Kadang2 kalau kita udah terbiasa hidup dalam kungkungan adat dan merasa okay dgn aturan2 didalam nya, kita tidak lagi merasa kehilangan apa2, semua menjadi wajar dan normal, biar gak diangap double standard, ada juga istri yg kejam, uang suami semua hrs diserahkan, istri yg ngatur ini itu, suami cuman dikasih uang utk ongkos kerja, tak ubahnya sapi perahan, ini banyak juga terjadi di negara kita, kalau memang suami okay with that, I guess nota problem eh? tapi sebaiknya kedua pihak memang hrs bekerja sebagai TeamWork, kalau memang istri jago ngatur duit, hrs bisa menyimpan uang utk memberikan hadiah buat suami misalnya(upah kerja keras suami yg tanpa rewel2 menyerahkan semua uang pada sang nyonya), bila kedua pihak memang tidak ada niat utk "taking advantage" dari pasangan nya, saya rasa arrangement ekonomi keluarga okay2 saja... salam omie MOD:
Ya saya setuju Mbak Omie. Kalau sudah jadi suami isteri memang musti rela melepas "aku perempuan", "aku lelaki". Mereka berdua adalah suami istri dalam satu team work. Tak semua lelaki itu kejam, perempuan juga ada yang kejam seperti mbak paparkan. Bahkan ada lho organisasi bernama ISTI, alias Ikatan Suami Takut Istri. Tak ada organisasi bernama IITS = Ikatan Istri Takut Suami. Itu pertanda apa? marthajan04 <[EMAIL PROTECTED]> wrote: yang ini sial 2X. sudah mesti bayar malah diperbudak. Dulu saya punya beberapa kenalan wanita India. Semua sama, tidak dikasih uang oleh suaminya. Semua keperluan hidup dipenuhi tapi dibelikan. Yang anaknya sudah besar2, baru pada mulai kerja. Kalau masih ada anak kecil, suaminya melarang kerja tapi uang tidak dikasih. Semua kebutuhan harus minta sama suami. Suaminya yang menetapkan boleh tidaknya barang dibeli. Lah wong duit ditangan suaminya. Mereka mengeluh tapi tidak bisa apa2. Itulah karena tidak berani melawan adat yang merugikan wanita. Tapi herannya, dia masih berbelas kasihan pada wanita arab islam. mj
