BAGI SELEMBAR TANAH
 
 
Hidjau-hidjau selembar tanah
hidjaunja kesajangan
Darinja tuahbumi mentjium dan menafasi
tiap kelahiran
 
Bening, bening mataair di lembah
beningnja bajangan hati
jang takkenal hari-istirahat
Bakaran teruk mentjukur punggung berkilat
dinginnja malam tanpa selimut
Takterasa lagi 
Antara terbit dan terbenamnja matahari
tiada batasan lagi
 
Pada jang akan tumbuh
tumbuh harapan
untuk kini dan akan
Seminar ia, seminar laguan hidup
Seminar ia, seminar diatas kerdja
 
Atas namanja
dilalui  musim-musim patjeklik
Ditahankan sedjemput djagungrebus
bersama ketela bakar
Atas namanya
tegak tiang kepertjajaan
Jang lahir, takboleh lahir untuk didjumlahkan
dengan  yang sudah mati
Hidjau-hidjau selembar tanah
hidjaunja pepadian dan palawidja
Kesajangan takberputus
Pada hidup dan kerja
 
Semua memamer mengisi ruang
Dengus² tarikan nafas sibajek
dikesuburan susu ibunja
Tjanda gadis² disisi belik
pertjakapkan djedjaka pilihannja
Alun suling anak gembala
mengelus-elus punggung kerbaunja
 
Oi, hidup tersajang
menggelarlah, menggelarlah diselembar tanah
Bagimu akan ditembangkan ujon-ujon
dari  galengan ke galengan
Bagimu akan dilentikkan djari-djari
meliuk-liuk udjung sampur
 
Hidup tersajang, o, datanglah 
Para wijogo telah siap menabuh
gamelan galagandjur
Seniman paes dan patjak
telah siap menghias kemanten
 
Diselembar tanah 
menghidjau kesajangan
Kepuasan hati tak pernah berachir
meneguk kemerdekaan
Diselembar tanah
menghidjau kesajangan
Itulah kemerdekaan
 
Meskipun hidup hanja sekali
dan hilangnja tak terganti
Tak ada sesal membajangi
Wajah² jang telah hilang
atas nama kemerdekaan
 
mentjutjurpun keringat dipanggang matahari
mengajun tjangkul 
Tjutjurannja bukan lagi pertanda 
letihnja badan 
Karena jang terasa melonjak-lonjak didada
adalah raksasa menggempur gunung
 
Tapi bila hidup diatas selembar tanah
Dimusnahkan
Traktor², belenggu, pelor melanda
segala sajang
Kemerdekaan, betapapun kata memaniskannja
tinggal ngenesnja terasa dihati
 
Dan patahpun tulang dan rubuhpun badan
jang menandur taksanggup melihati
patah²nja tangkal² tjangkul² dan rubuhnja pohon² padi
Dan berserakanpun anak-bini ke delapan pendjuru
Jang mentjutjurkan keringat taksanggup melihat
Ter-serak²nja benih dan segala tetandur 
 
Bila hidup di atas selembar tanah
dimusnahkan 
Djika hendak meletus, meletuslah bedil
sekalipun  bidangdada djadi tadahannja
Karena betapa kata telah diguratkan dalam² kehati
Bersama segala bibit jang disemai dan ditandur:
“Tanah tersajang, atasmu kami hidup 
dan mati!”
 
Menangis, menangislah kalian
jang telah membelulang bagi kemerdekaan
Mendjerit, mendjeritlah kalian
jang masih akan dilahirkan dari kandungan bunda
Jang kini tegakkan kaki diatas selembar tanah
pantang menangis!
 
Bagi selembar tanah
kemerdekaan telah direbut
Bagi selembar tanah
njawapun tak tersajang
Darinja tuanbumi mentjium dan menafasi
tiap kelahiran
 
 
Rumambi 
Desa Jang Pantang Menjerah, 8 Des, 1961
   


      
[EMAIL PROTECTED]
milisgrup opini alternatif

  
http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/
penerbit buku sejarah alternatif

  
http://progind.net/
kolektif info coup d'etat 65: kebenaran untuk keadilan

  http://herilatief.wordpress.com/




       
---------------------------------
Choose the right car based on your needs.  Check out Yahoo! Autos new Car 
Finder tool.

Kirim email ke