Baru saja saya memberi komentar ttg cara penulisan artikel di media Indonesia yg menurut saya salah, atau penulisan informasi yg berindikasi "menipu pembaca." menjadi ironis karena justru media2 besar juga melakukan hal yg sama.
Hari ini saya baca lagi penulisan berita seperti itu di detik.com dan berita di Radio Trijaya FM, Jakarta. Ironisnya dalam berita ttg seorang dokter muda yg tewas kecelakaan di Fakfak, Papua, terkutip pernyataan Menteri kesehatan yg terlihat buta ttg geografi tanah Papua. Detik.com dan Radio Trijaya memberitakan dgn menyebutkan bahwa Fakfak dan Kokas berada di Provinsi Irian Jaya Barat. Padahal sejak 18 April 2007 dgn PP No. 24 Tahun 2007, nama Irian Jaya Barat sudah resmi dihapus dan diganti dgn "Papua Barat." Masakan orang media tidak tahu ttg hal ini? Menteri Kesehatan lebih menyedihkan. Dia mengatakan bahwa Fakfak itu ada di daerah pedalaman Irian Jaya Barat. Padahal Fakfak itu adalah kota kabupatenb yg letaknya persis di pinggir laut!
