> "RM Danardono HADINOTO" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Celakanya, perusahaan perusahaan di Indonesia harus bersaing ketat
> dengan negara-negara yang ketat dalam cost calculation: RRC, Vietnam
> dll. Disini, di Eropa, juga tak dikenal istirahat diluar waktu
> istirahat, itupun dihitung tepat, time is money. Herannya, jutaan
> pekerja migran dari Turki dan negara negara Muslim, termasuk
> Indonesia disini tak ada yang protest tuh? Mereka bekerja dengan
> rajinnya, seperti teman teman yang non Muslim. Anggota staff saya 
> yang Muslim, ada empat orang, Persia, Lebanon, Turki dan Mesir, tak 
> pernah yang shalat, bekerja non stop seperti
> yang lainnya. Perusahaan perusahaan Eropa juga harus mati-matian 
> berkalkulasi agar tak amblas ditelan RRC..
> 



Betul, bangsa Indonesia adalah bangsa yang selalu terlambat berpikir.
 NANTI kalo semua investor sudah tak ada yang mau investasi sama
sekali barulah dipikirkan untuk membuat UU larangan bershalat disemua
pabrik, perusahaan dan kantor2.  Namun tentunya larangan itu sudah
terlambat dan negara ini mungkin sudah tenggelam kedasar lautan.

Berbeda dengan bangsa lainnya, mereka berjuang sebelum amblas,
sedangkan Indonesia berjuang nanti setelah amblas.  Mungkiin begitu
caranya untuk mencari kambing hitam atau mengkambing hitamkan Allah
bahwa semua memang sudah kehendaknya, manusia tak perlu berusaha
karena Allah sudah memastikan.

Ny. Muslim binti Muskitawati.






Kirim email ke