangsana: Rabu-Kamis, 25-26 Juli 2007;
Lokakarya SWOT: Sabtu, 4 Agustus 2007.
2. TOR BULAN JULI 2007: sebagaimana terlampir
3. BIAYA KESERTAAN: Rp 185.000 untuk keseluruhan kegiatan (2 hari
kegiatan anjangsana serta 1 hari kegiatan Lokakarya SWOT).
4. LAIN-LAIN: Delapan (8) dari 20 tempat peserta adalah untuk
peminat guru dari luar Jakarta dan Jawa Barat, serta untuk orangtua
siswa, pengelola rumah sekolah, dan representasi komite sekolah.
5. Informasi dan Pendaftaran:
Sekretariat Program KITAB GURU
LMPI- Education Resource Center
Sekretariat Program KITAB GURU
Jl. Utan Kayu 20 A, Jakarta Timur
Telp. 021-8516129, 021-93635021, Faks. 021-8583536
Email: kitabguru_lmpi@ yahoo.com; [EMAIL PROTECTED] com
http: www//groups. yahoo.com/ group/infopelati hanguru
6. Sebanyak 23 lembaga/program yang telah menjadi subyek anjangsana
dalam empat bulan penyelenggaraan Program KITAB GURU (Maret–Juni
2007) adalah:
--> Maret 2007: Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Bakosurtanal,
Kebun Raya Bogor, Proyek Banjir Kanal Jakarta, Pintu Air manggarai,
dan greenpeace Indonesia;
--> April 2007: Yayasan Bung Karno, The Habibie Center, The Wahid
Instituite, The Japan Foundation, LP3ES, dan Program `3 Jam
Mendengarkan Suara Remaja'
--> Mei 2007: PDS HB Jassin, Komisi Penyiaran Indonesia, JIFFEST,
Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Setu Babakan, dan Harian Umum
REPUBLIKA.
--> Juni 2007: Yayasan Bina Swadaya, JAY'S Prime Sell Pasar Pagi,
Museum Bank Mandiri, Kementerian Koperasi dan UKM, Komisi
Pemberantasan Korupsi, serta Prestasi Junior Indonesia.
Demikian pemberitahuan kami. Atas perhatian dan segala bentuk
masukannya lebih lanjut, diucapkan banyak terima kasih.
ARDI SIREGAR
Program Officer KITAB GURU
------------ --------- -----
TOR PROGRAM KITAB GURU BULAN JUNI 2007
(Kelas InspiraTif dan Anjangsana Belajar GURU)
Kelompok KITAB GURU: Kelembagaan Untuk Keberdayaan Perempuan
TEMA: "Perempuan dan Warga Berdaya, Prasyarat Indonesia Egaliter"
TUJUAN UMUM
1. Pengenalan sekaligus melangsungkan proses dialogis (factual-
thematic dialogue) langsung ke sumber-sumber belajar (information by
first hand) yang diidentifikasi sebagai representasi tematik
"kelembagaan atau program yang berimplikasi pada keberdayaan
perempuan"
2. Sebagai sarana tersedianya kelompok guru dan komponen pendidikan
lainnya yang memiliki kesamaan minat pada pendalaman kajian tematik
`keberdayaan perempuan dan warga'.
3. Teridentifikasinya peluang-peluang yang dapat diakses oleh
profesi guru/ pendidikan (penulisan, penjajakan studi banding,
fellowship, penelitian, dll.) yang tersedia sebagai program
pengembangan diri pada subyek-subyek anjangsana.
TUJUAN KHUSUS
1. Untuk mengetahui visi dan misi utama serta perubahan penting yang
terjadi pada masing-masing kelembagaan (jika ada), dari awal hingga
saat ini.
2. Mengetahui "muatan pemberdayaan bagi keberdayaan perempuan" yang
melekat pada program-program operasional/ aplikaitif masing-masing,
yang dapat dijadikan bahan pembanding bahkan sebagai bahan rujukan
bagi muatan tematik (adil gender) untuk kurikulum operasional di
sekolah.
3. Kemungkinan kerjasama program lanjutan antara subyek anjangsana
dengan institusi pendidikan masing-masing (sekolah peserta program
KITAB GURU) atau dengan program KITAB GURU.
TUJUAN SPESIFIK
1. Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan
--> Lembaga pemerintah dengan tugas utama merumuskan kebijakan dan
koordinasi kebijakan di bidang "kesetaraan gender (dan perlindungan
anak) dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara" melalui aktivitas: peningkatan kualitas hidup perempuan,
penggalakan sosialisasi kesetaraan dan keadilan jender, penghapusan
segala bentuk tindak kekerasan terhadap perempuan, penegakan hak
asasi manusia bagi perempuan, peningkatan kesejahteraan dan
perlindungan anak, serta pemampuan dan peningkatan kemandirian
lembaga dan organisasi perempuan dan peduli anak
--> Memiliki relevansi sebagai sumber belajar terkait pemberdayaan
perempuan dan kesetaraan gender dalam hal: proses perumusan dan
implikasi sebuah kebijakan, informasi pendidikan dan pelatihan,
penelitian dan pengembangan, bentuk-bentuk peranserta masyarakat
yang relevan/mendesak, agenda untuk generasi baru melalui
pendekatan pendidikan, dll.
2. Komisi Nasional Perempuan
--> Merupakan lembaga negara yang bertugas sekaligus bertanggung
jawab terhadap "keterjaminan hak asasi perempuan sebagai manusia di
Indonesia" yang terwujud dalam bentuk adanya: kesadaran publik,
hukum nasional, tanggung jawab negara, tanggung jawab pemerintah,
lembaga independen yang demokratis, serta jaringan kerja antar
lembaga yang kuat.
--> Memiliki relevansi sebagai sumber belajar yang terkait dengan
'hak asasi perempuan sebagai manusia' dalam hal: fokus perhatian
serta nilai-nilai dasar berkegiatan, perangkat kerja serta program
kerja kelembagaan, contoh dan simulasi studi kasus, alternatif
silabus pengajaran bagi kalangan pendidikan/sekolah, dll.
3. Unit Ruang Pelayanan Khusus (RPK) Polda Metro Jaya
--> Merupakan sarana sekaligus program khusus di Kesatuan POLRI yang
memfokuskan pada pelayanan empatik, penuh pengertian dan profesional
oleh aparat Polisi Wanita bagi perempuan dan anak korban kekerasan
dalam rumah tangga dan kekerasan atau pelecehan seksual untuk
melaporkan kasusnya dengan aman.
--> Memiliki relevansi sebagai sumber belajar dalam hal: prinsip dan
nilai dasar program RPK, prosedur dan cakupan bentuk layanan, tata
kerja penanganan kasus dan perlindungan paska layanan pengaduan,
penjajakan bentuk penyuluhan edukatif-preventif di lembaga sekolah,
dll.
4. Yayasan Jurnal Perempuan
--> Salah satu lembaga nonpemerintah yang melalui media publikasi
'Jurnal Perempuan', merupakan kelembagaan yang paling progresif
melakukan komunikasi serta pendidikan publik mengenai persoalan-
persoalan bangsa `berdasar perspektif perempuan' sekaligus pemikiran
solusinya bagi masyarakat Indonesia.
--> Memiliki relevansi sebagai sumber belajar dalam hal: pengalaman
menjalankan program `pendidikan penyadaran' melalui pendekatan
media, contoh dan simulasi analisis `perspektif perempuan' untuk
berbagai isu sosial, saling keterkaitan agenda/masalah perempuan
dengan pendidikan, alternatif silabus pengajaran bagi kalangan
pendidikan/sekolah berdasar topik-topik kajian/tulisan yang telah
diterbitkan, dll.
5. Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (ASSPUK)
--> Representasi dari salah satu sektor kewirausahaan dan
pemberdayaan (nonpemerintah) di Indonesia yang memfokuskan misi
kegiatannya pada terwujudnya `perempuan usaha kecil-mikro' yang kuat
dan mandiri dalam masyarakat sipil yang demokratis, sejahtera,
egaliter, setara dan berkeadilan gender.
--> Memiliki relevansi sebagai sumber belajar dalam hal: konstelasi
keberdayaan dan bentuk kewirausahaan PUK-Mikro di Indonesia, potensi
sekaligus perbandingan kewiraushaan sektor PUK-Mikro perkotaan dan
pedesaan, pengenalan contoh dan studi kasus aktivitas kewirausahaan
dan lifeskill PUK-Mikro yang relevan untuk silabus pengajaran
pendidikan, dll.
6.Subdit Pendidikan Perempuan, Ditjen Pendidikan Luar Sekolah,
Depdiknas
--> Merupakan unit pelaksana yang mempunyai tugas penyiapkan bahan
perumusan kebijakan, pemberian bimbingan teknis, serta evaluasi di
bidang pendidikan perempuan (sebagai bagian dari pendidikan
masyarakat) di bawah lingkup kerja Departemen Pendidikan Nasional.
--> Memiliki relevansi sebagai sumber belajar dalam hal: informasi
mengenai standar, kriteria, pedoman, prosedur, bimbingan teknis,
serta evaluasi di bidang pendidikan perempuan, contoh institusi/
program pendidikan perempuan di berbagai tempat dengan kelebihannya
masing-masing, dll.
7.Migrant Care Indonesia
--> Merupakan organisasi nonpemerintah yang melakukan pendidikan
publik tentang hak dan kondisi buruh migran, sekaligus pendampingan
dan pembelaan terhadap buruh migran Indonesia di luar negeri untuk
mendapatkan perlindungan haknya baik di dalam maupun luar negeri.
--> Memiliki relevansi sebagai sumber belajar dalam hal: informasi
mengenai hak-hak utama seorang buruh migran, kondisi buruh migran
perempuan Indonesia di berbagai negara, prosedur pengaduan kasus,
peluang kewirausahaan buruh migran paska bekerja di luar Indonesia,
dll.
------------ --------- ---------
---------------------------------
Choose the right car based on your needs. Check out Yahoo! Autos new Car
Finder tool.