Dear Rifani, Komposisi PKS di DPRD hanya 24%, dan otomatis dengan konstelasi yang ada sekarang, sulit atau boleh dikatakan impossible untuk membuat koalisi oposisi yang cukup efektif.
Mengkritisi eksekutif sih pasti bisa, setiap anggota DPR punya hak tersebut. Tapi ketok palu di DPR itu ditentukan dari majority, ini berakibat PKS tidak akan punya power apa-apa dari sisi kelembagaan DPR, misalnya dalam budgeting dan evaluasi. Jadi yang akan kita dapat hanya "asal ada oposisi", bukan oposisi yang cukup kuat untuk mengimbangi eksekutif. Kalau boleh dibilang, Fauzi Bowo, terlalu banyak merangkul partai, mungkin karena saking takutnya dengan PKS, yang boleh dikatakan partai tersolid sesudah Golkar. Menurut saya strategi ini keliru, mestinya nggak perlu semuanya dirangkul, misal ambil yang memang powernya kuat dan dukungannya nggak tanggung, misalnya PDIP, Golkar, PD, yang terlihat sangat commit dengan Fauzi. PAN, PKB, PPP, dan partai kecil, tampaknya mereka tidak sepenuh hati mendukung Fauzi. Secara lembaga memang iya, tapi saya lihat warga PAN sendiri sudah tidak antusias dengan Pilkada ini pasca gugurnya Sarwono. Tampaknya kebanyakan mereka akan golput. Padahal kalau menang, partai-partai itu juga tetap akan minta benefit dari Fauzi. Yang sudah umum dalam dunia kita, ya bagi-bagi proyek. Misalnya kalau ada partai yang di-deny oleh Fauzi, nggak kebagian proyek basah, bisa jadi dia akan jadi oposisi nantinya. Tapi tentu, oposisi model seperti itu (kecewa karena faktor ekonomi), nggak ada manfaatnya buat rakyat. Jadi untuk gubernur DKI mendatang, siapapun dia, justru kita-kita ini yang diharapkan bisa terus jadi oposisi, baik melalui media, blog, dll. --- In [email protected], "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Bung Felix, > > Saya kok malah berfikir dengan menangnya Fauzi Bowo akan terjadi > perimbangan kekuatan politik antara Legislatif dan Eksekutif. Berhubung > PKS cukup dominan menduduki kursi DPRD DKI, mungkin akan lebih baik > kalau Gubernur-nya bukan yang didukung PKS. Dengan demikian bisa > diharapkan terjadinya saling koreksi yang positif dalam sistem > pemerintahan DKI. Semoga...
