Banyak sekali yg perlu disorot dgn kejutan berita
demonya karyawan 2 kontraktor pabrik Nike kemarin.
Saya ingin menyoroti munculnya Ny Hartati Murdaya
Boss dr kedua pabrik itu di TV yg dengan cantiknya, 
mengatakan, Nike yg harus bayar pesangon 14,000 
karyawan yg akan di PHK.
Beliau dgn wajah sendu menambah kecantik jelitaan 
wajahnya mengatakan sudah rugi 14 triliun selama ini ..

Ketika saya berada di AS 3 thn lalu saya pernah mencoba 
mengikuti 'demo safari' dr LSM AS dan Indonesia di 
Purdue University Indiana, yg berupa seminar untuk
membongkar aib Nike yg memesan order sepatu dr 
Indonesia kontraktor pabrikan [spt 2 perusahaan 
Ny Hartati Murdaya ] yg jelas2 membayar sangat rendah 
alias spt memperbudak pekerja Indonesia...
Saya sama sekali tidak mendapatkan pembelaan atau 
ada usaha dr sang kontraktor pabrik ataupun pihak buruh
atau dr pemerintah Indonesia c/q deperindag,kedubes RI di
AS dll , jadi hal spt ini berkembang dgn leluasa cukup lama.
Hampir mirip dengan perkembangan industri penerbangan 
di Indonesia yg serba leluasa membunuh penumpangnya dgn 
segala dalih indah... Dan muaranya sanksi masyarakat Eropa
yg mengimbas kemana2 ...

Sekarang ini kontrak order Nike memang sudah akan 
diterminate akhir July, dan dibalik keputus asaan nya 
Ny Hartati megeluarkan jurus maut terakhirnya meng
organisir buruh untuk berdemo [ nantinya akan diikutkan 
keluarga buruh termasuk anak2 biar lebih dramatis spt 
gaya2 partai di Jakarta tiap minggu itu...] di Jkt .
Kelihatannya target untuk bisa mendapatkan order kembali
dgn bantuan pemerintah RI sdh mustahil,target lainnya
pesangon juga ditanggung pemerintah karena si Nike 
jelas2 menolak membayar pesangon yg memang nggak ada 
urusan dgn Nike...
Urusan bisa berkembang kayak lumpur Lapindo atau kayak 
PT Dirgantara , atau yg terjelek si buruh yg dapat angin 
kosong...
Saya sangat amat heran, Ny Hartati Murdaya yg sebenarnya 
sangat profesional [ makanya lebih berhasil dr sang suami 
Ir PTG ] kok bisa melakukan hal yg memalukan seperti itu.
Bukankah cara dagang internasional sudah dikuasai lama 
sekali ?
Soal pengelolaan pabrik yg bisa menghasilkan  kualitas yg
sesuai kontrak mana bisa dialihkan tg jawabnya pada pihak
luar bahkan mengatakan Nike untungnya banyak sekali selama 
ini, jadi Nike yg bertanggung jawab membayar pesangon 
karena juga Nike menghentikan order [ sesuai kontrak 
pengurangan order  sdh berlangsung sejak demo2 di AS itu, 
3 thn lalu.]
Kalau profesional mestinya sejak ada aba2 pengurangan order, 
harusnya ada usaha perbaikan termasuk minta bantuan 
pemerintah dalam lobby2 soal perbudakan dll ke masyarakat
dan pemerintah AS.
Kalau saja benar analisa Ny Mustikawati soal buruh2 yg 
'terlalu mementingkan melaksanakan ritual agama '
hingga mengurangi produktivitas kerja atau kualitas produksi
maka sungguh inipun harus dibicarakan dhn pemerintah 
dan pihak yg kompeten. Ini jauh sebelumnya bukan saat ini !

Semua pihak, terutama pakar2 ekonomi maupun penguasa 
negara ini sudah mengetahui, soal m\penanaman modal luar 
sangat penting buat mengurangi pengangguran, buat meningkat
kan kesejahteraan rakyat, namun yg diurusi cuma pemberian 
fasilitas keringanan pajak bagi calon investor dll ...
Sungguh menyedihkan punya pengusaha yg kurang bertanggung 
jawab seperti Ny HM , padahal kita memang sudah tidak bisa 
mengandalkan elite pemerintahan yg amburadul .
Swasta yg relatif lebih profesional profit oriented mestinya bisa 
mengelola lebih baik perusahaannya , peka pada masalah2 yg 
bisa menghancurkan perusahaannya, atau ada hal2 lain yg 
diluar kuasanya yg tidak kita ketahui ?
Yg saya maksud bedanya Garuda dengan Lion kan jelas hasil 
performancenya dalam beberapa tahun saja ?

Salam , martin - jkt



----- Original Message ----
From: Lisman Manurung <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, July 17, 2007 7:42:24 AM
Subject: [mediacare] Politisi Senayan Perlu Demo atas Nasib  15000 Buruh NIKE

Para politisi Senayan jangan bersembunyi di balik jas
mereka jika ada masalah seperti ini. Mereka harus
turun berdemo, singsingkan lengan jas, singkirkan
jam-jam Rolex (agar tidak dicopet oleh
demonstran/pekerja yang terkena PHK), parkirkan agak
jauh Mercy atau Jaguar mereka  yang berlogo wakil
rakyat itu biar jangan bonyok jika ada baku-hantam
dengan petugas. Mereka harus berpadu dengan pekerja:
Demo!

Ini masalah konstituen mereka. Jika 15 ribu orang
terancam menganggur, maka orang-orang yang terkait
dengan mereka, yakni istri atau suami, anak-anak serta
orang-orang yang bekerja untuk mereka akan kehilangan
sumber makanan dan mungkin tempat berteduhnya. Karena
jumlah orang per rumah-tangga cenderung semakin naik,
maka diperkirakan rasio setiap rumah tangga sekarang
ini beranggotakan 4,5 orang, dan kemudian orang-orang
yang lain yang tergantung kepada buruh itu seperti
pedagang-pedagang makanan dan kelontongan di sekitar
pabrik, termasuk keluarga mereka katakanlah 0,5 per
orang. Jadi orang-orang yang terkena dan terimbas
sekitar 6 kali, sehingga dampak dari tindakan NIKE ini
adalah 6 x 15 ribu = 90 ribu jiwa, atau 1/3 suara yang
diperlukan oleh seorang anggota DPR.

Saya duga kebanyakan dari karyawan NIKE adalah anggota
PKS dan PDI-P. Simpatisasn Partai Golkar tidak di
pabrik, tetapi di birokrasi. Oleh sebab itu kedua
partai ini harus melakukan demo, bukan berpangku
tangan.

Demo kedua partai ini adalah ke Kedubes Amerika. Demo
politisi adalah agar pemerintah Amerika memberikan
pengembalian pajak yang dikenakan kepada NIKE, sebab 
pemerintah Amerika tidak memberi kemudahan agar upah
buruh di kontraktor NIKE bisa rendah, sebab tidak ada
tunjangan-tunjangan dari pemerintah (kita) yang
diterima buruh itu seperti layaknya setiap buruh di
Amerika sana dari pemerintah (mereka).  Di negara USA
sana seorang buruh yang terkena PHK dapat memperoleh
santunan pengangguran. Jadi pemerintah AS jangan
memberikan pengembalian pajak berupa tunjangan PHK
melalui NIKE atau kontraktor, tetapi langsung kepada
buruh-buruh yang terkena PHK. Nah, tanpa demo politisi
di depan Kedubes AS, tak ada keadilan.
 
 
Betul engga para Mediacare Taker?

  

--- Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> > "RM Danardono HADINOTO" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Celakanya, perusahaan perusahaan di Indonesia
> harus bersaing ketat
> > dengan negara-negara yang ketat dalam cost
> calculation: RRC, Vietnam
> > dll. Disini, di Eropa, juga tak dikenal istirahat
> diluar waktu
> > istirahat, itupun dihitung tepat, time is money.
> Herannya, jutaan
> > pekerja migran dari Turki dan negara negara
> Muslim, termasuk
> > Indonesia disini tak ada yang protest tuh? Mereka
> bekerja dengan
> > rajinnya, seperti teman teman yang non Muslim.
> Anggota staff saya 
> > yang Muslim, ada empat orang, Persia, Lebanon,
> Turki dan Mesir, tak 
> > pernah yang shalat, bekerja non stop seperti
> > yang lainnya. Perusahaan perusahaan Eropa juga
> harus mati-matian 
> > berkalkulasi agar tak amblas ditelan RRC..
> > 
> 
> 
> 
> Betul, bangsa Indonesia adalah bangsa yang selalu
> terlambat berpikir.
>  NANTI kalo semua investor sudah tak ada yang mau
> investasi sama
> sekali barulah dipikirkan untuk membuat UU larangan
> bershalat disemua
> pabrik, perusahaan dan kantor2.  Namun tentunya
> larangan itu sudah
> terlambat dan negara ini mungkin sudah tenggelam
> kedasar lautan.
> 
> Berbeda dengan bangsa lainnya, mereka berjuang
> sebelum amblas,
> sedangkan Indonesia berjuang nanti setelah amblas. 
> Mungkiin begitu
> caranya untuk mencari kambing hitam atau mengkambing
> hitamkan Allah
> bahwa semua memang sudah kehendaknya, manusia tak
> perlu berusaha
> karena Allah sudah memastikan.
> 
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 



       
____________________________________________________________________________________Ready
 for the edge of your seat? 
Check out tonight's top picks on Yahoo! TV. 
http://tv.yahoo.com/


Web:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Klik: 

http://mediacare.blogspot.com

atau

www.mediacare.biz

====================
Untuk berlangganan MEDIACARE, kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links










       
____________________________________________________________________________________
Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone who knows. 
Yahoo! Answers - Check it out.
http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545469

Kirim email ke