Abu Dujana Pernah Adakan Pertemuan Rahasia di Bandungan

Ungaran (ANTARA News) - Para teroris kelompok Abu Dujana diketahui
pernah melakukan pertemuan rahasia di sebuah vila No. 60 Dusun
Gelaran, RT 02 RW 04, Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan, Kabupaten
Semarang, pada tahun 2005.

Pertemuan rahasia yang melibatkan keempat tersangka yakni Abu Dujana,
Hasanudin, Zarkasi, dan seorang tersangka Sahid yang sampai saat ini
masih buron, terungkap saat dilakukan rekontruksi (reka ulang) di vila
itu di Bandungan, Kamis siang, yang dijaga ketat oleh Satgas Densus 88
Mabes Polri, Polda Jateng, dan dibantu Polres Semarang.

Pada rekonstruksi itu penjagaan dilaksanakan secara ketat oleh aparat
keamanan, wartawan hanya bisa melihat dari luar pagar rumah, dan tidak
diperbolehkan mendekat.

Menurut Ketua Tim Pembela Muslim (TPM) Sulawesi Tengah Asludi Hatjani,
yang mendampingi tersangka, dalam pertemuan di Bandungan dilakukan
pada tahun 2005, dan mereka membahas masalah pekembangan atau situasi
di Poso.

"Dalam pertemuan itu, Hasanudin dan Ustad Sahid melaporkan situasi di
Poso kepada Abu Dujana bersama Zarkasi," katanya.

Pada rekonstruksi ini Ustad Sahid digantikan oleh petugas, mereka
membicarakan kondisi setelah kejadian di Poso, katanya.

Dalam reka ulang ini tersangka Abu Dujana menuju lokasi mengendarai
mobil Kijang Innova warna metalik Nopol H 8617 WY, Hasanudin
mengendarai Kijang Innova nopol H 8638 VY, dan tersangka Zaekasi
mengendarai mobil warna hitam nopol B 8537 AE.

Vila di Bandungan milik Widodo warga Kendal ini, pada tahun 2005
disewa selama satu tahun oleh Abu Dujana dengan alasan untuk membuka
toko optik, kata Mey seorang penjaga Vila di Bandungan.

Ia menjelaskan, saat itu seorang yang menemui dirinya bernama Abu
Dujana akan menyewa rumah ini selama satu tahun.

"Saat itu, saya langsung mempertemukan Abu Dujana dengan pemilik rumah
ini. Setelah itu saya tidak tahu," katanya.

Joni, pedagang kembang di sebelah Vila, mengatakan, rumah itu memang
sering disewakan hanya pada hari Sabtu dan Minggu.

"Saya tidak tahu pada tahun 2005 disewakan kepada Abu Dujana. Saya
tidak tahu kalau di tempat itu untuk pertemuan para teroris," katanya.

Ketua RT.2 Dusun Gelaran, Suriyono, mengatakan, tidak tahu kalau rumah
itu disewakan pada Abu Dujana, karena pemilik rumah Widodo tidak penah
lapor ke RT.

"Saya pernah memberi peringatan kepada penjaga rumah itu bernama Totok
Yulianto, kalau ada yang menyewa supaya lapor pada RT. Namun, hingga
sekarang tidak pernah lapor ke RT," katanya.(*)

Kirim email ke