*Front Pembela NKRI Akan Sweeping Separatisme di Yogya* Dipublikasi pada Wednesday, 11 July 2007 oleh makimee<http://www.kabarpapua.com/> [image: Terrorisme NKRI]<http://kabarpapua.com/online/modules.php?name=News&new_topic=1> *Yogyakarta (kabarpapua. com)--*Front Pembela Negara Kesatuan Republik Indonesia (FP-NKRI) akan melakukan *sweeping* terhadap orang-orang yang mendukung gerakan separatisme di wilayah Yogyakarta. Hal itu dilakukan bila TNI/Polri sudah tidak mampu mengatasi munculnya gerakan mendukung separatisme di kota pelajar ini.
Hal itu dikatakan Ketua FP-NKRI Gandung Pardiman di Gedung DPRD DIY di Jl Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (7/7/2007). "Kalau TNI/Polri sudah tak mampu lagi mengatasi, kami bersama-sama anggota FP-NKRI akan men-*sweeping* mereka yang nyata-nyata mau makar dan mendukung separatisme," katanya. Gandung mengatakan, insiden pembentangan bendera RMS di hadapan Presiden SBY di saat acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) di Ambon, Maluku sudah merupakan tamparan tersendiri bagi negara Indonesia. Belum lagi ditambah dengan kasus pengibaran bendera Bintang Kejora di Papua. "Kami pendukung Front Pembela NKRI benar-benar terluka dengan kasus di Ambon dan Papua. Kami tidak akan tinggal diam," ancam Gandung. Menurut dia, pihaknya menyayangkan adanya penggunaan lambang-lambang Bintang Kejora saat terjadi aksi demo mahasiswa Papua pada Rabu 4 Juli. Namun kalau saat ini warga Yogyakarta masih belum bereaksi dalam kasus itu, bukan berarti akan diam saja dan tidak bereaksi. "Kesabaran warga Yogyakarta ada batasnya. Kami tidak ingin Yogyakarta dijadikan tempat bagi pendukung gerakan separatis," tegas Ketua DPD Partai Golkar DIY itu. Selama ini, kata dia, Kota Yogyakarta dikenal sebagai Indonesia mini dengan penuh keragaman budaya. Dengan demikian apa artinya belajar di Yogyakarta sebagai kota pendidikan, tapi tidak punya rasa cinta Tanah Air dan hendak memisahkan diri dari NKRI. Dia mengatakan, sebagai ketua partai, dirinya sudah banyak bergaul dan berinteraksi dengan berbagai suku dan masyarakat dari berbagai wilayah Indonesia yang sedang belajar di kota Yogyakarta. Dari pergaulan itu diakuinya tidak semua warga Maluku maupun Papua yang mendukung gerakan separatis. Dalam pertemuan dengan anggota FP-NKRI pada Jumat malam yang dihadiri massa dari ormas lain disepakati pihaknya tidak akan asal-asalan dalam melakukan * sweeping*. Bila benar-benar terbukti nyata mendukung separatisme, FP-NKRI yang mempunyai anggota ribuan di wilayah DIY itu akan menangkapnya. Selanjutnya akan diserahkan kepada aparat untuk memproses secara hukum. "Kami juga akan melacak mahasiswa-mahasiswa pendukung separatis melalui kampus perguruan tinggi," kata Gandung yang sudah menjabat Ketua FP-NKRI sejak tahun 1999 itu. *(bgs/sss) ============================================================================ NKRI Defenders Front to conduct sweeps for separatist supporters in **Yogyakarta* * **Yogyakarta --* The Unitary State of the Republic of Indonesia efenders Front (FP-NKRI) will be conducting sweeps of people who support separatist movements in the Central Java city of Yogyakarta and surrounding areas. This will be done because the TNI (Indonesian military) and the police are no longer capable of dealing with the movements supporting separatism in the student city. This was conveyed by FP-NKRI chairperson Gandung Pardiman at the Yogyakarta Regional House of Representatives on Saturday July 7. "If the TNI and police are no longer capable of dealing with it, we together with members of the FP-NKRI will conduct sweeps against those who clearly want rebellion and support separatism", he said. Pardiman said that the unfurling of the South Maluku Republic (RMS) flag in front of President Susilo Bambang Yudhoyono during the commemoration of National Family Day in Ambon, Maluku, was a slap in the face against the Indonesian state. This was compounded by the flag raising incident of the Morning Star in Papua. "We as supporters of the NKRI Defenders Front were truly hurt by the incidents in Ambon and Papua. We cannot remain silent", threatened Pardiman. Pardiman said that his group also regrets the use of the symbol of the Morning Star during a demonstration by Papuan students in Yogyakarta on Wednesday July 4. Although Yogyakarta residents did not react to the incident, it does not mean that they will just stay silent and take no action. "The tolerance of Yogyakarta residents has its limits. We don't want Yogyakarta to be turned into a place for supporters of separatist movements", asserted the chairperson of the Golkar Party's Yogyakarta regional leadership board. Pardiman added that as the chairperson of a political party, he associates closely with various groups and communities from different parts of Indonesia that are studying in Yogyakarta and knows that not all Maluku and Papuan people support the separatist movements. During a meeting of FP-NKRI members on Friday night attended by several other mass organisations, it was agreed that the sweeps would not be carried out in a haphazard fashion. If there is concrete evidence of people supporting separatism the thousands of FP-NKRI in the Yogyakarta area will arrest them and hand them over to police. "We will also track down student supporters of separatism through the tertiary education campuses", said Pardiman who has been the chairperson of FP-NKRI since 1999. (bgs/sss) [Slightly abridged translation by James Balowski.] * ........................................................................................... Sumber: **Detik.com* <http://detik.com/> - July 7, 2007 * http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/07/tgl/07/time/174334/idnews/802260/idkanal/10 *<http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/07/tgl/07/time/174334/idnews/802260/idkanal/10> Sumber: http://kabarpapua.com/online/modules.php?name=News&file=article&sid=468 *Link Terkait* *·* Lebih Banyak Tentang Terrorisme NKRI<http://kabarpapua.com/online/modules.php?name=Search&topic=1> *·* Berita oleh makimee<http://kabarpapua.com/online/modules.php?name=Search&author=makimee> ------------------------------ *Berita terpopuler tentang Terrorisme NKRI:* HENDROPRIYONO: PAPUA BAKAL SUSUL TIMTIM, KALIMANTAN 5 TAHUN LAGI<http://kabarpapua.com/online/modules.php?name=News&file=article&sid=451> *Nilai Berita* Rata-rata: *0* Pemilih: *0* Beri nilai berita ini: [image: Luar Biasa] [image: Sangat Bagus] [image: Bagus] [image: Biasa] [image: Jelek] *Opsi* [image: Versi Cetak] Versi Cetak<http://kabarpapua.com/online/modules.php?name=News&file=print&sid=468>
