Aduh jangan mimpi PDS terinspirasi teologi pembebasan segala deh Pak
Tejo, masih jauuuuhhh,,,, 
Ada saatnya Gereja terpanggil mengambil jalan 'berpolitik' yaitu
ketika yang dihadapi adalah persoalan ketidakadilan. Jangan mimpi PDS
punya visi (apalagi konsepnya) semacam itu!!

Pro Bung PD: saya memang membaca PDS menggunakan bahasa
Garam-dan-Terang secara manipulatif. Semoga PDS segera bertobat dan
'tahu apa yang dirinya sedang lakukan' sehingga kita kelak tidak perlu
memohon pada Bapa supaya mengampuni mereka :)
Saya tidak bisa diam melihat PDS bermain politik busuk dalam jemaat
Gereja Bethel, seperti diberitakan Pos Kota itu. 

Ssemoga jemaat Gereja Bethel sadar sedang berhadapan dengan SERIGALA
dan bukan dengan GEMBALA.

Salam,
Ida Khouw  


--- In [email protected], Tejo Sulaksono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> PDS kan sebuag parpol, tentunya isinya memang pada mau berpolitik,
yg memang penuh dengan main api dan bisa slamet atawa kebakar, bukan
hanya jenggot tapi juga seluruh partai. Memang setuju juga para
pendeta lebih baik urusin para jemaat, pokoke
>   semuanya yang berurusan dengan kesejahteraan jemaat, "body and
soul"! Tapi kita engga
>   bole lupa juga sama Teologi Pembebasan, para teolog begitu muak
sama kemiskinan dan ketidak adilan sampai angkat senjata bersama kaum
kiri lawan kediktatoran. Jadi pilihan memang banyak, bisa juga ubek
dogmatik sampai jadi yg menurut si kakek jenggotan Marx "opium of the
people". Maaf ya, ini cuma inget sejarah doang.
>    
>   Sikon sekarang sih paling baik kalau PDS melebur diri saja sama
PDI-P, politisinya
>   kiprah bersama dalam partai sekuler namun semua anggotanya kan
beragama, religius, gitu. Lha ini bisa terus konsentrasi kekuatan guna
raih hasil-hasil yang lebi besar. Daripada ambisius tapi kurang
fitamin dan stamina juga kurang prima, jadi hasilnya ya gak ada, kan?
>   Minta maaf ya, kalau gak setuju
>    
>   TSL
>   
> 
> Lisman Manurung <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           Mestinya PDS tidak usah banyak bermaih api. Bermain
> api itu ialah memeluk kaki calon A tanda sayang yang
> amat teramat, dan kemudian pura-pura pasang taring ke
> calon B, memberi kesan benci amat teramat benci. 
> Yang betul itu PDS menebar Kasih dan Damainya saja lah
> iya?
> 
> --- Papuan Diary <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > Mba Ida,
> > 
> > PDS ini kan pendeta-pendetanya keblinger politik.
> > Biar diomongin gimana
> > cara, mereka pasti akan pakai jemaat-jemaat mereka
> > untuk sesuatu yang
> > sifatnya politis. Sudahlah, biarkan saja!
> > 
> > On 7/24/07, idakhouw <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > >
> > > Sudahlah Bung Tionghoa,,,, PDS konsentrasi saja
> > belajar disiplin
> > > (ilmu) Gereja dan Masyarakat.
> > > Jangan buat Gereja Bethel bermain api dalam
> > politik pemerintahan DKI!!
> > >
> > > Belajarlah dari sejarah! lihat apa dampaknya di
> > Eropa ketika gereja
> > > dicampur-adukkan dengan politik pemerintahan!
> > >
> > > Lihat sekelilingmu! apa yang sedang terjadi dengan
> > saudara2 Muslim
> > > ketika agama dibikin kotor oleh politisi! bantu
> > dan bahu-membahulah
> > > dengan mereka menciptakan masyarakat yang lebih
> > Damai Sejahtera,
> > > jangan malah ikut2an mengotori diri sendiri!
> > >
> > > Ajar jemaat mengerti politik! dorong mereka
> > berpartisipasi dalam
> > > politik, mejadi GARAM dan TERANG dalam politik!
> > tapi JANGAN bawa
> > > institusi gereja BERMAIN POLITIK!!
> > >
> > > Ida Khouw


Kirim email ke