http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/072007/16/0402.htm
Mustahil Gugat Soeharto Mixil Minamunir, "Ini Hanya Blow-up untuk SBY" JAKARTA, (PR).- Gugatan perdata yang siap dilayangkan Kejaksaan Agung terhadap mantan Presiden Soeharto ditanggapi negatif para aktivis '98. Mereka pesimistis gugatan itu bakal gol. "Saya tidak banyak berharap pada (Jaksa Agung) Hendarman Supandji. Ini hanya blow-up untuk (Presiden) SBY. Seolah-olah tampak SBY punya inisiatif mengadili Soeharto, tapi saya berani jamin ini omong kosong atau mustahil. Akan ada sesuatu yang membuat proses ini tidak berhasil," kata seorang aktivis '98, Mixil Minamunir. Hal ini disampaikannya pada jumpa pers di Hotel Maharani, Jln. Mampang Prapatan Raya, Jakarta Selatan, Minggu(15/7). Menurut Mixil, pengadilan untuk Soeharto hanya akan jadi sandiwara yang akan berujung pada kebebasan mantan penguasa Orde Baru itu. Namun, kali ini rakyat tak mempan dibohongi begitu saja. "SBY bisa bohongin rakyat satu kali, tapi tidak bisa bohong berkali-kali," ujar aktivis asal UIN Syarif Hidayatullah ini. Pernyataan itu diamini oleh Ketua Pelaksana Pertemuan Nasional Aktivis '98 (PENA 98), Sangap Surbakti. "Di belahan dunia mana pun, hukum akan dibeli oleh kekuasaan. Soeharto bisa lolos walau itu kasus perdata dan meski kelihatannya 100 persen prosedur hukumnya benar," kata Sangap Surbakti. Aktivis '98 "come back" Berkaitan dengan belum terealisasinya agenda reformasi, Sangap Surbakti mengatakan, aktivis '98 mengancam untuk merebut kembali kekuasaan. Salah satu caranya dengan mengikuti Pemilu 2009 nanti. "Jika memang masuk ke jalur parlemen dinilai realistis, kami akan masuk lewat pemilu. Kami targetkan 200 aktivis '98 duduk di legislatif pusat. Tapi kalau tidak, kita bikin gerakan lain. Bisa jadi turun ke jalan lagi," kata Sangap. Namun, keputusan jalur mana yang akan dipilih akan ditetapkan melalui forum pertemuan pada 27 s.d. 29 Juli 2007 mendatang. Pada tanggal tersebut akan diadakan pertemuan nasional aktivis '98 di Hotel Sahid Jaya, Jakarta. "Pertemuan ini akan diikuti ratusan aktivis '98 dari 33 provinsi di Indonesia. Konfirmasi terakhir ada 680 aktivis. Apakah dia sudah masuk LSM atau partai, kami kumpulkan kembali sebab ini kan tanggung jawab bersama," ungkapnya Menurut pria berkepala plontos itu, aktivis '98 memiliki tanggung jawab atas cita-cita reformasi 7 tahun lalu. Mereka juga menyatakan siap untuk merebut potensi apa pun. "Baik itu jabatan presiden, ketua DPR, ketua MPR, Ketua MK, Bupati, Lurah, semua sektor kekuasaan harus direbut," ujarnya. Upaya aktivis '98 ini memang tidak mulus. Selain menerima sejumlah ancaman, mereka juga mengaku diteror secara politis. "Ada pertemuan tandingan yang bernama PNA '98. Proposal kita disamakan. Siapa mereka? Ya siapa lagi, musuh strategis angkatan '98 kan cuma (mantan Presiden) Soeharto," ungkap mantan aktivis Forkot dari UKI itu. (Dtc)***
