Tambahan, bung Danar.. Sebagai orang Indonesia nggak perlu mencontoh hal-hal buruk dari perilaku umat beragama di manapun mereka berada, entah di Arab atau di Amerika. Dalam Al Kitab jelas disebutkan bahwa walaupun Al Qur'an diturunkan dalam bahasa Arab, tidak ada kelebihan orang Arab dibandingkan non-Arab. Karena itu, hal2 positif yang datang dari Arab ataupun Amerika, yang beragama ataupun yang atheis, tetap harus dijadikan contoh untuk perbaikan bangsa ke depan.
Saat ini Indonesia sudah maju satu langkah dengan berhasil membuka lembaran baru demokrasi dan melepaskan diri dari naungan subsidi. Masyarakat harus mulai bangkit berusaha untuk mandiri. Harus mulai menyadari bahwa harga barang di dunia ini pada kenyataannya tidaklah semurah yang disangka. Bahwa kita perlu berhemat dalam memanfaatkan energi dan sumber daya lainnya. Mudah2an kita bisa lebih kompetitif dan bijaksana. ------------ Muak - Re: Sepasang pengantin Arab ............ Posted by: "RM Danardono HADINOTO" [EMAIL PROTECTED] rm_danardono Date: Wed Jul 11, 2007 2:50 am ((PDT)) Tepat sekali. Semua UMAT beragama, tak terkecuali, hendaknya berupaya mengikuti ajaran masing masing sekerasnya, hingga BERDAMPAK nyata dialam ini (kalau sudah mati, mah masabodo, kita nggak tahu apa yang terjadi). Suatu agama yang dinamakan LENGKAP, SEMPURNA dan MENGGENAPI seharusnya makin jelas bagi penganut, yang akan memenuhi peraturan dan perintah, yang hasilnya akan nyata kita nikmati bersama. Sebuah peringkat peraturan lalulintas yang lengkap, tidak tumpang tindih, jelas, logis akan mengakibatkan TAK ada lagi kecelakaan, kesemmrawutan lalulintas. Kalau masih terjadi, apalagi lalulintas makin ngawur, maka peserta lalulintas SEMUA bloon DAN peraturan lalulintas TIDAK sempurna. TIDAK ada gunanya, selalu mengatakan, peraturan sih bagus, tapi nggak ditaati. Agama sih bagus, tapi umatnya ngawur. Lalu, apa yang kita nantikan? Ini sudah duaribu tahunan lho sejak agama agama berdiri! Bukan sejak kemarin. Berdoa sih monggo monggo, tapi jangan lupa berupaya. Kalau bangsa lain mampu membangun masyarakat tertata rapi, masakan kita, yang katanya beragama ini, ngawur terus? Salam nalar Danardono
