HARIAN KOMENTAR
28 Juli 2007
Produk Makanan, Kosmetik, Obat Cina Dilarang BPOM
Terhitung sejak Juli 2007 ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melarang
seluruh produk makanan, kosmetik, obat, obat tradisional dan suplemen impor
asal Cina masuk ke Indonesia. Produk itu dianggap berbahaya bagi keamanan
kesehatan masya-rakat.
"Belum dapat ditentukan, kapan larangan ini akan kami cabut. Yang jelas, sampai
seluruh produk Cina yang beredar di Indonesia selesai diperiksa satu per satu
dari seluruh 26 Balai POM di Indonesia," kata Kepala BPOM Husniah Rubiana
Thamrin Akib kepada pers, Kamis (26/07) malam, di Jakarta.
Menurut Ancesapaan akrab Husniah, tindakan pelarangan terpaksa diambil, karena
ditemukan fakta hampir semua produk impor Cina tersebut bermasalah kesehatan.
Hal ini tak hanya di Indonesia, tetapi juga di negara lain.
Ance mengatakan, produk obat tradisional Cina kebanyakan dicampur bahan kimia
obat, kosmetiknya banyak dicampur zat rhodamin dan mercury. Sedangkan produk
pangannya banyak dicampur pengawet formalin.
"Tadinya BPOM hanya memberikan public warning, namun ketika zat berbahaya telah
masuk ke makanan, seperti permen yang mengandung formalin, mau tidak mau kita
harus melakukan pelarangan. Produk pangan seperti permen, bisa masuk ke
se-luruh pelosok dan harganya murah," tegasnya.
Kebijakan tersebut, dituangkan dalam bentuk Nota Penghentian Izin Impor Kepala
BPOM, yang telah disebarkan ke seluruh deputi pada awal Juli 2007. Di samping
melarang izin impor, BPOM aktif mengsweeping produk Cina yang terlanjur ada di
pasaran. Bila terbukti berbahaya, BPOM akan melakukan penyitaan.
Ance mengaku, tidak takut akan perlakukan balasan dari Cina. "Kedubes Cina
menelpon saya soal ini, katanya, kenapa tidak ditutup saja importirnya? Saya
bilang BPOM harus memeriksa dulu kualitas makanan yang ada. "Yang penting
keamanan kesehatan masyarakat. Kalau pemerintah Cina mau protes, BPOM siap
menunjukkan bukti-buktinya.
Tindakan ini juga telah diberitahukan pada Menteri Perdagangan. "Bu Mari
(Pangestu) juga tanya, tetapi setelah dijelaskan dia diam saja. "Perihal
kemungkinan ada unsur persaingan bisnis, pa-salnya ada 3 permen Cina yang
ditemukan BPOM berformalin, tetapi di tempat lain negatif formalin, Ance
menjawab, itu permainan lama produsen.
Produsen kata dia, selalu menyelipkan produk benar di antara produknya yang
bermasalah, sehingga bisa nantinya diperdebatkan bila tertangkap
28 Juli 2007