Bukan mengkhianati lagi, tapi menginjak-injak kepala kita...

Mas, kalo ada negara kalifah, maka Indonesia bukan kabupaten, paling
paling RW! Ibukotanya Sanaa, di Yemen. Pohon kelapa diganti korma...

Salam korma

Danardono

Salam

Danardono

--- In [email protected], as as <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mendirikan Daulah Khilafah di Indonesia adalah menghianati Bangsa
dan Negara Indonesia.
> Mereka berarti adalah terrorist yang sesungguhnya.
> Seharusnya acara itu dilarang.
>
> Tejo Sulaksono <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
> Syukur Ketum PBNU dan seluruh NU sangat bijak dalam mengambil
keputusan ini. Dalam
>   situasi setelah separatisme Aceh masih laten dengan GAM, sekarang
separatisme semangkin nekad dengan RMS, apalagi OPM, ini kan harus
ditindak tegas, tanpa ampun namun dengan sepenuhnya ingat pada
prinsip HAM. Syukur NU secara tegas menjauhkan diri dari Hizb ut-
Tahrir itu yang ingin mengganti NKRI dengan cabang Khilafah sedunia
dalam
>   ajaran abad pertengahan. Bangsa kita harus bersatu menghadapi
semua ini yang didukung dan dibeayai dari luar negeri. Sekali lagi
syukur, NU makin jelas memihak NKRI.
>   Nanti kita akan simak siapa saja dari Indonesia yang hadir di
Konperensi itu, supaya kita lebih jeli lagi dalam berkiprah dalam
masyarakat kita.
>   TSL
>
> Harry fadil <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>         NU Setia NKRI, HTI Impikan Khilafah
> 6 Juli 2007 15:45:31
>   Beredarnya selebaran maupun buletin Jumat yang menginformasikan
kehadiran Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi dalam acara Konferensi
Khilafah Internasional tanggal 12 Agustus 2007 mendatang dibantah
oleh Kiai Hasyim sendiri.
>   Beliau menegaskan bahwa ketidakhadiran dirinya merupakan sikap
bahwa NU berbeda pendapat dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)
tentang khilafah.
>
> "Saya tak akan datang karena Nahdlatul Ulama (NU) dengan Hizbut
Tahrir Indonesia memiliki perbedaan pandangan dalam konsep kebangsaan
dan keindonesiaan," tuturnya.
>
> NU yang bergerak dalam bidang dakwah dan sosial-kemasyarakatan
tetap setia mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
yang didirikan oleh darah dan air mata umat Islam Indonesia, terutama
warga NU. Sementara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang merupakan
cabang dari pusat Hizbut Tahrir di Yordania memimpikan terbentuknya
imperium Islam, Khilafah Islamiyah.

> ( Diolah dari NUOnline )

Kirim email ke