Saya pikir mb Mus terlalu terburu2 mengklaim Shalat
sebagai penyebabnya... Bahwa mb Mus punya pengalaman
subjektif banyak org menggunakan agama sebagai alat
memohon dispensasi, bisa2 saja. Tapi kalau mb Mus
melakukan generalisasi saya rasa kurang pas...

Kita bisa saja salahkan pabrik yang tdk effisien atau
pengusaha yang rakus yang melupakan buruh pada saat
mengeruk keuntungan, tapi memanipulasi buruh pada saat
susah (provokasi dgn mengkambing hitamkan org lain dlm
kasus ini Nike) sebagai penyebab kehancuran pabrik, tp
yang jelas ada 15rb buruh yang akan mengalami
pemutusan hub kerja yang juga perlu dipikirkan. Belum
lagi dampak sosial ekonomi diseputaran lokasi... 

Bahwa buruh kita tdk profesional, kultur kerja yang
buruk, rasanya bukan salah buruh semata. Mb. Mus bisa
ajarin kita ttg penyakit struktural seperti ini. Krn
Etos kerja ini bukan saja produk budaya, tp design
struktural, yang mungkin kita2 turut berperan
melestarikannya, sambil mengambil keuntungan.

Mb Mus... Kita butuh pencerahan thd praktik2
kapitalis, tp bisakah kita menghindari prejudice
agama? 

Mengenai Boikot, rasanya beberapa tahun yang lalu NIKE
punya pengalaman buruk dgn kampanye NIKE mengabaikan
hak2 buruh. Bagaimana komunikasinya mungkin mb Mus
lebih punya networking ...

Salam....



 
--- Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> > Ammarsjah Purba <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Bagaimana kalau kita tinggalkan debat shalat tdk
> > shalat, kepentingan pengusaha atau kepentingan
> > buruh... 
> > 
> 
> 
> urusan shalat ditempat kerja justru merupakan inti
> dari semua
> permasalahan yang tabu dibicarakan.  Semua pihak
> takut mengeluh urusan
> agama Islam yang merugikan dunia usaha ini.
> 
> 
> > Kalau mau membantu 15000 buruh menekan nike...
> kita
> > galang saja gerakan boikot produk nike...Lumayan
> > jugakan kalau nike kehilangan pasar di indonesia.
> > 
> 
> 
> 
> Apanya yang mau diboikot???  Sepatu Nike tidak ada
> pasarannya di
> Indonesia, semua sepatu Nike yang ada di Indonesia
> adalah palsu karena
> semua sepatu Nike dipasarkannya diluar Indonesia.
> 
> 
> 
> 
> > Beberapa kawan2 yang punya kontak dgn ILO bisa
> > menggunakan jalur nya... tentunya harus ditunjukan
> > bahwa selama ini NIKE cuma menghisap buruh... 
> >  
> 
> 
> 
> Justru ILO inilah yang memaksa Nike memutuskan
> kontraknya dengan
> perusahaan di Indonesia yang dimiliki oleh
> Ny.H.Murdaya.  Disatu pihak
> Nike membuat kontrak pembelian sepatu dengan nilai
> yang sudah
> disamakan dengan kontrak2 dinegara lain, sehingga
> seharusnya buruh
> mendapatkan penghasilan yang baik.  Namun
> kenyataannya, kondisi buruh
> paling konyol, dibayar dibawah standard, bahkan Nike
> dituntut lagi
> dengan biaya2 tambahan diluar kontrak untuk
> kesejahteraan buruh yang
> seharusnya menjadi tanggung jawab kontraktornya.
> 
> Masalah kecaman ILO yang menyalahkan Nike yang terus
> mempertahankan
> kontrak dengan Ny.Buaya Darat ini telah menjadi
> agenda HAM sejak
> beberapa tahun yang lalu.  Baru sekarang inilah Nike
> bertindak tegas
> cabut dari negara Syariah Biadab ini, yang
> seharusnya sudah cabut
> tahunan yang lalu.
> 
> Juga tidak ada masalah apakah Ny.Hartati Buaya ini
> muslim atau bukan,
> karena yang pasti buruhnya ini muslim dan banyak
> tuntutannya.  Oleh
> Ny.Buaya Murdaya ini, buruh cukup digaji dibawah
> standard, dan
> memenuhi tuntutan untuk menyediakan tempat shalat
> dan wudhu beserta
> biaya pemeliharaan tempat ini.  Tentu penambahan
> fasilitas2 buruh ini
> diminta biaya tambahan kepada Nike karena Ny.Buaya
> ini jelas tidak
> menganggap hal ini bagian dari kontraknya.
> 
> Dengan adanya fasilitas2 shalat ini, ternyata
> produktivitas makin
> rusak, mutu sepatu turun, produksi turun, dan
> akibatnya mesin sering
> rusak karena lupa di off-kan sewaktu mereka keluar
> shalat.  Dihari
> jum'at, perusahaan dibebankan biaya mengundang uztad
> untuk khotbah
> yang biayanya sama2 bisa kita menduganya sampai
> puluhan juta untuk
> sekali khotbah saja.  Otomatis, jum'at tidak kerja
> tapi tetap dibayar
> atau digaji.
> 
> Apalah yang anda pikirkan atau khayalkan, yang jelas
> Nike sudah cabut,
> dan alasannya tidak jelas karena memang merupakan
> hal yang tabu untuk
> dibicarakan.
> 
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
> 
> 
> 
> 
> 
> 



      
____________________________________________________________________________________
Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles. Visit the 
Yahoo! Auto Green Center.
http://autos.yahoo.com/green_center/ 

Kirim email ke