Ini riset yang menarik, tentu akan banyak varian yang ditemukan di lapangan: misalnya yang saya bayangkan seperti ini: medianya tidak populer (dalam artian contentnya tidak merangsang akal sehat warga), tapi oplahnya bagus, contoh media-media seputar seks dan kriminal. Bayangan saya juga akan ada varian: medianya populer, tapi oplahnya kecil (ini media yang biasanya digunakan untuk memeras pejabat, di daerah sangat banyak. Media seperti ini sangat populer di kalangan PNS, tapi ya nggak besaran amat oplahnya).
Soal data oplah, tak juga menjamin obyektif diperoleh dari pihak percetakan. Soalnya antara yang naik cetak dan laku juga susah dideteksi. Di Medan untuk mengetahui oplah sebuah koran, termasuk menghitung jumlah koran, hanya ada satu pihak yang bisa dikonfirmasi: Tuhan! j anto ----- Original Message ---- From: edi wartawan <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Tuesday, July 10, 2007 9:04:57 AM Subject: [mediacare] peringkat koran Sebenarnya kalau mau dapatkan data yang persis tentang olah koran itu, jangan pakai data sekunder atau (lebih-lebih) pengakuan dari penerbit media massa tersebut. Anda bisa baca dimana koran/majalah itu diterbitkan, lalu datangi percetakannya dan tanyakan berapa jumlah koran/majalah yang dicetak. Data inipun akan sumir, karena banyak percetakan yang dimiliki oleh media massa yang bersangkutan. Tetapi yang pasti, Media Indonesia, saat ini dicetak sebanyak 250 ribu exemplar, kalau kurang percaya, datangi saja percetakannya di kedoya pada pukul 01.00, saat teman-teman percetakan memasukkan koran itu ke mobil yang akan menghantarkannya ke pembaca setia. tk al gosip <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: Mungkin anda bisa mendapatkan informasi yang lengkap ke SPS (Serikat Pekerja Suratkabar). Tapi jangan kecewa kalau anda mendapat informasi yang tidak tepat. Karena pada kenyataannya jumlah oplah koran yang dilaporkan cenderung tidak sama dengan kenyataannya. Ada media yang mengaku oplahnya 25.000, padahal kenyataannya hanya sebecak. Ada juga yang dicetak hanya untuk kepentingan bukti tulisan atau bukti iklan saja. Apalagi untuk penawaran iklan, pasti oplah koran yang disampaikan berlipat-lipat dari kenyataannya. dan itu sudah menjadi hal yang lumrah di kalangan media maupun biro iklan. Semoga informasi ini membantu --- Dwi Munthaha <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: > > Kawan-kawan yang baik, > > Ada yang bisa memberi informasi tentang peringkat > oplah koran di Indonesia? Saya sedang membuat > penelitian tentang hubungan popularitas media > (koran) di masyarakat dengan jumlah oplah. > > Sebelumnya terima kasih atas infonya. > > Terima Kasih. > > > ------------ --------- --------- --- > Shape Yahoo! in your own image. Join our Network > Research Panel today! ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ Get your own web address. Have a HUGE year through Yahoo! Small Business. http://smallbusines s.yahoo.com/ domains/? p=BESTDEAL Don't get soaked. Take a quick peak at the forecast with theYahoo! Search weather shortcut. ____________________________________________________________________________________ Boardwalk for $500? In 2007? Ha! Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games. http://get.games.yahoo.com/proddesc?gamekey=monopolyherenow
