http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=296277
Kamis, 26 Juli 2007, Dituding Dibiayai Pemerintah JAKARTA - Kunjungan kerja (kunker) Menristek Kusmayanto Kadiman ke Korea Selatan dan Jepang dengan mengajak sejumlah anggota DPR mulai mendapat sorotan internal. Sebab, biaya perjalanan para wakil rakyat yang ikut dalam rombongan tersebut diduga menggunakan anggaran Kementerian Riset dan Teknologi. Padahal, anggota legislatif dilarang melakukan kunjungan atas biaya dari eksekutif. Anggota Komisi VII Alvin Lie mengaku sudah mendengar kabar tersebut. Dia bahkan sudah mengonfirmasi langsung kepada Menristek. "Beliau (Menristek, Red) mengakui kalau biaya perjalanan anggota DPR yang ikut bersama rombongan diambilkan dari dana sosialisasi PLTN yang dianggarkan pemerintah," katanya kemarin. Sejumlah anggota DPR dari Komisi VII diajak Menristek mempelajari pengembangan energi nuklir ke Jepang dan Korsel pada 22 Juli sampai 2 Agustus. Mereka yang berangkat berombongan itu, antara lain, Agusman Effendy (ketua Komisi VII/Golkar), Muhammad Najib (PAN), Zaenudin Amali (Golkar), Zulkieflimansyah (PKS), dan Tamam Achda (PPP). Menurut Alvin, keberangkatan sejumlah rekannya itu atas nama perseorangan, bukan mewakili Komisi VII. "Kami tidak tahu-menahu. Yang jelas, agenda kunker tidak pernah dirapatkan dalam komisi," ujarnya. Bahkan, imbuh dia, dalam rapat kerja (raker) Komisi VII dengan Menristek dua minggu lalu, sama sekali tidak ada pembahasan mengenai rencana tersebut.(pri
