Radio Nederland Wereldomroep <http://www.ranesi.nl/> Pengusiran Warga Kulit Hitam Afrika Bergeser dari Darfur ke Chad<http://www.ranesi.nl/arsipaktua/afrika/pengusiran_warga_afrika070723>
Laporan korespoden Afrika Koert Lindijer 23-07-2007 *[image: Darfour.300.jpg]Dari Khartoum, ibukota Sudan, PBB bulan ini melaporkan kedatangan puluhan ribu orang Arab ke Darfur. Mereka berasal dari Chad, Republik Afrika Tengah dan Niger. Konon mereka menetap di Darfur, setelah warga Afrika diusiri oleh milisi Arab. Di Brussel Senin ini (23/07) para menteri luar negeri Uni Eropa membicarakan usulan untuk mengirim tentara ke Chad, untuk melindungi warga Afrika. Dari Chad timur sendiri, orang Afrika atau Arab diusir semua.* * * *Mengarabkan Afrika* ** Tragedi pengusiran yang dialami oleh orang-orang Afrika kulit hitam di Darfur kini telah mencapai Chad. Seperti tetangganya Darfur, para pemimpin tradisional Chad diusiri oleh politisi moderen. Dengan warna-warna lembut sore hari, Sultan Said Ibrahim Mustapha yang sudah dipaksa turun tahta, duduk di atas tikar raja di rumahnya di Goz Beida. Kesultanan Dar Sila yang pernah dikuasainya sudah didirikan pada abad 16. 18 tahun silam Sultan Said naik tahta. "Sebagai penguasa tradisional, kami wajib membela kemanusiaan dan budaya kami," kata Said dengan tenang. "Kami harus rujuk, kami tidak boleh menyebar kebencian atau mempersenjatai para pendukung kami." Justru itulah, demikian Sultan Said, yang dikerjakan oleh presiden Chad Idriss Deby. Deby berlaku seperti singa yang siap menerkam siapa saja, demikian Said. Deby membagi-bagi senjata dan membentuk milisi untuk melawan orang-orang Arab yang melakukan serangan. Deby juga membantu para pemberontak di Darfur. Pasukan pemerintah dikerahkannya hanya untuk menghadapi kelompok pemberontak yang ingin menjatuhkannya. Kritik Sultan Said terhadap Presiden Idriss Deby itu, menyebabkan pemerintah memaksanya turun tahta. Ini belum pernah terjadi, karena menurut tradisi, raja baru diangkat berdasarkan hak waris pada anak pertama. Sultan Said yang tidak berkuasa lagi itu duduk, tetapi ucapannya tetap tegas. "Yang bersalah adalah Sudan, walaupun itu bukan negara Arab. Sudah berabad-abad Sudan merupakan negara mestizo, yaitu orang-orang Afrika kulit hitam yang bertindak sebagai orang Arab. Tetapi penguasa Khartoum ingin menggunakan Sudan sebagai tempat membiakkan budaya Arab. Said percaya pada teori komplot. "Mereka ingin menjajah Afrika dan mengarabkannya." *Perbedaan ras* ** Tapi, baik orang Arab maupun orang Afrika, siapa saja di Chad timur merasa diburu oleh ketakutan, takut satu sama lain dan takut terhadap pemerintah. Selain seperempat juta orang Sudan yang mengungsi, sekarang sudah ada 170 ribu pengungsi Sudan dan 40 ribu pengungsi dari Republik Afrika Tengah. Dari Khartoum PBB bulan ini melaporkan bahwa bulan ini saja puluhan ribu orang Arab tiba di Chad, Republik Afriak Tengah dan Niger. Dengan bantuan pemerintah Sudan, para pengungsi ini akan diam di desa-desa yang kosong, karena ditinggalkan oleh orang-orang Afrika yang diusiri oleh milisi Arab. Dan memang itulah yang dikerjakan oleh kalangan milisi Arab, mengadakan perbedaan ras dengan jelas.
